15. Petunjuk

174 16 1
                                        

Kiba, gara dan yang lainnya tampak kaget mendengar penuturan Naruto, bukan maksud mereka datang ke sana untuk menghancurkan villa itu. Mereka memiliki tujuan lain, dan itu untuk membantu Naruto.

"Itu bukan tujuan kami" mendapati keterdiaman teman nya, Sasuke menyahut. Wajah pemuda itu tampak tak berekspresi, namun sorot mata nya melembut kala bersibobrok dengan manik sapphire Naruto.

Di sofa, Shikamaru tampak mengangguk menyetujui Sasuke. Pemuda itu berdiri dan menatap Naruto yang masih dalam posisi awal nya "kami ke sana untuk menemui mu, dan membuat rencana untuk mempertemukan mu dengan kyubi-san" yang lain tampak mengangguk mendengar penjelasan Shikamaru.

Tak bergeming, Naruto menatap Shikamaru dengan datar. Gadis itu bahkan tidak perlu repot-repot untuk merespon bahkan hanya sekedar lirikan mata, Naruto hanya diam memandangi Shikamaru dengan ekspresi yang sulit untuk di tebak.

"Naru.." Naruto menoleh, menatap gara yang baru saja memanggil nya "kita semua teman.., dan sebagai teman mu kami ingin membantu.." gara berucap dengan tulus, Naruto mengetahui itu.

"Kau tak perlu melakukan semua nya sendiri naruto" kini Naruto beralih menatap neji "bukankah kita teman, sesulit apapun itu kami bersedia membantu mu" yang lain pun mengangguk menyetujui, mencoba meyakinkan Naruto.

"Setidaknya, walau tak memiliki kekuatan spesial. Aku bis membantu menyelinap ke rumah utama uchiha" sahut sai memasang senyum palsu nya.

"Lihat?" Kiba merentangkan tangan nya, menatap satu persatu wajah teman nya sebelum berakhir menatap wajah Naruto "kami semua ada untuk membantu mu naru.." kiba melemparkan senyum nya pada Naruto.

Diam tak bergeming, Naruto hanya menatap kosong pada tempat teman teman nya berada. Gadis itu tampak tak fokus, bahkan ia tak sadar bahwa kini air mata sudah turun mengalir di pipi kanan nya dengan mulus.

"Naru?" Kiba tampak panik kala melihat Naruto menangis dalam diam, ia begitu mengerti penderitaan gadis itu. Kyubi meninggal kan nya tanpa alasan, bahkan Naruto sudah menangisi kepergian kakaknya itu karena ia pikir kyubi di mangsa vampir. Namun apa yang Naruto dapat, kebohongan besar yang terungkap.

"Nar-" kiba terdiam di tempat nya, tubuh nya seketika kaku.

Melihat ke anehan pada kiba, Shikamaru dengan cepat menyentuh bahu gadis itu. Tubuh kiba tampak bergetar ketakutan, namun di sisi lain Shikamaru tak mendapatkan respon akan guncangan nya pada tubuh kiba.

"Kiba!!" Shikamaru mencoba menyadarkan kiba yang menatap kosong pada Naruto yang masih menunduk dengan air mata yang membasahi pipi gadis pirang itu "kiba!! Hei!!"

"Apa yang terjadi?!" Gara bertanya dengan panik, gadis itu bahkan ikut menghampiri kiba.

"Neji! Neji! Lakukan sesuatu!" Sai berteriak panik, di pikiran nya hanya tertuju pada satu orang,  ya itu neji.

"Aku? Apa yang harus aku lakukan?" Neji bertanya bingung, keadaan di hadapan nya sudah mulai kalut. Shikamaru dan gara tampak khawatir dan amat panik di depan sana.

"Jurus yang pernah kau lakukan pada sai, bisakah kau mencoba nya pada Kiba?" Tanya Sasuke dengan raut wajah serius

Shikamaru dan gara tampak terdiam sesaat, kedua nya menoleh menatap neji dan Sasuke bergantian.

"Nah itu dia yang ku maksud!" Sahut sai menunjuk neji "coba lakukan hal yang sama pada Kiba"

"Gila!" Mengumpat, neji mengusap wajah nya kasar. Pemuda itu menatap sai dan Sasuke bergantian, tak habis pikir "apa kalian menyamakan sai yang seorang vampir dengan kiba yang manusia?" Tanya neji tak habis pikir

"Tiada salah nya mencoba, neji!" Sasuke kekeuh untuk memaksa Neji melakukan nya

"Tapi..." Neji pada akhirnya menatap Shikamaru, teman nya itu tampak berfikir sebelum akhirnya mengangguk pasrah "hah~ baiklah. Pegang lengan nya dengan erat... Aku mulai"

Tak
Tak
Tak

Bug!

"Uhuk!" Shikamaru denga gesit menangkap tubuh kiba yang limbung ke depan, kiba tampak meraup udara dengan rakus.

"Kiba, apa ada yang sakit?" Shikamaru menarik khawatir kiba yang menatap nya sendu, gadis itu tampak pucat dengan bibir yang bergetar.

"Ada apa? Kenapa tiba-tiba kau seperti tadi?" Gara mengambil posisi jongkok di hadapan kiba, gadis itu mengusap peluh yang sudah membanjir dahi sahabat nya.

"Naru-" kiba kembali meraup oksigen dengan rakus, manik gadis itu terus melirik khawatir pada sosok Naruto yang masih menunduk "naru!" Teriak kiba tiba-tiba, mengagetkan semua orang "naruto!! Sadar!!! Jangan biarkan doa menguasai mu naruto!!!"

"Kiba apa yang kau katakan?" Neji dan beralih mendekati kiba, sedangkan Sasuke menatap Naruto yang terlihat aneh. Gadis itu masih berada di dalam posisi nya, dan tak bergerak sejak tadi.

"Ada yang menguasai diri naruto!!" Kiba menatap khawatir pada Naruto, namun gadis itu secara tiba tiba menatap Sasuke "Sasuke selamat kan naruto!!" Pinta nya setengah menangis

"Apa yang terjadi?" Tanya Sasuke tampak masih terdiam di tempat nya

"Tiada waktu Sasuke!!! Selamat kan naruto!!" Teriak kiba menggelegar

Mendengar itu, Sasuke dengan cepat berlari menghampiri Naruto. Pemuda itu memeluk tubuh Naruto yang amat dingin, suhu tubuh gadis itu berubah drastis. Dengan lembut, Sasuke menggenggam jemari naruto. Jemari yang dulu hangat, kini terasa seperti bongkahan es. Bahkan ini melebihi suhu tubuh vampir pada umum nya, apa yang sebenarnya terjadi.

"Naruto.." Sasuke berbisik dengan lembut di ceruk leher Naruto, namun tak ada respon yang di dapat kan oleh Sasuke.

"Sasuke awas!!" Sasuke menatap sai yang menggenggam kerah belakang nya, sepupu nya itu tampak menatap lurus pada Naruto.

"Kelelawar? Kenapa bisa ada kelelawar di pagi hari?" Gara bertanya dengan raut bingung, setau nya kelelawar hanya beraktifitas di malam hari.

"Sudah pasti itu bukan kelelawar biasa!" Sahut Shikamaru

Mendengar penuturan Shikamaru, neji mengambil langkah selangkah lebih do hadapan gara. Melindungi gadis itu dari kemungkinan bahaya "jika begitu kelelawar ini berbahaya" ucap neji menatap nyalang kelelawar yang terang mengelilingi naruto.

"Siapa kau?" Kiba bertanya dengan berani, sebab kelelawar ini bukan makhluk yang di lihat nya mengendalikan Naruto.

Kelelawar itu tak lain dan tak bukan adalah clue, kelelawar yang ikut dengan Naruto untuk tinggal di rumah ini. Jika sebelumnya clue hanya diam dan melindungi kamar mendiang tuan nya, kini ia harus mengikuti Naruto ke tempat tinggal baru nya. Karena villa yang di lindungi nya sudah tak lagi berbentuk, untuk apa ia tetap berada di sana?

Clue hinggap dengan tenang di bahu kiri Naruto yang masih terdiam dengan tubuh kaku, melirik nona nya clue menatap khawatir. Kelelawar mungil itu tak gentar di tatap bagai musuh oleh empat vampir muda di hadapan nya, terlebih lagi satu dari keturunan uchiha.

"Tolong, selamat kan nona ku"

TBC

Vampir PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang