"apa ada untuk ku?"
Serempak, ketiga orang yang sedang asik di meja makan menoleh ke asal suara. Ketiga nya tampak kaget, hingga tak mampu mengeluarkan kata-kata.
Gara dengan posisi menoleh dengan tangan yang memegang secangkir gelas berisi air putih, kiba dengan sendok yang berisi makanan di depan mulut nya yang sudah siap menyantap, dan Sasuke yang terpaku di tempatnya sembari menatap sosok Naruto yang berdiri di anak tangga terakhir dan menatap mereka.
Melihat ke-tiga teman nya yang terdiam, Naruto menggeleng pelan. Gadis pirang itu sempat berfikir 'apa kebangunan nya semengagetkan ini?' pikir nya heran.
Sadar, Naruto berdhm pelan. Langkah pelan Naruto membawa nya sampai di depan meja makan, gadis itu mengulas senyum tipis, amat tipis.
"Kiba... Apa ada untuk ku?" Tanya Naruto kembali
Ke-tiga nya tersentak dan akhirnya kembali sadar, dengan gerakan cepat gara dan kiba berdiri dan memeluk Naruto. Mereka begitu merindukan teman pirang nya yang sengaja menghindari mereka dengan terang-terangan, apa lagi mengetahui kejadian kemarin mereka begitu khawatir pada Naruto.
Berbeda dengan gara dan kiba, Sasuke hanya diam terdiam sembari menatap Naruto yang tampak membalas pelukan kedua sahabatnya. Namun dalam diam nya pemuda itu, diam diam Sasuke mengucapkan syukur dalam hati kala melihat Naruto berdiri tegak di hadapan nya.
"Kami begitu menghawatirkan kamu naru.." gara melepaskan pelukannya, menuntun Naruto pelan memuji kursi kosong di sebelah kiba.
"Bagaimana perasaan mu? Apa ada yang tak nyaman?" Tanya kiba, masih tampak khawatir "seharusnya jangan langsung kemari, kami baru saja akan mengecek mu setelah makan" lanjut kiba.
"Maaf buat Kalian khawatir, dan maaf karena udah menghindar selama ini. Aku tidak tau, tapi aku bingung harus bagaimana jadi aku memilih menghindari kalian. Karena aku gak mau kalau sampai bangsawan vampir yang dulu mengincar ku sudah sadar bahwa aku masih ada di dunia, dan kalian akan terjerumus ke dalam masalah ini juga" jelas Naruto panjang, gadis pirang itu tampak menatap gara dan kiba dengan rasa bersalah sebelum akhirnya menunduk kan kepalanya.
"Perlu kau tau, bahwa kami akan membantu mu" suara bass Sasuke memasuki indra pendengaran naruto, dan dalam sekejap gadis itu mengangkat kepalanya nya menatap Sasuke "kami, akan selalu di sisi mu"
Alis Naruto mengerucut hampir menyatu, ia sempat melupakan keberadaan pemuda itu tadi "Sasuke.." gumam Naruto, amat kecil. Bahkan tak ada yang mendengarnya, hanya bibir pucat nya yang tampak bergetar menyebutkan nama si bungsu uchiha.
"Naruto!" Tepukan di bahu nya kembali menyadarkan naruto, ia menatap gara yang tampak menatap nya khawatir. Sebuah piring di letakkan di hadapan naruto, gadis itu menoleh dan mendapati kiba yang kembali meletakkan segelas air putih.
"Kau tampak pucat naru.. makanlah" ucap kiba sembari tersenyum, namun sorot mata gadis itu tampak khawatir
Naruto menatap kiba, lalu beralih menatap makanan di hadapan nya, dan beralih menatap Sasuke yang juga tampak menetap nya. Namun, Naruto terpaku pada segelas cairan merah yang tinggal setengah di depan Sasuke.
Sasuke menatap aneh Naruto, manik gadis itu berkilat merah lalu kembali seperti semula. Ia mengikuti arah pandang Naruto yang ternyata gadis itu menatap gelas yang berisi darah ayam di hadapan nya, tanpa ragu Sasuke menyodorkan gelas itu di hadapan Naruto sukses membuat kiba dan gara melotot padanya.
"Minumlah" ucap Sasuke menyodorkan gelas yang berisi darah ayam yang tadi sudah sempat di minumnya
"Sasuke apa yang kau lakukan?" Tanya gara mendorong pelan tangan Sasuke yang menyodorkan gelas berisi darah "Naruto tidak perlu itu!" Ucap gara tegas
Kiba menatap wajah Naruto, gadis itu terpaku pada netra merah Naruto dan taring panjang gadis itu "sepertinya Naruto membutuhkan nya gara, bagaimana pun juga Naruto adalah vampir" sahut kiba
Sasuke mengangguk, pemuda itu menatap gara sekilas lalu kembali memandang Naruto yang terus menatap gelas di tangan nya "Naruto memang membutuhkan, untuk memulihkan tenaga nya" setelah mengucapkan itu Sasuke kembali menyodorkan gelas nya pada Naruto.
Naruto mengambil gelas yang di sodorkan Sasuke dengan cepat, tak lama gadis itu meminum darah di gelas itu tanpa ragu. Gara dan kiba memejamkan mata nya tak sanggup melihat, sedangkan Sasuke tersenyum menatap Naruto yang tampak amat cepat menghabiskan isi gelas itu.
"Bagaimana? Apa kau merasa lebih baik?" Tanya Sasuke sedikit mencondongkan tubuh nya pada Naruto
Gara dan kiba kembali menatap Naruto, gadis itu mengelap sisi bibir nya dengan punggung tangan. Mata gadis itu sudah kembali seperti sedia kala, dan taring nya sudah tak ada lagi.
"Nar-"
"Uek-"
"Uek.." Naruto menutup mulut nya dengan cepat, gadis itu tampak ingin memuntah kan apa yang baru saja di minum nya
"Naruto hei!" Kiba dengan panik mengusap punggung Naruto sembari menyodorkan segelas air putih pada gadis itu.
"Apa kau merasa mual setelah minum darah ayam tadi?" Tanya gara sembari memijat pelan tengkuk naruto
Naruto yang hendak meminum air yang di sodorkan kiba, kembali menutup mulut nya karena rasa mual yang kembali menyerang Setelah mendengar ucapan gara.
Sasuke terkekeh geli, ia berfikir mungkin Naruto baru pertama kali meminum darah. Pemuda itu berdiri mengambil langkah mendekati naruto, melihat itu kiba dan gara menggeser diri memberikan ruang pada Sasuke.
"Apa semual itu?" Tanya Sasuke sembari terkekeh, Naruto tak menjawab. Gadis itu masih sibuk menutup mulut nya dan hanya membalas Sasuke dengan lirikan mata yang sudah berkaca-kaca menahan agar isi perut nya tak keluar.
Sasuke mengeluarkan sebuah pill dari saku celana nya, membuka bungkus pill itu dan melahap nya. Dan dengan pelan, Sasuke mendekati Naruto. Tangan pemuda itu meraih tangan Naruto yang menutupi mulut gadis itu, sedangkan tangan sebelah meraih tengkuk Naruto.
Dalam sekejap, kiba dan gara di buat merona di tempat oleh tindakan sasuke. Kedua nya serempak mengalihkan wajah tak ingin melihat Sasuke dan naruto.
Naruto? Gadis itu tampak melotot kaget menatap wajah Sasuke yang berada amat dekat dengan nya. Mata pemuda itu juga terkunci padanya, namun benda kenyal di bawah memanggut bibir nya mesra.
Merasakan sesuatu yang di dorong ke dalam kerongkongan nya Naruto sempat memberontak, namun Sasuke dengan kekuatan nya jelas bukan lawan yang imbang untuk nya. Dengan terpaksa, Naruto menelan sesuatu yang di duga nya adalah sebuah pill yang di berikan Sasuke.
Setelah memastikan Naruto menelan pill itu, Sasuke pun melepaskan pangutan nya. Dengan lembut, Sasuke membersihkan sisa saliva di dagu Naruto dengan tissue yang ada di meja makan.
"Bagaimana? Apa sudah mendingan?" Tanya Sasuke, masih di posisi yang berada dekat dengan Naruto.
Tak menjawab, Naruto justru mengalihkan tatapan nya. Mungkin gadis itu berfikir, apa pemuda itu tak malu Setelah melakukan sesuatu, sesuatu yang- yang-. Naruto kembali menggeleng, wajah semangkin memerah kala adegan beberapa menit lalu berputar di kepalanya.
"Sudah tidak mual kan?" Tanya Sasuke kembali setelah di abaikan
"Sudah! Tapi kau tak perlu melakukan itu!" Naruto berucap tanpa menoleh pada Sasuke
"Apa? Aku hanya membantu mu meminum pill itu" jawab Sasuke santai
"Ya! Tidak perlu dengan menci-" Naruto menjeda kalimat nya, wajah nya semangkin memerah
"Menci apa?" Tanya Sasuke menyeringai
Naruto menoleh, menatap Sasuke dengan sorot mata tajam "pokoknya kau tidak perlu melakukan hal seperti tadi!" Ucap Naruto dan kembali mengalihkan tatapan nya
"Kenapa? Lagi pula itu hanya sebuah ciuman.. lagipun kita adalah pasangan yang di takdirkan" sahut Sasuke
Kiba dan gara hanya saling menatap, sedari tadi kedua nya tak pernah menoleh bahkan hanya untuk sekedar melirik apa yang di lakukan Naruto dan Sasuke. Cukup sekali mata mereka di nodai.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampir Princess
VampireNaruto tak pernah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, sehingga pada suatu kejadian membuat nya mengetahui siapa dia dan kedua orangtuanya. Fakta memukul telak dirinya, kehilangan Nee-san nya karena sosok Vampire bukan lah alasan. Apa yang akan...
