kepercayaan🍀

484 43 1
                                        

minimal vote lah🙌🙌⭐⭐
disclaimer : semua cerita yang aku buat ini semua pure karangan aku ya. luv yu tuyul-tuyul teenep🖤 🖤

baca elit vote sulit, cuakss

༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄

funin merasa bingung dengan apa yang diucapkan oleh echi di telfon barusan. ia hanya menatap caine dengan tatapan bingung.

tak lama echi sampai di rumah sakit dan kembali menelfon funin.

"lo diruangan mana? " tanya echi singkat

"ruang vip no 09" ujar funin dan echi kembali mematikan telfonnya sepihak.

setelahnya echi berjalan masuk ke dalam dan mulai mencari ruangan yang disebutkan oleh funin tadi.

saat echi masuk keruangan ia dapat melihat caine yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit itu dan funin yang duduk disebelahnya.

"kenapa chi? " tanya funin dan echi hanya diam dan menatap caine penuh amarah.

"lu" tunjuk echi pada caine dengan mata tajam.

"gua udah mati-matian belain lu depan keluarga tapi lu malah bunuh mereka! SEHARUSNYA DARI AWAL GUA GA PERCAYA SAMA LU BAJINGAN! " teriak echi yang membuat funin berdiri dari duduknya.

"maksud lu apa chi? mami dari semalem disini" ujar funin dan echi mengalihkan pandangannya pada funin.

"dia, dia udah bunuh seluruh anggota keluarga kita nin. disini tinggal kita berdua! dia udah ngebunuh papi, bunda key, elya, selia, riji, dan yang lain nin! dia ngeledakin keluarga kita! " ujar echi sambil terus menunjuk caine.

"ga, itu bukan mami chi. dengerin gua-"

"ga ada yang perlu lu bela dari dia nin" potong echi dan menarik tangan funin untuk keluar dari ruangan caine.

funin sempat menatap caine dan caine hanya mengangguk pelan meyakinkan funin bahwa ia baik-baik saja.

༄༄༄༄༄༄༄༄༄༅༄༄༄༄༄༄༄༄༄
echi terus menarik tangan funin keluar menuju parkir, funin hanya diam dan pasrah saat echi menariknya.

"lu kenapa peduli sama dia hah! " tanya echi pada funin ketika mereka sudah sampai di depan mobil echi.

"karna gua sayang sama mami" jawab funin yang membuat emosi echi meluap.

"sayang? SAYANG LU BILANG? DIA UDAH NGEBUNUH KELUARGA KITA NIN!! " ujar echi, funin terdiam dan menatap mata echi penuh tanya.

"dia, orang yang lo sayang itu. udah nge-ledakin keluarga nin" ujar echi, air matanya turun perlahan membasahi pipinya.

"semua keluarga yang udah mau nerima kita dengan lapang dada" suara echi mulai bergetar, dada funin serasa sesak saat melihat echi yang sedang menangis itu.

funin segera memeluk echi, echi menangis dengan keras dipelukan funin, funin menahan air matanya agar tak jatuh.

entah kenapa ia merasa bahwa keluarga mereka baik-baik saja, ia terus berdoa agar hal yang dirasakannya benar-benar terjadi.

"maaf" lirih funin yang masih memeluk echi yang sedang menangis.

tak lama setelah echi tenang, ponsel echi berdering dan echi segera membuka ponselnya.

"jaki" ujar echi dan segera mengangkat ponselnya.

"halo jak" ujar echi berusaha agar suaranya tak terdengar bergetar.

"halo chi, lagi pada dimana? " tanya jaki dan echi terdiam.

"g-gua sama funin ada di rs, kenapa jak" ujar echi sambil menatap funin.

keluarga noirTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang