minimal vote lah🙌🙌⭐⭐
disclaimer : semua cerita yang aku buat ini semua pure karangan aku ya. luv yu tuyul-tuyul teenep🖤 🖤
baca elit vote sulit, cuakss
༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄
"APA APAAN INI MAS?! " suara seorang wanita menggelegar ke seluruh penjuru ruangan.
"KAMU SELINGKUH DENGAN WANITA MURAHAN INI? KAMU GILA?! " ujar wanita itu lagi sementara lawan bicaranya hanya bisa mencoba membuat wanita itu tenang.
"bunda bukan wanita murahan" ujar seorang anak kecil dengan berani membela ibundanya.
wanita yang sedang dipuncak amarahnya itu berbalik dan menatap remeh anak kecil yang berada dipelukan ibunya itu.
"kau tau apa hah! dasar anak HARAM! " teriak wanita itu sambil menunjuk anak itu.
"MBAK!" tegur ibu dari anak itu sambil menutup telinga putra kecilnya.
"KAU DIAM DASAR JALANG! BERANI-BERANINYA KAU MENGAMBIL SUAMIKU! " teriak wanita itu lagi semakin lantang.
"GIA SUDAH! SUDAH! " relai seorang laki-laki yang berdiri dibelakang wanita itu.
wanita itu tertawa kecil kemudian berbalik menatap pria yang baru bersuara itu.
"kamu bahkan lebih belain dia, DARI PADA ISTRI SAH KAMU SHIO?! " teriak gia lagi dengan air mata yang mulai membanjiri pipinya.
"aku atau dia istri kamu? HAH! " tanya gia sambil menunjuk mei dengan tangan gemetar menahan amarah.
"sudah saya bilang ini semua kecelakaan, gia! " ujar shio mencoba kembali menjelaskan.
hati mei merasa sangat sakit ketika mendengar penuturan dari shio yang menganggap hubungan mereka hanya sebatas sebuah ketidak sengajaan.
"kamu yang merenggut perawanku dan dengan entengnya kamu bilang ini kecelakaan mas? " tanya mei dengan tertawa kecut dan air mata yang terus deras mengalir di pipinya dan tangannya yang setia berada di telingan anaknya.
"mei, kita udah bicarain ini sebelumnya. aku kira kamu ngerti! " ujar shio menatap mei yang sedang duduk dilantai memeluk anaknya.
sementara gia hanya diam sambil terus menangis. ia sungguh sangat-sangat tak menyangka hal ini akan terjadi padanya.
"CUKUP! AKU MUAK MAS. SURAT CERAI BAKAL AKU URUS" ujar gia dan mulai berjalan menuju pintu keluar.
tetapi sebelum sampai keluar shio dengan cepat memegang tangan gia untuk menahannya pergi.
"gia, inget! anak di kandungan kamu butuh ayah, harris juga butuh ayah! dia masih kecil gia" ujar shio sambil terus menahan tangan gia.
sementara gia masih terisak dalam tangis nya dan mulai memikirkan kembali niatnya untuk menceraikan shio.
"ceraikan wanita itu" ujar gia sambil sesekali terisak sambil menatap shio dengan penuh harap.
dan dengan mudahnya shio mengangguk setuju dan memeluk gia yang membuat mei merasakan sakit yang luar biasa di dadanya.
ia perlahan berdiri dan membawa anaknya dalam pelukannya.
"lalu, kamu kira caine ga butuh ayah mas? " tanya mei sembari terisak, shio yang mendengar suara mei segera melepas pelukannya dari gia dan menatap mei serta caine yang berada dipelukannya.
shio mendekat ke arah mereka, kemudian saat shio sudah sampai di depan mereka. shio berjongkok untuk menyetarakan tingginya dengan caine.
"caine" panggil shio dan caine perlahan menatap shio.
