lexa regarian

377 36 7
                                        

minimal vote lah🙌🙌⭐⭐
disclaimer : semua cerita yang aku buat ini semua pure karangan aku ya. luv yu tuyul-tuyul teenep🖤 🖤

baca elit vote sulit, cuaks.

enjoy the story and support the author

༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄༄
saat ini anggota noir masih mempersiapkan diri mereka untuk berperang melawan morgan.

"gua yakin nanti kita bakal kalah jumlah" ujar gin dengan mantap ketika mereka sedang membahas strategi untuk menyerang morgan.

"gua juga mikir gitu, yang kita lawan ini morgan. keluarga yang bisa memerintah puluhan bahkan ratusan orang kalau mereka mau" ujar riji sambil meletakan kertas berisi informasi morgan ke atas meja.

melihat tumpukan kertas itu para anggota yang lain mulai mengambil dan membaca informasi itu.

"kita udah punya informasi tentang mereka, seharusnya jadi lebih gampang kan? " tanya aenon sembari terus membaca informasi itu.

riji menggeleng yang membuat mereka semakin bingung.

"kita ga bisa langsung nyerang gitu aja, itu sama aja kita bunuh diri" ujar riji kemudian melempar beberapa jubah hitam ke atas meja.

"karena kita kalah jumlah, kita bakal main sebagai ninja" ujar riji kemudian tersenyum kecil.

"maksud lu? kita mafia kan? kenapa ga main sebagai mafia aja? " ujar funin dan riji tertawa.

"dengan jumlah kita yang sedikit cara ini bakal jauh lebih efektif dan bakal mengurangi risiko kematian" ucap riji kemudian mereka mulai mengambil jubah masing masing.

"jadi, kita bakal main pisau? " tanya key

"kita bakal tetep make DA, tapi dalam situasi tertentu" ujar riji kemudian menyusun strategi agar mereka bisa dengan mudah menyerang morgan.

"saat ini morgan dipimpin sama haris kan? kita bisa culik adiknya trus suruh dia buat ga memanggil bala bantuan lain" usul mia

"gua setuju sama bagian nyulik nya, tapi kalau buat ngegertak sih gua kurang setuju. haris ga bakal sebodoh itu buat langsung iya-in permintaan kita, mending adeknya langsung kita kill aja" ujar funin

"gua setuju sama funin" ucap gin mengiyakan usulan yang diberikan oleh funin.

"kalau gitu target kita adalah nyulik si noe" ucap krow dan yang lainnya setuju.

"aku perlu bantu? " tanya lexa yang baru saja datang.

"mending kak lexa jagain mami aja di rumah sakit" ujar mia dan yang lain setuju.

"tapi-"

"kita ga mau kamu terlibat" ujar sui. kemudian mereka bersiap untuk berangkat menjalankan rencana mereka.

setelah mereka pergi lexa hanya bisa memandang dengan rasa khawatir dan juga bersalah karena tak melakukan apapun.

setelah mereka semua pergi lexa juga mulai mengambil ponsel dan jaket nya kemudian mulai memesan taxi online.

setelahnya lexa menunggu sebentar hingga taxi itu tiba, setelah tiba lexa masuk ke dalam mobil dan menyandarkan tubuhnya ke bangku mobil.

lexa menutup matanya sebentar dan menarik nafas panjang, setelah sedikit meredakan perasaannya lexa kembali membenarkan posisi duduknya dan melihat ke luar jendela.

setelah sampai ke lokasi tujuannya lexa turun dan berterima kasih pada supir taxi itu. kemudian setelah taxi itu pergi lexa tetap diam dan menatap hamparan laut di hadapannya.

keluarga noirTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang