Jangan lupa vote dan komen
gyasiio
_____________________
HAPPY READING
_____________________
‼️Warning‼️
mengandung adegan 18+🔞 didalam chapter ini!
Maaf ya kalo chapter ini rada aneh (?) kuharap si engga ya, karena memang aku mau karakter takohku tuh ga flat-flat banget, jadi ada hiburannya! hehe..
•••
•
•
"Ayo meredakan rasa panas itu," mendengar kalimat yang keluar dari bibir Nicholas membuat Luisa menatap penuh harapan pada Pangeran Philips tersebut.
"Bagaimana caranya? Kumohon, bantu aku," sungguh Luisa benar-benar tersiksa, rasa panas ditubuhnya seakan terus bertambah dan bertambah.
Nicholas mendekat, iris mata merah itu menatap dalam wajah memerah dihadapannya. Wajah yang memerah dengan sedikit keringat membuat Luisa terlihat sek---- Oh ayolah Nicholas, pikiranmu sungguh kotor.
"Nick----"
"Sstt!" tubuh Luisa bergetar saat tangan kokoh itu menyentuh tengkuk lehernya yang terbuka, kulit Nicholas yang hangat seakan mengalirkan sesuatu yang aneh ditubuhnya. Dengan refleks Luisa memejamkan mata.
Luisa terkejut saat merasa sensasi lembut membasahi bibirnya, namun tak lama gadis itu kembali gelisah saat sesuatu yang aneh itu semakin menjadi.
Nicholas semakin mendalamkan pangutan mereka. Menyesap, menjilat, dan menggigit kecil bibir merah itu dengan lembut. Merasakan sensasi manis layaknya gula, dan sensasi kenyal yang menyenangkan.
Tangan kekarnya mengelus bokong sang gadis dengan sensual, membuat Luisa mengeluarkan 'suara' nya.
Belum sempat meremas bokong sintal itu, Nicholas sudah lebih dulu menjauh membuat Luisa seakan merasa kehilangan, "Nick?" wajah penuh protes terlihat jelas.
"Tidak Lady, ini salah! Aku tidak akan---"
cup
'Oh tuhan, aku sudah menahannya! Jadi jangan salahkan aku kalau aku berbuat lebih! Karena gadis ini yang memulainya lebih dulu,'
Luisa dengan lihai mencium bibir merah Nicholas, mempraktikkan apa yang dilakukan oleh pria itu tadi. Menyesap, dan menggigitnya. Apa yang dilakukan Luisa membuat iman seorang Pangeran Nicholas Lexionel Dee Calbien Vont Kinglore itu goyah. Ia tidak dapat menahan diri, hingga membuat keduanya berbaring di atas tempat tidur.
"Nick----"
"Sttt, kau boleh marah padaku Lady. Tapi aku akan tetap menemuimu, dan membuat rasa marahmu itu hilang padaku,"
"Karena sejatinya, kau memang ditakdirkan untukku." kalimat itu diakhiri dengan ciuman panas. Ciuman yang awalnya dibibir lalu menjalar ketempat lain.
Decapan terdengar jelas diiringi suara erangan penuh kenikmatan yang dirasakan.
Pakaian yang digunakan Nicholas, pakaian serasi miliknya dibuka oleh Luisa. Tingkah gadis itu benar-benar diluar dugaan, tak terlihat seperti Luisa. Tetapi walaupun begitu, Nicholas membiarkan apa yang Luisa lakukan. Ia bahkan mempasrahkan diri dan menantikan kelanjutannya.
"Ahh,"
"Hahh hahh,"
"Ohhh Luisaa, sial ini benar--- ini benar-benar nikmat,"
"S-sakitt,"
"Tahan sebentar, ahh sebentar saja Lui,"
"Emhh, s-sakit t-tapi---"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐈'𝐦 𝐍𝐎𝐓 𝙻𝙰𝚄𝚁𝙴𝙽𝚃
Fantasia𝐈'𝐦 𝐍𝐎𝐓 𝙻𝙰𝚄𝚁𝙴𝙽𝚃> Kembali kedunia tidak ada dalam pikiran Laurent. Tidak sama sekali. Namun mengapa bisa ia kembali setelah menolak kesempatan yang diberikan? Memasuki tubuh seorang Putri pedana mentri dengan nasib yang tragis. Berada did...
