14. Pernikahan

762 51 10
                                        

Hii,, aku beberapa kali liat komen kalian yang ngehardik Tilly gitu anjaii😔

Kalo menurut kalian, Tilly itu jahat ya?

Tapi kalo menurut aku dia itu ga jahat. Cuman bego aja dan kelewat tol0l gitu, maap. Terkadang cinta itu bisa bikin seseorang jadi bertindak bodoh dan salah. So, Tilly emang salah si karena bikin Laurent menderita sedemikian rupa. Tapi sejujurnya Tilly itu baik kok.

Menurutku secara pribadi yaa, hehe..

Btw, kalian mau gak nih aku bikinin alur yang nanti ada pertemuan antara Duke Leysen sama Duchess Laurent? mau ga mau ga??

Like dulu dong guyss,, jangan lupa banyakin komen ok?

Berikan tanda jika menemui TYPO,
terimakasii.

_____________________

HAPPY READING
____________________

"APA? BENARKAH?!" dengan terkejut Luisa menatap Adelia terkejut. Adelia menganggukkan kepalanya, lalu menjelaskan isi dari surat yang diberikan oleh pihak Penginapan Eternity.

"Benar nona, isi surat ini menjelaskan jika pihak Eternity menerima tawaran kerjasama yang anda ajukan. Bahkan mereka meminta anda datang langsung kesana,"

Sungguh semudah itu? Benarkah?

Luisa mengira jika ia harus memberikan beberapa kali penawaran yang lain. Dan kerjasama yang ia ajukan, akan ditolak berkali-kali oleh pihak sana. Namun rupanya, semudah ini? Hoho rasanya Luisa ingin besar kepala sekarang.

"Semudah itu? Sepertinya rumor yang beredar itu salah Adelia. Buktinya kerjasama yang kita ajukan langsung diterima tanpa adanya penolakan," Luisa bahagia sekarang. Ia tidak akan rugi jika begini.

Jangankan nona nya, Adelia saja terkejut mengetahui jika pihak tetangga cepat sekali menerima tawaran ini. Adelia sendiri bahkan yakin sembilan puluh sembilan persen tawaran kerjasama ini akan ditolak. Rupanya? Wah sungguh luar biasa.

"Besok? Hari dimana aku harus menemui pemilik penginapan itu?" Adelia menganggukkan kepalanya.

Luisa menatap kearah kaca, tersenyum penuh arti, 'Sial aku tidak akan melewati kesempatan emas ini, menghasilkan uangku sendiri.' sungguh Luisa tidak sabar.

Sudahlah, karena saat ini suasana hati Luisa sedang baik, sepertinya ia akan berjalan-jalan keluar penginapan ini.

Luisa tersenyum, lalu setelahnya ia mendatarkan kembali ekspresinya dan berjalan hendak keluar dari ruangannya diikuti oleh Adelia dibelakang nona mudanya itu.

"Jika boleh tau, anda ingin pergi kemana nona?" tanya Adelia dengan sopan. Luisa terdiam sejenak lalu menjawab, "Berjalan-jalan—"

"Eh? Nona tunggu sebentar, saya akan memanggil sir Zion un——"

"Kau tidak sopan sekali Adelia, kau memotong ucapanku," Adelia seketika tersadar.

"M-maaf nona, maafkan saya." ucap Adelia dengan menyesal sembari meringis. Luisa tidak peduli mendengarnya susana hatinya sedang baik kali ini.

"Aku tidak ingin menaiki kuda," Adelia mengerutkan alisnya. Lalu bagaimana lagi? Jalan kaki? Apakah nona nya ini yakin?

"Ya seperti apa yang kau pikirkan, berjalan kaki." ucap Luisa yang sudah dapat menebak isi pikiran pelayan pribadinya, Adelia.

Adelia hanya dapat mengiyakan ucapan nona nya. Mungkin nona mudanya ini ingin menikmati udara segar dengan berjalan kaki?

Beberapa pekerja yang ada di Penginapan Helgen itu beberapa kali menundukkan kepalanya memberi salam pada Nona muda mereka dengan hormat. Luisa pun hanya memberikan senyum tipis sebagai balasan.

𝐈'𝐦 𝐍𝐎𝐓 𝙻𝙰𝚄𝚁𝙴𝙽𝚃Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang