minimal vote lah🙌🙌⭐⭐
disclaimer : semua cerita yang aku buat ini semua pure karangan aku ya. luv yu tuyul-tuyul teenep🖤 🖤
baca elit vote sulit, cuaks.
enjoy the story and support the author
☘☘☘
saat ini para anggota noir dengan dibawah komando riji dan krow tengah berada di tengah-tengah mansion milik haris.
mereka sedang menjalankan misi utama mereka yaitu membunuh noe dan haris. tentu saja mereka berhasil masuk ke dalam mansion megah ini karna telah menumbangkan banyak penjaga.
mereka melakukan pekerjaan mereka dengan tenang, tidak seperti biasanya yang selalu berisik. apalagi ketika membuat musuh jatuh, radio mereka akan dihiasi dengan dua kata, 'down satu' dan seterusnya.
mereka saat ini berjalan secara bersama-sama, karena jumlah mereka yang tak sebanding dengan penjaga di rumah ini.
mereka berjalan dengan perlahan menuju salah satu kamar yang diyakini adalah kamar milik noe.
dengan perlahan mereka membuka pintu kamar itu kemudian masuk ke dalam, di dalam mereka dapat melihat seorang gadis yang tengah tertidur lelap di atas kasur nyamannya.
dengan perlahan key berjalan mendekat ke arah noe dan membungkam mulut noe menggunakan kain yang sudah di beri obat tidur yang berdosis tinggi.
setelah melihat noe yang sudah tak memberontak, key menatap anggota yang lain dan mengangguk kecil pertanda rencana mereka berhasil.
namun sesaat kemudian mata key membola dan terdengar tawa menggelegar dari belakang mereka, mereka yang mendengar tawa itu dengan segara membalikan tubuh mereka untuk melihat siapa yang datang.
"wah wah, berani juga kalian nyulik anak itu ya" ujar orang itu yang membuat para anggota noir dengan segera menjauh dari pria yang ada didepan mereka.
pria itu memiliki surai ungu muda dan menggunakan jas hitam serta dalaman kemeja putih, dan celana panjang.
"ahhh, harus nya haris yang melihat ini. tapi sepertinya dia sedang tidak ada di sini" ujar pria itu sambil terus tertawa dan menyandarkan bahu kanannya pada pintu kamar.
"siapa lo! " tanya gin dengan tegas dan pria itu menggelengkan kepalanya kecil.
"harus nya ayah kalian kenal pada saya" ujar orang itu yang membuat riji membelalakkan matanya.
"exu!!? " ujar riji merasa tak percaya dan orang di depannya tampak tertawa senang.
"ahhh, ternyata ada yang mengenaliku disini." ujar exu sambil menatap lekat riji.
sebagai tanda siaga riji dan yang lainnya menodongkan pistol ke arah exu, exu yang melihat itu tersenyum dan mengangkat kedua tangannya ke udara.
"kenapa lo bisa ada di kediaman morgan hah? " tanya gin dengan lantang.
"saya ada kerja sama dengan tuan morgan" ujar exu.
"oh, atau mungkin akan menjadi mantan tuan morgan, apa aku benar? " tanya exu sambil tersenyum menyeringai.
"di mana haris? " tanya funin dan exu segera mengalihkan pandangannya dari gin ke arah funin.
"anak buah ku sedang membereskannya, sejujurnya aku sudah muak bekerja sama dengannya untuk menyingkirkan kalian, jadi untuk meminimalisir penghianatan aku berencana akan membunuhnya dan adiknya" jelas exu kemudian kembali tertawa.
"tapi sepertinya aku keduluan untuk membunuh adiknya ya" lanjut exu dan melihat ke arah kasur noe kemudian ekspresi yang tadinya tampak merekah menjadi datar.
