mami

585 51 1
                                        

minimal vote lah🙌🙌⭐⭐
disclaimer : semua cerita yang aku buat ini semua pure karangan aku ya. luv yu tuyul-tuyul teenep🖤 🖤

baca elit vote sulit, cuakss

༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄
saat ini key dan agil masih menunggu caine, sejak satu jam yang lalu caine ditangani tetapi dokter belum juga keluar dari ruangan itu.

key terlihat menutup wajahnya frustasi sementara agil hanya membuka tutup ponselnya dengan cemas.

"gil gua takut" ujar key sambil menatap agil dengan mata sembab.

"gausah takut, gua tau caine. dia gamungkin nyerah gitu aja, percaya sama gua" ujar agil mencoba menenangkan key.

"gua takut gil, gua takut! gua takut bakal kehilangan seseorang yang berarti lagi di hidup gua! " ujar key sambil berdiri dan menghusap wajahnya kasar.

"gua baru aja nganggep dia keluarga kemaren gil, gua ga mau bikin hidup dia jadi makin tersiksa" ujar key sambil berjalan mondar mandir dihadapan agil.

agil hanya diam dan meremat ponselnya kuat, sebenarnya sebelum caine seperti ini, caine sempat mengirimkan pesan pengunduran diri nya pada agil

tetapi agil hanya menganggap bahwa saat itu caine hanya lelah akibat memikirkan komandan mereka yang selalu menelfon caine setiap saat.

"tadi, caine sempet massage gua. dia bilang dia mau ngundurin diri dari kepolisian. " ujar agil dan key menatapnya.

"dia bahkan ngirim foto suratnya ke gua, gua gatau surat itu udah di anter atau belum" lanjut agil, key yang mendengar hal itu segera membuka ponselnya dan berlari cepat keluar meninggalkan agil.

agil yang bingung pun dengan segera mengejar key, sementara key sudah memesan taxi, saat berada diluar agil dapat melihat key yang masuk ke dalam taxi.

ia dengan cepat menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya dan mengejar key, setelah beberapa saat key akhirnya sampai.

key kemudian turun dari taxi itu dan berlari masuk ke dalam rumah, sementara agil yang bingung hanya terus mengikuti kemana key pergi.

saat masuk key tak memperdulikan semua orang yang menanyakan keadaan caine padanya ia hanya terus berjalan dengan cepat menuju lantai dua.

kemudian key berjalan ke arah kamar caine lalu membukanya, setelah kamar itu terbuka key segera masuk kedalam dan membuka laci-laci yang ada di samping tempat tidur caine.

setelah melihat benda yang ia cari ia segera membuka dan membaca isi dari map yang ia ambil dari lemari caine itu.

air matanya perlahan mengalir, tangannya meremat map itu, agil yang baru datang mencoba bertanya pada key tapi key hanya diam.

"apa bener, mami selalu di rendahin selama jadi anggota kepolisian? " tanya key dengan mata merah menatap agil.

sementara agil hanya diam, ia tak tau harus menjawab bagaimana pertanyaan dari key itu. karena memang caine sering direndahkan selama ia bekerja di kepolisian.

"jawab anjing! " tegas key sambil memukul dada agil menggunakan kertas map yang ia pegang.

"kalau lu diem, gua bakal tanya sendiri ke mereka" ujar key cepat dan segera berjalan meninggalkan agil.

tetapi saat sudah melewati tubuh agil tangannya ditahan oleh agil, key dengan segera mencoba melepaskan genggaman itu tapi ia tak bisa karena tenaga agil yang lebih besar darinya.

"maaf gua gabisa jaga dia selama dia di kepolisian" ujar agil dan key segera melepaskan tangannya dari genggaman agil yang mulai mengendur.

"gua gabutuh maaf lo! gara-gara kalian! mami jadi harus nanggung beban segede itu! kalian harusnya mikir! mami ngundurin diri dari kanpol karna dia ngerasa tertekan! dan cuma disini dia bisa kumpul bareng keluarga yang nganggep dia! tapi kalian malah nambahin beban pikiran dia! " ujar key yang sudah muak. key kemudian segera berlari keluar sambil menghapus air matanya cepat melewati echi, funin, aenon, krow, dan gin.

