minimal vote lah🙌🙌⭐⭐
disclaimer : semua cerita yang aku buat ini semua pure karangan aku ya. luv yu tuyul-tuyul teenep🖤🖤
"sebuah keluarga tak mungkin selalu harmonis, pasti tuhan akan memberikan ujian agar orang-orang yang disebut keluarga, menyelesaikannya bersama"
༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄
"agil." lirih caine kemudian dengan penuh amarah keluar dari mobil dan dengan tenang berjalan ke arah kelompok itu.
rion yang terkejut ikut keluar dari mobil dan berbicara pada radio.
"jangan ada yang keluar, cukup gua sama caine aja. " ujar rion.
mako yang tak terima ingin protes rasanya tapi ia tak bisa, ia harus tetap mendengarkan arahan dari rion.
alhasil ia hanya bisa memukul kemudinya dan menutup wajahnya frustasi.
agil tertawa remeh ketika melihat caine datang bersama rion.
"oh, halo tuan caine dan tuan rion. bagaimana hari kalian" sapa agil dengan tersenyum remeh.
rion mengepalkan tangannya dengan kuat, rahangnya mengeras menahan amarah.
caine memegang bahu rion kemudian mulai berbicara.
"kembalikan mia" ujar caine to the point.
"ga mungkin segampang itu tuan, tidak akan seru jika aku dengan mudah memberikan gadis manis ini pada kalian begitu saja, yakan? " ujar agil tertawa dan berbalik menatap mia.
"kau, gadis kecil. sepertinya akan menyenangkan jika melihat tubuh kecil mu ini terbaring lemah di rumah sakit." ujar agil mengeluarkan senjata api miliknya.
"jangan coba-coba lakukan itu" ucap caine yang membuat agil tertawa.
"yang benar saja, aku tak mungkin mendengarkan mu begitu saja, itu namanya bodoh. " ujar agil menodongkan pistolnya pada mia.
mako dan anak rion yang lain sangat ingin memukul pria yang saat ini menodongkan senjata api itu pada mia.
tapi suara rion di radio membuat mereka melampiaskan emosi mereka pada kemudi mobil.
Dorrr
suara tembakan terdengar yang membuat semua orang terkejut, termasuk rion dan mia.
"MAMI!! "
"CAINE! BRENGSEK" rion mulai memukul pria yang sudah melayangkan tembakan pada mia itu. agil hanya diam membiarkan rion memukulnya, ia terdiam melihat tubuh caine yang melemah dalam pelukan mia.
༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄
beberapa menit sebelum tembakan terjadi caine dengan cepat mendorong tubuh kecil mia dan membiarkan caine yang mengenai peluru itu.
agil terdiam, bukan ini rencananya. yang ia harapkan adalah rion yang terkena tembakan bukannya caine, ia diam menatap tangannya yang baru saja menembak caine.
senjata api itu terjatuh dari tangannya, ia mundur beberapa langkah sebelum akhirnya rion memukulnya.
anak-anak rion yang mendengar suara tembakan dengan segera keluar dari mobil dan berlari ke tempat dimana mia disekap tadi.
saat sampai kaki echi menjadi lemas, ia meluruh ketanah ketika melihat caine yang berlumuran darah berusaha bertahan agar tak mati.
mia mencoba menahan darah caine agar tidak keluar terlalu banyak. anak-anak rion yang lain juga diam, air mata mereka jatuh begitu saja ketika melihat keadaan caine.
