kehangatan kembali

417 47 8
                                        

minimal vote lah🙌🙌⭐⭐
disclaimer : semua cerita yang aku buat ini semua pure karangan aku ya. luv yu tuyul-tuyul teenep🖤 🖤

baca elit vote sulit, cuaks
༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄
sekedar mengingatkan, jika ada para readers yang kurang srek sama chapter sebelumnya, aku mohon maaf banget. tapi ini sesuai selera masing-masing aja, kalo emang para readers sekalian lebih suka ship rioncaine atau sejenis nya, bisa tinggalin story ini ya, karena di story ini aku lebih ke arah menghargai arion sama harris yang ga suka hastag rioncaine atau sejenis nya itu. jadiii kalo memang kalian kurang suka sama karakter lexa bisa tinggalin story ini dan cari story yang memang sesuai dengan selera kalian masing masing, karena aku bakalan tetap up story ini sampe ending. jadi mohon suportnya dan kurangin komen yang kurang mengenakan untuk di baca ya, aku minta maaff banget sama kalian kalo ketikan aku diatas agak gimana, but enjoy the story and support the author. thank you🖤🤍

༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄
caine masih tetap mengelus ngelus kepala mia yang sedang tertidur di ranjangnya itu dengan posisi duduk. karena khawatir saat bangun mia akan merasakan sakit caine dengan segera menyuruh krow untuk membawa mia untuk tidur di sofa.

"krow, mending mia di tidurin di sofa aja, takutnya nanti pas bangun badannya sakit semua" ujar caine, krow yang mendengar perintah dari caine dengan segera berdiri dan berjalan ke arah mia.

krow menggendong mia ala princess dan membawanya untuk tidur di sofa, krow dengan perlahan menaruh tubuh mia di atas sofa, setelah selesai krow kembali duduk ke tempatnya tadi.

"kamu udah aman caine? " tanya lexa sambil berdiri di samping caine.

caine tersenyum dan mengangguk
"udah lebih baik dari sebelumnya" ucap caine yang membuat lexa merasa lega.

"kayanya besok kita pulang aja" ujar caine tiba-tiba yang menyebabkan banyak wajah tak senang dari semua orang.

"ga, mami tu belum sembuh total mi. ini aja luka mami belum kering" ujar echi tak terima dan diangguki oleh semua orang.

"mami tau, tapi mami harus cepat meluruskan masalah tadi pagi. " ujar caine lagi sambil menatap rion yang menatapnya dengan serius.

"lebih baik tunggu sampai kondisi kamu baik dulu caine" ujar lexa yang kembali merasa khawatir.

"ngga, ga baik kalo aku terus mengulur waktu untuk menjelaskan masalah ini" ujar caine lagi yang membuat semua orang terdiam.

"tapi mi-"

"biarin kalo emang dia mau keluar besok, dia juga harus cepet jelasin semuanya. gua mau denger pembelaannya sebelum keluar dari noir" ujar rion kemudian keluar dari ruangan.

anak-anak rion yang mendengar hal itu pun terkejut bukan main. mereka menatap punggung rion yang menghilang dari balik pintu dengan tatapan kecewa.

sementara caine hanya tersenyum kecil sambil menunduk menahan air matanya sekuat tenaga.

"mi-"

"mami harap tanpa mami kalian bisa lebih maju ya, mami cuma mau bilang satu hal sama kalian semua" ucap caine menggantung kalimatnya dan menatap semua anak-anak noir.

"stay safe, mami gamau denger kabar kalau kalian terluka, mami sayang sama kalian. dan mami harap kalian bisa membuat nama keluarga noir menjadi nama yang dikenal seluruh kota. mami, gapernah menyesal pernah menjadi bagian dari kalian" ujar caine lagi yang membuat mereka semua yang berada di ruangan itu tak bisa menahan air matanya.

"mi, kita gamau mami pergi" ujar aenon dan berjalan mendekat ke arah ranjang caine.

"kita bisa kok bikin bapak batalin keputusannya buat ngeluarin mami, mami tetap sama kita ya? " kali ini key yang berbicara membuat caine semakin berat untuk meninggalkan keluarga ini.

