kekecewaan

590 51 1
                                        

minimal vote lah🙌🙌⭐⭐
disclaimer : semua cerita yang aku buat ini semua pure karangan aku ya. luv yu tuyul-tuyul teenep🖤 🖤

baca elit vote sulit, cuakss

༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄

1 bulan sudah berlalu begitu cepat, dan selama itulah caine sudah menjadi bagian dari keluarga noir. setiap menjalani hari-harinya bersama keluarga noir, pikirannya selalu dihantui rasa bersalah.

saat ini mereka telah kembali lagi ke rumah mereka, dan caine sekarang tengah berdiri di balkon kamar nya dan menatap kosong kedepan.

pikirannya penuh akan rasa bersalah yang besar pada keluarga noir. ia menghela nafasnya panjang kemudian menunduk.

ia mencoba untuk menenangkan pikirannya dari rasa bersalahnya itu, sampai akhirnya ponselnya berdering.

caine dengan segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya malam-malam begini.

saat melihat nama 'komandan' di layar ponselnya caine kembali menghela nafas panjang dan menutup wajahnya frustasi.

ia tau bahwa komandannya itu pasti akan menanyakan informasi tentang keluarga noir 'lagi' , karena selama caine berada di dalam keluarga noir komandannya selalu menelfon untuk meminta informasi.

tentunya caine berat menyampaikan itu, hingga ia berani memberikan informasi palsu kepada komandannya itu.

ia tau ini salah tapi ia tak mau keluarganya menderita karenanya, ia juga sudah tak peduli dengan identitas polisinya saat ini, ia sekarang lebih nyaman bekerja menjadi mafia bersama keluarga tercintanya.

setelah lama dibiarkan telfon itu mati, mungkin karena komandan nya sudah muak menunggu telfonnya diangkat.

caine hanya diam tanpa menelfon balik atasannya itu, ia lebih memilih menyalakan airplane mode dan kembali masuk ke dalam kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya.

caine melempar pelan ponselnya ke atas meja samping kasur kemudian segera naik ke atas kasur dan merebahkan tubuh besarnya.

caine mulai terlelap, matanya menutup dan kemudian dengkuran halus terdengar dari bibir nya.

༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄
sementara itu di taman depan rumah saat ini ada krow dan echi yang sedang berbincang ringan.

"jadi gimana chi" tanya krow setelah pembahasan mereka sampai ke percintaan.

"lu bilang lu suka sama seseorang kan? " lanjut krow, sebenarnya krow tau echi suka pada siapa.

tapi ia sengaja berpura-pura tidak tahu, karena ia ingin lihat apakah echi akan memberi tahu dirinya atau tidak.

echi yang mendengar pertanyaan krow mendadak diam, ia terlihat berpikir keras. apakah ia akan memberi tahukannya pada krow atau tidak.

"gua..... gua suka sama gin! " ujar echi sambil menutup matanya gugup.

krow yang mendengar itu tersenyum kecil kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk menghapus sedikit air mata yang keluar dari ujung matanya.

setelah itu krow kembali menatap echi seperti terkejut.

"wah gila, kok bisa lu suka sama dia" ujar krow lagi dan echi hanya menaikan bahunya.

"karena dia ganteng? ntah lah, gua juga ga tau" ujar echi lagi kemudian menatap krow.

"lu bilang tadi lu juga suka sama orang, siapa? " tanya echi memandang krow serius.

didalam pikirannya krow berkali-kali menyebut nama echi namun yang keluar dari mulutnya malah nama orang lain.

"aenon" ujar krow berbohong, nyatanya yang ada di dalam hati dan juga pikirannya adalah echi bukan aenon.

keluarga noirTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang