minimal vote lah🙌🙌⭐⭐
disclaimer : semua cerita yang aku buat ini semua pure karangan aku ya. luv yu tuyul-tuyul teenep🖤 🖤
baca elit vote sulit, cuakss
༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄
harris saat ini sedang berada di rumah keluarga noir. yang lain berada di sekitarnya sementara lexa berada sedikit jauh dari mereka.
"kak lexa? ngapain disitu? sini sini" ujar mia yang sedang duduk disamping harris.
"oh, i-iya" ujar lexa dan sedikit mendekat.
rion terus saja memperhatikan tingkah lexa yang aneh, walau sedikit aneh tapi rion mencoba mengabaikan nya.
"mami tadi abis dari mana? " tanya elya dan harris mengangkat 1 alisnya.
"gua ada urusan tadi" ujar harris yang membuat semua orang terkejut.
"geli banget anjing dipanggil begitu" batin harris kemudian memainkan ponselnya.
"tumben kamu pake lo-gua caine" ujar sui, harris mematikan ponselnya kemudian menatap sui
"emang salah? ya terserah gua lah, ganggu banget lu pada" ujar harris kemudian berdiri dan menuju ke kamarnya.
"mami kenapa? " lirih mia. rion menatap punggung harris dengan amarah.
"udah berani aja tu anak baru" sinis gin yang membuat rion mengepalkan tangannya kuat.
"udah gua bilang kan" ujar key dan kemudian berjalan pergi untuk masuk ke kamarnya.
"sifat asli nya keluar, untung gua belum percaya sepenuhnya sama dia" ujar krow.
"ternyata gini sifatnya" ujar elya dan tertawa kecil
"gila, bodoh banget ternyata gua udah percaya sama si bajingan itu" lanjut elya menatap kosong kedepan.
perlahan air matanya turun membasahi pipinya, setelah lama berdiam diri elya segera mengambil kunci mobilnya dan berlari keluar.
gin yang melihat itu segera menyusul elya. sementara echi hanya diam sambil melihat wajah khawatir gin pada elya.
echi berjalan mundur perlahan kemudian berbalik untuk menuju ke kamarnya, echi mengusap air matanya yang jatuh membasahi pipinya.
aenon memperhatikan echi kemudian menyusulnya. saat sampai di depan kamar echi, aenon berhenti. ia mengetuk kamar echi beberapa kali.
"chi... buka pintunya" ujar aenon pelan.
"pergi non, gua mau sendiri" ujar echi dengan suara bergetar yang membuat aenon khawatir.
"jangan kaya gini chi, kalau lo mau sini cerita ke gua. lampiasin isi hati lo ke gua" ujar aenon, namun sesaat hanya hening.
namun kemudian pintu kamar echi terbuka, aenon tersenyum lega kemudian dengan cepat masuk ke kamar echi.
echi menutup pintu kamarnya perlahan, ia terlihat seperti mayat hidup saat ini.
"chi? " panggil aenon pelan, echi menatap mata aenon kemudian mulai menangis.
aenon dengan segera memeluk echi. hatinya juga terasa berat, baginya sakit echi adalah sakitnya juga.
"kenapa dia ga pernah ngelirik gua non, kenapa? " ujar echi sambil terus menangis.
"gua udah ngorbanin semua hal cuma buat dia! tapi kenapa dia malah milih cewe itu non?! " ujar echi lagi dan aenon hanya diam.
"elya juga keluarga lu chi, mungkin gin cuma khawatir sama elya" ujar aenon menenangkan.