"mami ga bisa terus bertahan, kesalahan yang mami buat terlalu fatal" ujar caine yang membuat tangis mereka yang mendengar semakin pecah.

"tapi caine, bahkan 2 minggu tanpa kamu aja keluarga ini hampir hancur" ujar sui yang membuat caine menatapnya.

"tapi nyatanya sekarang baik-baik aja kan? " ujar caine lagi yang membuat sui menghela nafas panjang.

"tapi mi, aku mau mami ada di sebelah aku saat aku nikah sama riji nanti! " ujar selia dan caine tersenyum lembut.

"walaupun saat itu tiba dan mami ga ada di sisi kamu, mami tetap ada disini" ujar caine sambil menunjuk dada selia.

"tapi mi-" ucapan selia terpotong karena caine meletakan jarinya di atas bibir selia.

"grub hug? " ujar caine sambil merentangkan tangannya dan dengan segera mereka semua yang ada di sana memeluknya.

mereka berpelukan cukup lama, hingga mia terbangun dan mendapati mereka sedang berpelukan.

"kalian kenapa? " tanya mia yang membuat mereka semua dengan segera menghapus air mata mereka dan menghadap ke arah mia.

"udah bangun dek? " tanya selia dengan suara khas habis menangis.

"ka sel nangis? kenapa? " tanya mia lagi dan membenarkan posisi duduknya.

"loh, kalian semua nangis? " tanya mia lagi yang membuat beberapa dari mereka tak dapat menahan air matanya.

"mia, sini" panggil caine dan mia dengan segera menghampirinya.

"mia tau kan mami sayang sama mia? " tanya caine dan mia mengangguk.

"mia juga sayang sama mami" ujar mia dan caine segera memeluknya.

"mia harus bisa tanpa ada mami ya, kalau misalnya mami pergi, mia harus bisa menjalani hari seperti biasa tanpa melibatkan mami. oke? " ujar caine yang membuat mia melepaskan pelukannya dari caine dan mulai menangis.

"maksud mami apa? mami mau ninggalin mia? " ucap mia yang kembali terisak.

caine dengan cepat menggeleng dan menarik pelan tangan mia untuk kembali kepelukannya.

caine hanya diam sambil terus mengelus rambut pendek mia untuk menenangkan mia, sementara mia terus saja menangis.

"mami mau kemana? apa karena masalah tadi pagi? mia bisa bilangin ke papi buat nyuruh mami jangan pergi" ujar mia yang masih terisak.

"kesalahan mami terlalu fatal mia, bahkan mungkin rion yang bakal nyuruh mami pergi nantinya" ujar caine lagi yang membuat mia menangis semakin keras.

"MAMI GABOLEH PERGI! MAMI HARUS DI SINI SAMA MIA! " ujar mia meninggikan suaranya.

"mia, suara" tegur sui dan caine segera menggeleng pelan ke arah sui agar tidak mengganggu mia terlebih dahulu karena suasana hati mia yang sedang tidak baik.

"mami janji bakal terus ketemu mia, tapi mami gabisa terus-terusan sama kalian" ucap caine dan mia menggeleng dengan cepat.

"ga, mami harus tetap sama mia" ujar mia lagi yang membuat caine menghela nafas pelan.

"mia, ga semua hal harus sesuai kehendak kamu. " ujar sui namun mia hanya diam sambil terisak.

tak lama setelah mia tenang terdengar suara rion dari radio yang meminta mereka agar segera pulang ke rumah.

"3 menit gua tunggu di rumah lu semua, sisain 2 orang disana" ujar rion dingin.

mereka yang mendengar itu dengan segera pergi dan menyisakan selia dan echi di sana.

"maafin mami" batin caine sambil menatap punggung kecil mia yang mulai menghilang dibalik pintu.

































t
b
c



































i'm so sorry buat delay chapter yang begitu lama ya guyss, karena ada beberapa kesibukan dan juga author masih berusaha buat menenangkan pikiran atas komen kalian di chapter sebelumnya😔😔





enjoy the story and support the author ya ges ya🖤🤍

keluarga noirTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang