12. Dua Arah Buntu

215 16 2
                                        

Sudah seminggu berlalu, mereka tak pernah memiliki kesempatan untuk berbicara dengan gadis itu. Maupun Kiba, dan gara tak dapat mencegah Naruto sebelum kelas berakhir.

Naruto selalu hadir di sekolah, namun gadis itu datang pada saat bell berbunyi. Dan kembali hilang saat jam istirahat, lalu kembali datang jika jam pembelajaran kedua di mulai.

Saat ini mereka tengah berada di taman belakang sekolah, jam sudah menunjukkan pukul 4 sore hampir setengah 5, itu berarti mereka sudah pulang 1 setengah jam yang lalu.

"Tadi, Naruto masuk?" Shikamaru Bertanya pada kiba, melihat wajah murung sang terkasih membuat Shikamaru begitu merasa prihatin.

Mengangguk, kiba menatap teman-teman barunya "seperti biasa, hilang dan pergi secara tiba-tiba" sahut kiba lesu

"Apa tak sebaik nya kita membawa kyu-nee saja untuk menemui nya?" Gara mengungkapkan gagasannya, gadis bersurai bata itu menatap satu persatu wajah temannya

"Itu, sulit" sahut neji

"Sulit?" Beo kiba

"Yah" sai mengangguk dan menghembuskan nafas kasar "kyubi dan Itachi berada di kediaman utama uchiha, dan kami tidak pernah kesana" ucap sai menjelaskan

"Bukan kah Sasuke salah satu uchiha?" Tanya kiba tak mengerti, ia menatap wajah tegang teman-teman nya termasuk gara.

"Kita tidak bisa membiarkan Sasuke ke sana" Shikamaru berucap pelan, ia menatap kiba teduh "lebih baik kita menemui Naruto terlebih dahulu, lalu kita akan berusaha untuk bertemu kyubi" usul Shikamaru

"Tapi bagaimana?" Tanya gara frustasi, gadis itu menggeleng sembari mengacak surai nya "Naruto saja selalu hilang begitu saja!" Lanjut nya frustasi

"Apa kau tau di mana rumah Naruto?" Neji menatap kiba

Mengangguk "aku tau, tapi sayang nya Naruto tak pernah kembali ke sana" ucap kiba menunduk

"Bagaimana kau tau " jawab Sasuke

"Kalian tinggal bersama?" Tebak sai, namun yang tak di sangka kiba malah mengangguk "kalian tinggal bersama?!" Ulang nya tak santai

"Naruto tak pernah kembali ke rumah" sahut Kiba dengan wajah murung

Kini semua nya terdiam mendengar penuturan kiba, lalu di mana mereka harus mencari Naruto jika saja gadis itu tak pernah pulang?

"Apa ada tempat lain yang sering di datangi Naruto?" Tanya Shikamaru, otak jenius nya berfikir tak mungkin Naruto tak memiliki tempat yang sering di kunjungi nya.

"Tempat?" Beo kiba

Neji mengangguk cepat, pemuda tampan itu menampilkan raut kelewat serius "seperti taman atau sebagai nya" ucap neji sembari menatap kiba yang nampak berfikir

"Setau ku Naruto tak memiliki tempat spesial, tapi tidak tau jika belakangan ini" sahut gara mengingat-ingat bahwa dulu Naruto hanya sekolah, pulang, berkerja, pulang, sekolah.

Kini semua mata menatap kiba, sedangkan yang di tatap hanya menggeleng pelan. Melihat respon yang tak seperti harapan, yang lainnya langsung saja mengembuskan nafas pasrah

"Tapi, mungkin aku tau Naruto di mana" sahut kiba tiba-tiba

Teman-teman nya yang lain pun menoleh dengan wajah kaget, melihat senyum Kiba mereka merasa mendapatkan secercah cahaya dari jalan buntu ini.

"Di mana?" Tanya Sasuke, pemuda bermarga uchiha itu nampak begitu serius.

"Pada saat kemah di hutan, kami tampa sengaja menemukan villa. Seingat ku di villa itulah Naruto menemukan jati diri nya, dan kalau tak salah ada figura besar yang berisi foto keluarga Naruto di villa itu. Mungkin Naruto berada di sana" jelas kiba

Vampir PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang