minimal vote lah🙌🙌⭐⭐
disclaimer : semua cerita yang aku buat ini semua pure karangan aku ya. luv yu tuyul-tuyul teenep🖤 🖤
baca elit vote sulit, cuakss
༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄
pagi telah tiba, caine bangun lebih awal pagi ini. ia dengan segera bangkit dan pergi untuk mandi.
saat selesai caine berdiam diri di depan cermin sambil melihat bekas luka tembak yang terdapat di dadanya.
ia perlahan memegang luka itu kemudian sedikit meringis kecil. lalu caine dengan cepat memakai bajunya dan keluar dari kamar mandi.
ia keluar kamar dan melihat ke sekitar, saat tidak melihat siapapun ia berjalan perlahan keluar kamar dan menuju dapur.
di dapur caine mulai telaten memasak, saat selesai ia menata makanan yang ia masak di meja makan, setelah tertata rapi caine duduk dan makan.
setelah selesai caine mencuci piring yang ia gunakan dan meletakannya ke tempat semula.
saat semua dirasa sudah selesai ia melihat ke arah jam tangannya dan jam menunjukan pukul 05.55.
ia segera keluar dan mengambil mobil yang diberikan rion untuknya. setelah masuk ke dalam mobil ia diam sejenak.
ia melihat ke arah rumah keluarga noir itu, tempat dimana ia dianggap dan disayangi layaknya seorang keluarga.
setelah lama memandang tanpa sengaja sudut mata caine menangkap lexa yang sedang berdiri di balkon kamarnya dan menatap mobil caine.
lexa sempat menggeleng pelan dan caine tersenyum untuk meyakinkan lexa.
"aku harap keputusan kamu baik caine" ujar lexa pelan sambil menatap mobil caine yang melaju keluar dari pekarangan rumah keluarga noir.
tak lama setelah ia tak dapat melihat mobil caine ia kembali masuk ke dalam kamar dan menutup pintu balkon.
"kak lexa ngapain? " tanya selia sambil mengucek matanya.
"oh, kakak abis ngirup udara luar, soalnya kan udaranya masih seger kalo pagi" ujar lexa berbohong dan selia mempercayai hal itu.
"semoga kamu berubah pikiran dan kembali lagi kesini caine" batin lexa merasa cemas dengan keadaan caine dan kondisi keluarga noir setelah harris masuk sebagai caine.
༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄
saat ini keluarga noir sudah duduk di meja makan dan sedang menunggu rion. mereka sudah yakin yang memasak semua makanan yang ada di hadapan mereka ini adalah caine.
"papi mana sih, lama banget" ujar mia sambil memain-main kan sendok dan garpunya.
"sabar dek, nanti juga papi turun" ujar key dan mia hanya menghembuskan nafas panjang.
tak lama rion turun yang membuat mia tersenyum.
"akhirnya papi turun juga" ujar mia senang.
"kalo laper harusnya makan duluan aja" ujar rion sembari duduk di kursinya.
"loh, caine mana? " tanya rion sambil mengedarkan pandangannya mencari caine.
"tadi caine bilang sama aku kalo ada urusan sebentar diluar, dia juga bilang udah makan kok" ujar lexa dan rion mengangguk pelan.
"ada urusan apa caine, pagi-pagi begini" batin rion sambil mengambil makanan.
༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄
mobil caine kini telah sampai di depan garasi merah (garmer). ia menatap bangunan tinggi itu dan mulai mengemudikan mobilnya masuk.
