20. Perjalanan hidup

330 28 0
                                        

Jangan lupa vote dan komen
follow xexevitrex
berikan tanda jika typo.
______________________

HAPPY READING
______________________
•••
••

"Lady bangun Lady! Tolong buka mata anda segera," Adelia mengguncang pelan tubuh Lady-nya. Luisa yang merasa tidurnya diganggu pun menggeliat pelan.

Luisa bersuara tanpa membuka kedua matanya, "Adelia aku sangat lelah, biarkan aku tidur lebih lama dari sebelumnya," ucap gadis itu sembari mulai mencari posisi nyaman yang pas untuk kembali menuju alam mimpi.

Adelia menggelengkan kepalanya, gadis itu menengok sekilas kearah pintu, lalu kembali membangunkan Luisa, "Lady tapi kali ini anda tidak bisa tidur lagi, saya mohon Lady bangun dan bersih-bersih saat ini juga,"

Luisa tidak peduli membuat Adelia panik sendiri.

"Lady, Yang mulia Pangeran Philips datang menemui anda!" Jerit Adelia tertahan dengan rasa panik yang sangat kental.

Mendengar Adelia, Luisa tidak langsung membuka matanya, ia malah menyahut dengan setengah kesadaran, "Pangeran Philips? Oh Nicholas ya?"

"Lady——"

"APA?! PANGERAN PHILIPS?! PANGERAN NICHOLAS?!" teriak Luisa menggema dengan kesadaran penuh, di angguki oleh Adelia yang kembali panik mendengar teriakan sang Lady.

"Haduh, Lady jangan berteriak and——"

"Kenapa bisa Pangeran Nicholas ada disini?" tanya Luisa dengan tidak sabaran memotong ucapan Adelia. Adelia menghela nafas, lalu menggelengkan kepala pertanda ia sendiri tidak tau.

"Kenapa kau tidak bilang dari tadi saja? Aku harus segera bersiap!" dengan cepat Luisa lompat dari kasur, berlari menuju kamar mandi. Adelia panas dingin dibuatnya.

"Lady jangan berlari begitu! Jika anda terjatuh, saya bisa mati!" Luisa tak menghiraukan rasa panik yang dilanda Adelia.

Pangeran Philips ada disini, di penginapan Helgen. Apa yang dilakukan Nicholas disini?

Luisa menyelesaikan ritual mandinya dengan cepat, ia tidak bisa terlalu lama membuat Pangeran kekaisaran Philips itu menunggu lama, belum lagi Pangeran itu adalah calon partner kerja samanya.

Luisa membiarkan rambutnya digerai, hanya diberikan pita bewarna pink muda sama dengan warna gaunnya. Ia juga hanya mempoles wajahnya tipis-tipis karena waktu yang terus berjalan.

Setelah selesai bersiap, Luisa meminta Adelia mengantarnya menuju tempat keberadaan Pangeran Philips itu.

Diperjalanan, tak henti-hentinya Luisa mengoceh mengomentari Nicholas yang datang sesuka hatinya saja.

"Apakah seorang Pangeran se senggang itu sampai datang ke kediaman orang lain pagi-pagi buta seperti ini?" Adelia hanya dapat terkekeh kecil mendengar ocehan Lady-nya.

Setibanya di tempat yang dituju, seorang pria tampan dengan perawakan tegas dan berwibawa tengah menyesap teh yang ada didalam gelasnya.

"Salam saya Pangeran Philips, selamat pagi dan semoga kebaikan selalu menyertai anda," Pangeran Nicholas mengangkat sebelah alisnya, ia menatap sekilas kearah Luisa lalu kembali menatap ke beberapa sudut.

𝐈'𝐦 𝐍𝐎𝐓 𝙻𝙰𝚄𝚁𝙴𝙽𝚃Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang