22. Memulai Cinta

129 7 0
                                        

Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : SasuFemNaru
.
.
.
.
.
Happy Reading

🍅🍥

Sudah seminggu sejak kejadian penyelinapan yang di lakukan Neji, Shikamaru, dan sai. Keadaan Shikamaru sudah pulih total, mereka sudah kembali bersekolah seperti biasa. Dan kejadian itu juga menjadi suatu hal yang baik untuk hubungan Naruto dan Sasuke, kedua nya nampak memiliki peningkatan dalam kedekatan.

Semua kembali seperti sediakala, namun bukan berarti mereka lalai. Mereka terus merasa waspada, mereka telah ketahuan menyelinap ke area uchiha. Mereka tidak mungkin tidak melakukan sesuatu, mereka harus tetap siaga dan tetap bersama agar mereka tak mudah di tangkap.

Rumah indah yang sederhana, ruang tamu yang luas dengan TV yang menyala, rumah berlantai dua itu kini terlihat ramai. Dulu rumah indah itu terasa sepi, namun kini berbagai macam suara entah tv, orang mengobrol, dan ocehan-ocehan lain yang membuat rumah tampak ramai.

Pintu kayu coklat terbuka dengan sangat pelan bahkan hampir tak menimbulkan suara, kaki jenjang yang putih perlahan terlihat melangkah keluar. Dengan langkah pelan dan anggun, ia berhenti tepat di tangga paling atas.

Netra indah secerah langit birunya menatap lurus kegaduhan yang ada di depan mata, sudah seminggu sejak kejadian itu mereka memilih tinggal bersama. Ini satu-satunya cara agar mereka aman dari uchiha, dan juga melindungi nya dari bangsawan vampir yang mengincarnya.

Selama ini memang belum ada pergerakan dari mereka, namun naruto takut posisi nya di ketahui.

🍅🍥

"Ya sai! Berhenti mengincar milikku!" Neji memberikan peringatan terakhir dengan geram, di sebelah nya sai tertawa kegirangan melihat emosi yang di keluarkan teman nya

"Karena kau yang mudah untuk di singkirkan terlebih dahulu" sai mengejek dengan pandangan yang lurus pada tv di hadapan mereka. di sebelah sai, Shikamaru tak banyak berbunyi, pemuda itu hanya fokus menekan tombol tiap tombol untuk mencapai kemenangan nya yang ke-3 sejak mereka bermain

"Kau hanya memberikan Shikamaru kemenangan yang mudah!" Mendengus, sai nampak tak peduli pada Neji

"Itu bagus, aku bisa mengambil kemenangan ke-3 ku lagi" Shikamaru menyahut dengan malas

Di lantai, tepat di sebelah kiri sofa.
Kedua gadis yang terduduk dengan nyaman sembari menonton di temani satu toples chiki menoleh pada para pemuda, mereka merasa terganggu karena oechan mereka.

"Apa mereka tak bisa diam hanya bermain game?" Kiba bertanya dengan raut kesal, gadis itu hanya melirik sekilas lalu kembali fokus menatap layar handphonenya

Mengedikan bahu acuh, gara memilih memakan chiki di toples dengan nikmat, namun sesekali gadis itu akan menoleh dengan sinis kala mendengar ocehan kekasih nya, lalu mendengus sebal.

Sasuke hanya menatap kelakuan teman teman nya dalam diam, pemuda itu duduk dengan anteng di kursi solo sembari melipat kedua tangannya di depan dada. Melirik jam di dinding, Sasuke bangkit hendak melangkah ke dapur.

Namun, kedua onyx nya tak sengaja menangkap penampakan mahkluk kuning tercinta yang tengah berdiri di tangga paling atas dengan tatapan kosong. Menggeleng pelan, Sasuke membuang nafas lelah.

(Kenapa suka sekali bengong seperti ini?) Sasuke membatin. kedua kaki nya membawa nya mendekati naruto, senyum nya merekah kala melihat gadis itu sama sekali tak menyadari kedatangan

Sedikit membungkuk, Sasuke menatap wajah Naruto dengan jarak yang begitu dekat. Wajah nya yang kini ia buat sejar dengan naruto membuat nya mudah memandang gadis itu, Sasuke menatap mata indah yang membuat nya jatuh cinta, alis yang cantik, bulu mata lentik, hidung mungil, lalu... Bibir semerah cerry. Ia tak tahan untuk tidak mengecup bibir itu kala melihat nya.

Cup

"Khe" Sasuke terkekeh gemas kala melihat Naruto mengerjap, entah dari mana pemikiran itu datang. Sasuke hanya berfikir menyadarkan Naruto dengan kecupan lembut, ia tak menyangka gadis itu akan memberikan reaksi lucu seperti saat ini.

Mengangkat kedua alis nya dengan jahil, Sasuke menatap lurus mata Naruto yang memandang nya marah.

"Kau! Bisa-bisa nya mengambil kesempatan dalam kesempitan!" Wajah Naruto memerah, entah karena marah atau karena malu atas apa yang di lakukan sasuke.

Menegakkan tubuhnya, Sasuke memberikan senyum manis. Senyum yang hanya di perlihatkan nya pada naruto, hanya Naruto seorang "ada apa hm? Aku hanya bingung kenapa kau selalu saja terbengong di saat ada kesempatan" Sasuke kembali menunduk, netra nya menatap kedua bola mata Naruto, mengunci pandangan gadis itu hanya padamya "naru.. ada apa?"

Tangan Naruto terangkat menyentuh dada nya tanpa sadar, hal itu sukses membuat Sasuke kembali terkekeh gemas. Sadar akan apa yang di lakukan nya, Naruto dengan tergesa membuang muka kesamping enggan menatap Sasuke yang masih tersenyum err senyum yang menggoda.

"Berhenti menatap ku dengan ekspresi itu, dan lagi apa-apaan senyum itu. Menyebalkan!"

Mengangkat alis nya, Sasuke menatap Naruto yang masih tak ingin menoleh padanya. Kedua tangan Sasuke terangkat menyentuh kedua sisi wajah Naruto, tangan besar itu menagkup pipi gadis itu dengan lembut membuat Naruto mau tak mau harus menatap nya.

"Kenapa kau begitu menggemaskan?" Suara Sasuke terdengar lebih berat, pendangan mata pemuda itu menatap penuh damba pada Naruto

Kedua bola mata Naruto terbelak, degub jantung nya semangkin menggila. Tatapan Sasuke membuat nya hanyut, wajah nya serasa memanas, ia seperti berdiri di hadapan perapian begitu dekat.

(Apa dia sebegitu mencintai ku?) Naruto membatin menatap sendu pada Sasuke yang dalam sekejap melunturkan senyum nya, seperti nya pemuda itu menyadari perubahan ekspresi nya

"Apa yang membuat mu sedih? Kau bisa bercerita padaku" nada suara Sasuke nampak melunak. Naruto merasa kan dapuan lembut di kedua sisi pipinya, kedua jempol besar itu membelai pipinya dengan amat lembut dan hati hati seakan jika ia salah bergerak dirinya akan terluka.

menutup kedua matanya, Naruto menikmati belaian Sasuke di kedua pipinya. Tangan Naruto terangkat menggenggam kedua tangan Sasuke yang masih berada di pipinya, tatapan gadis itu nampak lembut menatap kedua mata Sasuke yang nampak memperlihatkan keterkejutan nya atas tindakan nya yang tiba-tiba.

"Aku hanya berfikir ini mimpi.." Naruto tersenyum, ia menarik tangan Sasuke menjauhi pipinya. Menumpuhkan kedia telapak tangan Sasuke di atas telapak tangan kirinya "aku hanya merasa di cintai begitu hebat saat ini.." liquid bening mulai menetes dari kedua bola mata Naruto. Di tempanya, Sasuke tertegun.

Pemuda itu nampak terkesiap mendengar penuturan Naruto, namun di detik kemuda pemuda itu mengatakan dengan tegas "aku mencintaimu, dan hanya dirimu" tangan kanan nya terangkat menghapus air mata yang menetes, sebelum akhirnya membawa gadis itu ke dalam pelukan nya.

"Terimakasih, aku akan berusaha mencintai mu" Sasuke mengangguk dengan cepat, ia tak masalah kapan Naruto akan membalas perasaan nya. Mereka mate, apapun yang terjadi mereka akan tetap di pertemukan dan akan tetap bersama.

TBC

Vampir PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang