27.AYAH DAN ANAK

161 16 0
                                        

😘 Hay lagi reades 👋

Kita ketemu lagi
Dengan cerita yang menarik
Dan menantang tentunya
-
🌹🔥So, happy reading❤️🌹

Suara tebasan pedang dan suara revolver saling menyahuti,ditambah dengan bau besi berkarat yang sangat kentara.

Alan terus mengayunkan katananya yang sudah dibanjiri oleh darah korbannya,yang terus saja menetes.

Sama halnya dengan Reyhan,ia bahkan sudah tidak bisa menghitung lagi seberapa banyak peluru yang sudah ia habiskan.

Bahkan kedua tangannya sudah mati rasa Karena terus menembak tanpa henti sedari tadi.

Dari atas balkon Attaren terus memperhatikan apa yang sedari tadi mereka lakukan,padahal mereka tinggal menyerah saja kan.

Ya,mereka masih sangat muda makanya mereka lebih suka kerja keras.

"Sepertinya cukup untuk hari ini, bahwa mereka masuk dan urus sisanya,"ucapan Attaren yang kembali masuk ke dalam.

"Baik tuan,"balas Noah sang sekretaris.

Pintu mansion itu terbuka,terlihat Noah berdiri di tengahnya.

"Semuanya mohon berhenti,"ucap Noah membuat semua orang melihat ke arahnya.

"Sebelumnya mohon maaf atas sambutan yang tidak mengenakan ini kami akan menanggung semua kerusakan dari kedua belah pihak ucapnya sedikit membungkuk.

"Kita nggak peduli dimana Zyha sekarang,"teriak Feren.

"Nggak mungkin kan mafia kayak kalian cuma beraninya main sama anak-anak kayak kita,"

"Mohon maaf tuan,tapi sebelumnya tuan muda dan teman-temannya sekalian diminta untuk masuk ke dalam,"

"Tuan muda,maksudnya siapa,"tanya Feren.

"Kagak tahu gue,yang penting masuk aja dulu,"balas Aksel yang ikut mengikuti yang lainnya.

Semua sedikit tercengang saat memasuki ruangan dengan interior yang sangat mewah itu,sudah kayak istana aja.

"Kau masih ingat rumah Son!," tanya Attaren yang duduk sambil menyeruput  secangkir tehnya tanpa memandang lawan bicaranya.

"Ya, tentunya aku tidak akan melupakan tempat busuk mu ini Dad!,".

Semudah orang memandang dua orang beda usia itu dengan tatapan tak percaya.

Mereka seolah saling melempar tatapan tak suka satu sama lain.
Tapi, coba tebak keduanya adalah ayah dan anak, yang benar saja.

Tapi tunggu ada hal aneh yang belum bisa mereka cerna dengan otak versi udang mereka ini.

Bukan kah Alan anak dari pasangan Sinta dan Noval.Walau pun sedikit aneh karena mereka berdua masih sangat muda.ya,Alan lah yang menjawab persoalan yang Attaren ajukan membuat banyak pertanyaan di dalam otak mereka.

Tapi sekarang apa,tiba tiba ada seseorang yang Meraka tau seorang Mafia kelas atas dan juga SEO pembisnis terkaya saat ini adalah ayah dari teman mereka,ini sungguh tidak masuk akal.

Di tambah dengan mereka yang saling tidak suka,apa mereka bisa di sebut ayah dan anak.

"Jadi,ada perlu apa kau ke sini,"tanya Attaren santai.

"Bukanya kau lebih tau,apa dan kenapa aku ada di sini Dad!,"tanya Alan dengan urat uratnya yang kembali menegang.

"Apa kau ke sini karena menantu ku,"tanya Attaren.

"Siapa yang kau sebut menantumu tua bangka,dia hanya istri ku,"

"Ya,dia memang istri mu,tapi dia juga menantuku bukan,dan sepertinya kau punya banyak hal yang perlu kau jelaskan sebelum itu,"ucap Attaren sambil tersenyum meremehkan ke arah Alan.

"Jika sudah temui aku di ruang kerja ku, jadi jangan terlalu lama,aku akan menjenguk menantuku terlebih dahulu,"ucap Attaren yang pergi menaiki tangga.

"Apa Zyha baik baik saja,"

Bukan Alan yang bertanya,tapi Rey.
Sebenarnya sudah sedari tadi ia menahan diri untuk tidak membuka mulut nya,tapi sekarang ia sudah tidak tahan lagi.

"Oh,kau pasti kakaknya, karena kita juga keluarga jadi aku akan memberi tau mu,"

"Dia baik,dan mungkin dia sedang bermimpi indah sekarang,"ucap Attaren yang akhirnya benar benar menghilang dari pandangan mereka.

Dan sekarang disinilah,Alan sedang menyiapkan dirinya untuk semua hal buruk yang sebentar lagi akan terjadi pada diri nya.

"Lan, kita butuh penjelasan dari Lo sekarang,"suara berat Erion mendominasi,mewakili isi pikiran semua orang.

Alan menghela nafas panjang,ia tak bisa menghindar dari semua ini lagi.

***

Setelah penjelasan yang cukup panjang dan di lanjutkan dengan dengan sesi tanya jawab cukup menguras tenaga.

Dimana Alan menjelaskan kenapa dirinya tidak memberi tau mereka soal Attaren yang merupakan ayah kandungnya.

Pertama karena dirinya sendiri baru tau dua tahun lalu karena Noval dan Sinta sendiri yang memberitahu kannya.

Dan yang kedua karena dirinya tidak ingin orang lain tau kehidupan pribadi nya, apalagi saat ia tau kalau Attaren sang ayah adalah orang yang berpengaruh di dunia bawah.

Apalagi Alan tidak ingin menambah musuh lagi,musuh nya saja sudah cukup jadi nggak usah nyari lagi.

Dan yang ketiga dia malas harus menjelaskannya, karena pasti ribet seperti hari ini contohnya.

"Berarti Tante Sinta bukan ibu kandung Lo,"tanya Aksel.

Dan karena ini lah Alan tidak suka memberi tau atau menjelaskan semua ini kepada mereka.

Pasti nya mereka akan terus menanyainya dengan pertanyaan yang bahkan dirinya sendiri tidak tahu jawabannya.

"Kalau udah tau nggak usah nanyak,
Udah gue mau pergi,"ucap Alan pergi meninggalkan mereka di sana.

Masih ada hal lain yang lebih penting daripada menjelaskan suatu hal yang belum pasti dan bahkan dirinya sendiri tidak tahu.

Holla guys
Udah lama banget ya nggak
Update
Sorry banget 🙏🙏🙏
-
Tapi tetap ya jangan lupa Vote comment and share
-
Dadah 👋👋👋
Sampai ketemu di sini dengan
Capther yang lain nya

AttahalanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang