Hai semua.
Aku udah siapin banyak chapter buat kalian, tapi aku upload beberapa dulu ya. biar kerasa greget greget joss nya wkwk
Pembaca Laurent masih setia nunggu gak nih?
btw, Minal aidzin walfaidzin yaa..
walaupun telat hehe..
gimana thr kalian lancar gak nih??
huhh semoga lancar yakk, tapi mimom thrnya kagak lancar😔 gakpapa, tetep bersyukur berapapun uang didapet.
aku minta maaf ya kalo ada kata' kasar didalam cerita-ceritaku. jangan ditiru ya. Kalo ada kata baku/non mohon dimaafkan ya, aku masih belajar buat cerita.
Btw ga sabar nunggu 2k followers.
yukk di follow dulu akun mimom, janji deh Upload cepett banyak chapter kalo tembus 2k followers xexevitrex
Jangan lupa Vote dan Komen
follow juga ya
_____________________
HAPPY READING
_____________________
"Ibuu?"
"Ibuu! Hikss ibu, aku takut hikss!"
Mendengar suara bisikan itu membuat Luisa seketika membuka matanya. Tatapannya menatap ke sekeliling. 'Dimana aku?' ingin rasanya Luisa mengeluarkan pertanyaan tersebut, namun rasa-rasanya, mulut gadis itu terkunci rapat.
"Ibuuu! hiksss ibu aku merindukanmu!" suara tangis penuh kepiluan itu berhasil membuat Luisa terdiam. Entah mengapa, hatinya terasa nyeri saat mendengar suara tangis tersebut. Luisa bangkit dari posisinya. Menatap sekeliling sekejap, lalu menjalankan kakinya.
"Ibuu, aku tidak ingin disini! Aku ingin bersama ibu, hiksss. Aku tidak kuat ibu!" Luisa termangu, matanya terasa memanas. Sial, ada apa dengan dirinya?
Luisa ingin berteriak dengan keras, 'Siapa disana?' sayang sekali, suaranya tidak bisa keluar! Ada apa dengan dirinya?! Kenapa dengannya?! Ia ada dimana?! Suara siapa itu?! Kenapa sangat memilukan?!
"Apa menjadi seorang kesatria besar dan melindungi Kekaisaran ini akan membuatmu bangga padaku bu?" Luisa seakan merasa deja vu, namun entah apa yang terjadi.
Dari tempatnya berdiri, Luisa bisa melihat siluet seorang bocah, entah umur berapa. Sepertinya sepuluh tahun lebih? Entahlah, Luisa tidak pasti. Melihat bocah itu, Luisa ingin langsung bertanya. Siapa namamu? Apa yang terjadi disini? Kenapa kau manangis?
Bocah itu terlihat bergetar, tangannya menyeka air mata yang mengalir. Suara isak nya pun masih dapat didengar oleh Luisa. Lama terdiam ditempatnya, bocah itu berbalik dengan gerakan lamban. Bergerak dengan lamban namun pasti.
Hal pertama yang dilihat oleh Luisa, adalah bulu-bulu yang berada diwajahnya, membuat anak itu terlihat aneh dan jelek. Tak lupa dengan manik biru terang yang terlihat bagaikan permata. Bibirnya, kecil bewarna merah.
Bocah itu tersenyum dari kejauhan, membuat Luisa tidak dapat mengalihkan tatapannya dari sosok kecil itu. Luisa meneteskan air matanya. 'Ya dewa, ada apa dengan anak ini? Apa yang terjadi dengannya?'
Senyum yang manis dan menenangkan, senyum yang menggambarkan bahwa ia baik-baik saja dengan semua ini. Namun, senyum itu juga mengisyaratkan kepedihan secara bersamaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐈'𝐦 𝐍𝐎𝐓 𝙻𝙰𝚄𝚁𝙴𝙽𝚃
Fantasy𝐈'𝐦 𝐍𝐎𝐓 𝙻𝙰𝚄𝚁𝙴𝙽𝚃> Kembali kedunia tidak ada dalam pikiran Laurent. Tidak sama sekali. Namun mengapa bisa ia kembali setelah menolak kesempatan yang diberikan? Memasuki tubuh seorang Putri pedana mentri dengan nasib yang tragis. Berada did...
