24. Tamu Takterduga

93 7 1
                                        

Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pair: SasuFemNaru
.
.
.
.
.
Vampire Princess
.
Happy Reading
.

Acara kelulusan berjalan dengan lancar tanpa hambatan, malam semangkin larut dan kini mereka sudah tiba di rumah mereka. Yah sebut saja itu rumah mereka setelah mereka memutuskan untuk tinggal bersama.

"Ahh aku lelah sekali" sai menghempaskan tubuh nya ke sofa dengan tangan yang merentang, di sebelah nya Shikamaru dan neji nampak mendengus sebelum ikut menduduki tubuh mereka.

Kiba dan gara saling menatap sebelum mengangguk, mereka berdua berdhm mengambil atensi yang lainnya "kami akan istirahat sekarang kalau begitu" ucap kiba

Di sebelah kiba gara tampak mengangguk "yah kami merasa lelah"

Shikamaru dan neji lantas mengangguk, mereka bertiga memutuskan untuk tetap berada di sana. Suasana kembali hening sebelum akhirnya neji menyadari kejanggalan, netra pemuda itu melirik sekitar mereka sebelum berkata

"Di mana Sasuke dan Naruto?" Pertanyaan itu keluar begitu saja saat tak mendapati atensi kedua teman nya itu

Di sebelah nya Shikamaru nampak ikut menoleh, pemuda itu menatap sekelilingnya lalu fokus pada pemandangan di luar jendela. Hanya ada mobil mereka di luar sana, itu berarti Sasuke dan Naruto belum juga tiba

"Mereka belum kembali" entah itu pertanyaan atau jawaban untuk pertanyaan neji

"Ah paling Sasuke menghabiskan waktu dengan naruto, secara jika di sini mereka tidak bisa karena ada kita" sai menyahuti dengan malas, pemuda itu bahkan tak perlu repot membuka mata nya.

Shikamaru dan neji saling melempar pandang, keduanya memiliki kekhawatiran yang sama namun tetap memilih diam. Tak berselang lama, suara mesin mobil mulai mendekati pekarangan rumah lalu perlahan menghilang.

Neji dan Shikamaru berdiri dengan tubuh menegang saat melihat Sasuke muncul dari balik daun pintu, kedua pemuda itu kembali melempar pandang sebelum kembali menatap Sasuke dengan raut khawatir.

Sasuke menukik kedua alis nya dalam kala melihat ekspresi kedua teman nya, pemuda itu beralih menatap sai yang tampak diam di sofa "Naruto sudah tidur?" Pertanyaan Sasuke mengundang kecemasan bagi Neji dan Shikamaru, bahkan sai yang sejak tadi bodo amat pun membuat kedua matanya.

Pandangan Sasuke berubah tajam saat mendapati keterdiaman teman nya, reaksi berlebihan sai juga tak luput dari netra kelam milik nya "jangan katakan Naruto tidak bersama kalian?"

"Sejak awal Naruto memang tidak bersama kami Sasuke" shikamaru menyahut, terlihat jelas Shikamaru mencoba mengontrol dirinya agar tetap tenang.

Di sebelah Shikamaru neji mengangguk, berbeda dengan Shikamaru yang mencoba tenang tubuh neji malah sebaliknya "bahkan kami menunggu kedatangan kalian berdua, karena sudah pasti Naruto akan kembali bersama secara kalian pergi bersama" neji nampak panik

"Tidak ada waktu, kita harus kembali ke sekolah dan mencari Naruto!!" Sai berucap panik, bagaimana jika uchiha mulai bertindak. Atau lebih buruk nya bangsawan yang dulu mengincar naruto kini telah kembali mengincar gadis itu.

Wajah Sasuke berubah suram, kedua netra nya sudah berubah menjadi nerah dengan pola khas uchiha murni. Kedua tangan terkepal erat di masing-masing sisi tubuh nya, aura hitam yang berbahaya menguar menyatu dengan udara.

Tanpa berkata apapun Sasuke berbalik pergi, melihat itu Neji dengan cepat berlari menyusuri langkah lebar Sasuke.

"Kita tidak ada waktu shika!" Sai berucap dengan raut wajah tak tenang kala Shikamaru menahan nya.

"Tetap lah di sini sai, tidak mungkin kita meninggalkan gara dan kiba di sini" sai kembali tersadar, pemuda itu terdiam sejenak sebelum akhir mengangguk

"Baik! Kalian semua kembali lah bersama Naruto. Aku akan menjaga gara dan kiba dengan nyawaku" Shikamaru mengangguk mantap, pemuda itu berbalik menyusul Neji dan Sasuke yang sudah berada di dalam mobil. Entah kenapa ucapan sai sedikit membuat nya khawatir, namun dengan cepat ia menepis perasaan itu.

(Semoga semuanya baik baik saja) Batin Shikamaru

🍅🍥

Di sisi lain tepat nya di atap sekolah, seorang gadis bersuara pirang tampak berdiri terdiam dengan posisi kepala mendongak menatap langit malam. Jika orang melihat nya mungkin mereka berfikir gadis itu sedang menikmati malam yang indah, namun nyatanya gadis itu kini terperangkap sebuah ilusi.

Gadis itu-- Naruto. Dirinya sadar bahwa kini dirinya terperangkap sebuah ilusi, namun kenyataan memukul telak dirinya kala mengingat ilusi adalah kekuatan asal dari keluarga ayah nya, Namikaze.

Bahkan Naruto merasa rasa familiar, ini seperti dirinya tengah di peluk erat oleh kyubi. Menggeleng, Naruto menggeleng kan kepala nya dengan brutal "ini tidak mungkin, bagaimana bisa?!" Berbagai pemikiran negatif datang menghampiri Naruto, ilusi yang di lihat nya adalah kilasan balik bagaimana kehidupan keluarga nya dulu sebelum tragedi kematian orang tua nya.

Air mata telah membanjiri pipi putih mulus naruto, netra nya berubah semerah darah dengan garis vertikal. Tak lama bayang seseorang mulai terbentuk dari dedaunan yang terbang, kedua pupil naruto membesar menatap sosok yang berdiri tak jauh di hadapan nya.

"Kyu-nee.." Naruto bergumam lirih, air mata tak henti hentinya keluar. Di depan sana sosok kyubi tampak tersenyum teduh, gadis bersurai merah yang memiliki perawakan mirip sang ibu itu berjalan mendekati naruto.

Naruto mengigit bibir bawah nya erat menahan isak tangis yang menjadi, dirinya begitu merindukan sosok kyubi namun ia juga kesal saat kakak nya itu pergi tanpa mengatakan apapun pada dirinya.

"Kenapa?" Kyubi tersenyum menatap Naruto yang menatap nya, senyum kyubi semangkin lebar saat menyadari suara adiknya manis nya yang bergetar.

"Sudah saat nya kau ikut bersama ku naru, posisi mu sudah tak aman. Biarkan kami melindungi mu" Naruto menggeleng pelan, gadis yang lebih muda itu memberikan jarak antara mereka.

Kyubi hanya bisa tersenyum sendu kala melihat reaksi yang di tunjukkan naruto, dirinya sadar tindak kan nya sudah pasti membuat Naruto kecewa. Namun dirinya tak benar benar pergi, ia tak mungkin tega meninggalkan Naruto sendiri. Kyubi selama ini tetap mengawasi Naruto, bahkan saat shin melakukan serangan terkuat nya kyubi datang membantu. Naruto tentu tidak akan kuat menahan Serangan itu, tidak untuk saat ini.

Dan soal Naruto yang akan di ambil alih kekuatan nya sendiri, kyubi lah yang merasuki pikiran clue sehingga mereka bisa menyelamatkan naruto.

"Aku bisa melindungi diriku, dan mereka bisa membantuku" kyubi kembali fokus, netra merah nya menatap Naruto netra merah Naruto.

"Siapa mereka yang kau maksud? Sasuke?" Naruto terperangah mendengar penuturan kyubi, gadis pirang itu menatap kakaknya yang nampak memasang wajah datar "Sasuke sendiri belum cukup kuat untuk melindungi mu Naruto, bahkan untuk dirinya sendiri. Jadi tolong ikut bersama ku, setidaknya aku tidak akan mengecewakan ayah dan ibu"

TBC

Vampir PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang