minimal vote lah🙌🙌⭐⭐
disclaimer : semua cerita yang aku buat ini semua pure karangan aku ya. luv yu tuyul-tuyul teenep🖤 🖤
baca elit vote sulit, cuaks.
enjoy the story and support the author
༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄
lexa saat ini sudah sampai ke rumah sakit, ia kemudian turun dari taxi nya dan mulai berjalan masuk ke dalam rumah sakit untuk menuju ke ruangan caine.
lexa terus berjalan dengan memainkan ponselnya dan tanpa sengaja ia menabrak seorang wanita.
"maaf mam, saya ga sengaja-" ucapan lexa terpotong ketika melihat siapa orang yang ia tabrak.
"lexa? " ujar wanita itu, lexa dengan perlahan mundur kebelakang dan akan berlari meninggalkan wanita itu, namun belum sempat berlari tangannya sudah ditahan oleh wanita itu.
"lepasin" ujar lexa namun wanita itu tak berniat melepaskannya sama sekali.
"lama ga ketemu, culun" ujar wanita itu kemudian tertawa kecil dan menarik lexa untuk menuju ke toilet rusak di rumah sakit itu.
"lu masih sama kaya dulu ya, culun dan lemah" ujar wanita itu sambil melempar lexa kedepannya tanpa melepas genggamannya.
"lepas, raisa" ujar lexa dan raisa tertawa geli.
"ohh, sekarang udah berani nyebut nama gua, backingan lu siapa sih? rion? ryu? " tanya raisa tapi lexa tak menjawab.
"kalo ditanya tuh jawab! " ujar raisa dan menampar lexa kuat.
"lexa, lexa. lu tuh tolol apa gimana sih? " ujar raisa sembari mengelus pipi lexa namun lexa dengan cepat memalingkan wajah nya yang membuat raisa tertawa.
raisa dengan cepat mencengkram kedua pipi lexa dan membuatnya menghadap ke arahnya.
"denger ya, kalau bukan karna abang lu udah bunuh bokap gua, gua ga akan sebenci ini sama lu! dasar anak penyakitan, lu tuh bawa sial tau ga! " ujar raisa kemudian menendang perut lexa dan menamparnya, kemudian raisa pergi meninggalkan lexa sendirian di dalam toilet itu.
sementara lexa hanya diam menahan rasa sakit kemudian perlahan berdiri dan berjalan pelan untuk kembali menuju ke ruangan caine. setelah sampai lexa membuka pintu ruangan itu.
"kak lexa? ayo mas- kak lexa! " ucapan echi terpotong ketika melihat lexa yang tergeletak pingsan tepat di depan pintu.
echi dan selia yang panik dengan segera menghampiri lexa dan mencoba membangunkannya tapi lexa tak kunjung bangun.
karena khawatir selia segera memanggil dokter, dokter yang melihat kondisi lexa dengan segera menyuruh perawat untuk membawanya ke ruangan sebelah.
di ruangan itu dokter memeriksa lexa dengan telaten. setelah selesai memeriksa dokter berencana keluar dan memberi tahu kondisi lexa pada selia dan echi.
namun saat akan beranjak dari ruangan itu lexa dengan cepat menahan tangan dokter itu.
tak lama dokter keluar dari ruangan lexa yang membuat echi segera berdiri dari duduk nya untuk menanyakan keadaan lexa. sementara selia berada di ruangan caine untuk menjaganya.
"kondisi pasien saat ini sudah mulai membaik, terdapat luka tamparan di pipinya dan juga lebam di perutnya akibat tendangan dan benturan yang keras. itu yang membuat pasien kehilangan kesadarannya" jelas dokter itu.
"saya sudah memberi obat pada pasien, jadi seharusnya dia akan baik-baik saja. saran saya, jaga dia dengan baik. kalo begitu saya pamit" lanjut dokter itu dan echi berterima kasih pada dokter itu.
