Jangan lupa vote dan komen
follow xexevitrex
Per part sekarang aku kasih panjang-panjang ya, biar puass!
_________________________
HAPPY READING
__________________________
•••
•
JRENGG!!
'Aku? Berada didepan istana kekaisaran Philips?!'
'AKU BERADA DIDEPAN ISTANA?! SUNGGUH?!'
Luisa menolehkan kepalanya, disebelah gadis itu berdiri seorang pria tampan dengan malas-malasan menatap kearah bangunan megah itu.
"Pangeran?" Nicholas menolehkan kepalanya.
"Kau yang benar saja?! Pertunangan kita baru disepakati beberapa jam yang lalu oleh kita berdua, dan sekarang-- hanya selisih dua jam dari sebelumnya, kau sudah membawaku menemui kedua orang tuamu?"
Aneh sekali. Kesepakatan keduanya baru saja di setujui, tapi Pangeran Philips ini sudah meminta Luisa menemui kedua orang tua pria itu. Apa Nicholas berniat bercanda dengannya?!
"Apa itu aneh menurutmu?"
Luisa berucap penuh penekanan, "Itu—— sangat amat aneh."
Nicholas mencondongkan wajahnya kedepan. Menatap dalam pemilik manik menenangkan itu, lalu alisnya berkerut samar. "Kau berlebihan, menurutku biasa saja." setelah mengatakan kalimat tersebut, Nicholas berjalan mendahului Luisa yang menatap tajam punggung tegap pria itu.
Menetralkan emosinya, Luisa berjalan mengikuti Nicholas dengan anggun. Beberapa prajurit dan pelayan istana yang melihatnya berada dibelakang calon Grand Duke terlihat bingung, kagum, dan bertanya-tanya. Siapa gadis itu?
Luisa hanya dapat melemparkan senyuman tipis sekedar formalitas, ia tak tau harus berbuat apa selain mengikuti langkah kaki calon Grand Duke itu.
Langkah kaki lebar Nicholas membuat Luisa sedikit kesulitan mengimbangi. Nicholas yang merasa kasihan memelankan langkah kakinya, "Kau lelet sekali ya, Lady." ucapnya penuh ejekan.
Luisa tidak menanggapi, ia yakin jika ia menanggapi Pangeran kekaisaran itu, Nicholas tidak akan mau mengalah.
Setiba keduanya disebuah pintu kamar yang megah bewarna putih dengan corak-corak rumit bewarna emas, dan pintu yang beberapa bagiannya dilapisi oleh permata, memanjakan mata. Nicholas membuka pintu itu, menatap Luisa seakan mempersilakan gadis itu masuk ke dalam. Luisa menatap Nicholas, pikiran negatif mulai muncul.
Nicholas menghela nafas, "Aku tidak akan melakukan apapun Lady, masuk dan patuh lah." walaupun ragu, tak ayal Luisa tetap menurut.
Kamar yang besar dan megah memanjakan mata. Kamar ini sungguh besar sekali!
Keduanya berjalan ke satu sisi, dimana disana terlihat sebuah ranjang besar. Diatas ranjang itu, ada seorang wanita. Entah berapa usianya, Luisa tidak tau karena tidak bisa melihat dengan jelas.
Namun semakin di perhatikan, sepertinya usia wanita itu menginjak kepala empat? Atau lebih? Entahlah.
"Ibu," suara rendah itu terdengar lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐈'𝐦 𝐍𝐎𝐓 𝙻𝙰𝚄𝚁𝙴𝙽𝚃
Fantasy𝐈'𝐦 𝐍𝐎𝐓 𝙻𝙰𝚄𝚁𝙴𝙽𝚃> Kembali kedunia tidak ada dalam pikiran Laurent. Tidak sama sekali. Namun mengapa bisa ia kembali setelah menolak kesempatan yang diberikan? Memasuki tubuh seorang Putri pedana mentri dengan nasib yang tragis. Berada did...
