19. Ada apa denganNya?

296 29 0
                                        

Jangan lupa vote dan komen
follow juga : xexevitrex
typo tandai.
_____________________

HAPPY READING
_____________________

Malam yang gelap terasa mencengkram, udara dingin membuat siapapun akan langsung menutup tubuhnya dengan kain tebal agar tidak kedinginan. Hujan lebat diluar sana diiringi suara petir yang menyambar membuat suasana malam semakin menyeramkan.

Disebuah kamar, tepatnya diujung kamar itu, terlihat seorang gadis cantik dengan surai blonde-nya tengah meringkuk ketakutan saat suara petir menyambar. Tangan kecil itu memukul kepalanya sendiri.

"Amanda dimana kau, aku takut." Julie meneteskan air matanya. Amanda tidak ada. Mengapa Amanda meninggalkannya disaat-saat seperti ini? Tidakkah Amanda tau, jika tuannya ketakutan disini?

Jgerr!

Duarrr!

Julie semakin menunduk, menutup telinganya sendiri sekuat mungkin agar suara itu tidak masuk ke pendengarannya.

Angin semakin bertiup kencang saat jendela terbuka lebar. Tirai penutup jendela pun sudah basah karena air hujan. Air hujan juga perlahan membasahi keramik dikamar itu.

Julie tidak peduli. Ia-- terlalu takut.

"Hiksss ayah aku-- aku takut ayah," lirihnya masih tetap pada posisinya. Julie benar-benar takut.

"Ayah, aku ingin pulang hiksss."

Trauma yang diberikan oleh mendiang ibunya dulu masih amat berbekas dalam ingatan Julie. Melupakan kejadian mengerikan yang dialaminya waktu kecil dulu, sungguh tak bisa dilakukan oleh gadis itu.

"Ayah hiksss-- wanita itu datang ayah!"

Tubuh Julie semakin bergetar saat melihat seseorang memasuki kamarnya. Seorang wanita berjalan mendekatinya. Julie semakin meringkuk tak ingin terlihat oleh wanita itu.

"Hiksss Ayah dia datang,"

Julie menutup matanya, tangannya masih sesekali memukul kepalanya sendiri.

"Ayah dia mendekatiku," gumamnya.

Wanita itu terus mendekat, ia berjongkok tepat dihadapan Julie. Julie merasakan tatapan yang mengarah padanya semakin menyembunyikan diri.

"Pergi," suara Julie terdengar lirih, diikuti oleh isak tangisnya.

"Duchess apa anda baik-baik saja?" tanya wanita itu dengan nada khawatir.

"Pergi! Pergi! PERGII!" Pelayan wanita itu terkejut mendengarnya. Menatap Duchess nya, melihat kondisi sang Duchess yang dikatakan tidak baik-baik saja membuat pelayan itu khawatir.

"Duchess anda--"

"PERGI SIALAN! PERGI!" pelayan wanita itu sontak mundur, sungguh ia amat khawatir pada Duchess nya.

Memilih pergi dari sana untuk memberitahu kondisi Duchess nya pada sang Duke, pelayan itu berlari cepat menuju ruang kerja Duke Zergon.

𝐈'𝐦 𝐍𝐎𝐓 𝙻𝙰𝚄𝚁𝙴𝙽𝚃Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang