Jangan lupa Vote dan Komen
follow gyasiio
_________________________
HAPPY READING
________________________
•
•
•
"Hufttt... huftttt... hufttttttt!" melihat sang teman yang terus menghela nafas membuat Argus mengerutkan alisnya dengan bingung. temannya ini kenapa sih? Kenapa terlihat frustasi sekali? Memang apa yang mengganggunya?
"Louis apa kau baik-baik saja? Kau terlihat seperti baru putus cinta saja," celetuk Agrus membuat Louis langsung menatap pria itu.
"Entahlah, rasanya aku tidak memiliki gairah hidup sekali. Benar-benar membosankan," kata Luois. Belakangan ini Louis memang tidak melakukan apapun, dan itu membuatnya kebosanan. Tapi jika Pedana mentri memberikan kerjaan untuknya, Luois malah malas dan tak minat untuk melakukan pekerjaan tersebut.
"Padahal paman Helious sudah memberikan mu beberapa tugas Pedana mentri yang harus kau pelajari, kenapa tidak kau kerjakan saja?" kata Argus dengan malas. Louis ini aneh sekali, sepeninggalan Luisa adiknya, Louis malah seperti orang gila menurut Argus.
"Ah aku tidak mau mengerjakan tugas seperti itu, mataku lelah membaca ribuan kalimat diatas kertas," kata Louis membela diri.
"Lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang?" tanya Argus dengan sabar. Louis memperhatikan sekeliling, ia berjalan mendekat kearah kandang kuda yang tak jauh didepan sana.
Argus mengikuti dengan rasa khawatir, pasti temannya ini akan membuat keributan yang membuat orang lain kerepotan karenanya.
"Louis kau jangan aneh-aneh! Paman Helious bisa menghukum kita sialan," kata Argus dengan khawatir.
Louis menghiraukan Argus yang khawatir dibelakangnya. Ia terus mendekati kandang kuda dan mencari kuda yang akan menjadi tunggangannya.
"Louis kau---"
"Haiss tenang saja, aku hanya ingin menunggangi kuda. Bukan membakar kuda-kuda ini," cetus Louis dengan kesal karena Argus terus mengoceh.
"Tuan muda? Ada yang bisa saya bantu?" tanya penjaga kuda dengan sopan. Luois menggelengkan kepala, "Tidak terlalu, aku hanya ingin menunggangi kuda saja," kata pria itu.
"Kalau begitu, kuda manakah yang akan anda tunggangi Tuan?" tanya penjaga kuda masih dengan kesopanannya. Luois memperhatikan beberapa kuda, ada yang terlihat tengah makan, berdiri tegap, dan ada juga yang tertidur dengan malas. Beberapa diantara kuda-kuda yang ada juga terlihat tengah diberi perawatan agar tidak terkena penyakit dan hal-hal yang tak diinginkan.
Kuda besar bewarna hitam pekat dengan bulu yang panjang seperti rambut menjadi objek tatap pria itu. Bulu kuda itu bersinar indah layaknya malam dengan tubuh yang besar dan kekar. Dia Susu, kuda milik Luisa adiknya.
"Keluarkan kuda itu," kata Louis menunjuk kandang Susu. Penjaga kuda menatap lebih dulu pada kandang kuda milik Lady Mercedes.
"Tuan muda, saya khawatir Susu akan melukai anda. Kuda jantan itu sangat pilih kasih, dia hanya ingin disentuh oleh Pedana mentri, dan beberapa orang pilihan yang sering berinteraksi dengannya saja. Susu sangat agresif pada orang baru," Argus ikut menatap kuda cantik itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐈'𝐦 𝐍𝐎𝐓 𝙻𝙰𝚄𝚁𝙴𝙽𝚃
Fantasy𝐈'𝐦 𝐍𝐎𝐓 𝙻𝙰𝚄𝚁𝙴𝙽𝚃> Kembali kedunia tidak ada dalam pikiran Laurent. Tidak sama sekali. Namun mengapa bisa ia kembali setelah menolak kesempatan yang diberikan? Memasuki tubuh seorang Putri pedana mentri dengan nasib yang tragis. Berada did...