"bunda! " panggil echi dan segera menyul key diikuti oleh aenon.

sementara funin, krow, dan gin hanya diam sambil menatap agil kecewa. mereka merasa kecewa karena agil yang seperti tak menganggap caine ada saat menjadi anggota kepolisian.

"bener yang dibilang sama key tadi? " tanya gin dan agil mengangguk.

"wah kacau" ujar krow sambil menggusar rambutnya kasar.

"gua mau nyusul mami" ujar funin meninggalkan krow, gin, dan agil disana.

gin dengan cepat berlari ke arah agil dan memukulnya dengan sangat keras sehingga agil tumbang ke arah belakang.

"HARUS NYA LU JAGAIN DIA! "

"ANGGEP DIA KELUARGA DISANA"

"BUKAN MALAH BIKIN DIA LAYAKNYA GA ADA DISANA ANJING! "  ujar gin yang terus menerus memukul agil dengan penuh emosi.

"DIA UDAH MERASA NYAMAN DISINI TAPI KALIAN! -" gin menunjuk tepat didepan wajah agil.

"KALIAN MALAH BIKIN BEBAN PIKIRAN DIA NAMBAH,  BAJINGAN! " ujar gin lagi dan melayangkan pukulan terakhirnya pada agil kemudian ia berdiri sambil mengatur emosinya.

"kita jenguk mami aja gin" ujar krow dan gin segera menyetujui krow.

kemudian mereka berdua pergi dari sana meninggalkan agil dengan kondisi yang berantakan dan darah serta lebam di sudut bibirnya.

agil perlahan menghapus darah di bibirnya itu menggunakan ibu jarinya, dan sesekali ia terbatuk akibat kerasnya pukulan gin, hingga akhirnya ia merebahkan dirinya di lantai dan menutup matanya sambil mengatur nafasnya.

༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄
sementara saat ini key tengah mengemudi menuju ke arah kantor polisi tempat caine bekerja.

setelah sampai key segera turun dari mobil meninggalkan echi dan elya di mobil, key dengan segera berlari masuk ke dalam kantor polisi dan melempar map pengunduran diri caine di atas meja resepsionis yang membuat semua orang yang berada di sana terkejut.

"maaf miss, ini ada apa ya? " tanya petugas yang sedang berjaga di resepsionis itu.

"saya ga mau ribut, tapi ini udah menyangkut orang tua saya, dan saya ga bisa diem aja ketika saya tau kalau kalian semua, -" tunjuk key pada semua anggota polisi yang ada di sana.

"kalian semua udah ngerendahin orang tua saya! " ujar key kemudian merebut senjata api yang dipegang oleh salah seorang petugas dan menembakan senjata itu ke atas langit-langit ruangan.

kemudian setelahnya key menjatuhkan senjata itu ke lantai dan berjalan cepat ke arah luar meninggalkan para polisi yang sedang membaca surat pengunduran diri caine itu.

key kembali masuk ke dalam mobil dengan perasaan yang sedikit lega. sementara aenon dan echi masih terkejut saat mendengar suara tembakan tadi.

"lu ga bunuh polisi kan bun? " tanya echi dan key menggeleng. yang membuat echi dan aenon menghela nafas lega.

"kita jenguk mami sekarang" ujar key kemudian melajukan mobilnya meninggalkan kantor polisi.

saat sampai di rumah sakit key segera memarkirkan mobilnya dan segera masuk ke dalam rumah sakit diikuti oleh echi dan aenon.

saat masuk key segera ke resepsionis dan bertanya apakah caine sudah keluar dari igd, dan perawat itupun memberi tahu jika caine sudah di pindahkan ke ruang rawat vip.

key yang mendengar itu menghela nafas lega dan segera menuju ke ruangan caine, saat masuk key dapat melihat banyak anggota keluarga noir yang lain disana.

"gimana keadaan mami? " tanya aenon pelan.

"mami baik-baik aja, luka tusukannya juga ga terlalu dalem, jadi aman" jawab funin dan key, elya, serta echi mengangguk.

mereka bertiga kemudian berjalan mendekat ke arah caine yang masih tertidur, mereka perlahan duduk disamping caine.

key kemudian menggenggam tangan caine yang tak diinfus kemudian menggenggamnya erat.

key tampak sangat berharap caine baik-baik saja, begitu juga dengan yang lain, mereka setia menunggu caine di sana hingga caine sadar.

༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄



































t

b

c

keluarga noirTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang