"jadi? Bagaimana cara kita menemukan kyubi-san?" Neji menatap teman teman nya, pemuda itu duduk bersandar di sofa dengan raut wajah bingung.
"Jika ingin membantu nona naru, kalian hanya perlu menemukan nona kyubi untuk nona naru.. karena ini menyangkut hidup nona naru" jelas clue
"Apa sangkut paut kyubi dan Naruto?" Tanya Shikamaru merasa janggal, mata elang shikamaru menatap tajam pada hewan mungil yang bertengger di atas meja, di tengah tengah antara mereka.
"Aku ingat sesuatu!" Kiba mengangkat tangan nya tinggi, pekikan gadis itu mampu mengambil seluruh atensi "Naruto pernah memperlihatkan ku buku peninggalan ibu nya, di sana tertulis keluh kesa dari ibu naruto. Jika tidak salah, ibu Naruto sempat berpesan jika saja Naruto menemukan jati dirinya, ibu Naruto berharap kyubi berada di sisi Naruto untuk membantu Naruto mengendalikan kekuatan nya" kiba menghentikan cerita nya, gadis itu menatap serius pada clue yang juga menoleh ke arahnya "apa ini berkaitan dengan kekuatan ilusi itu? Bukankah kyu-nee memiliki juga? Benarkan?" Tanya kiba beruntun
Kini semua mata menatap clue yang masih beradu pandang dengan kiba "benar" clue mengangguk singkat, kelelawar itu beralih menatap sekeliling nya "nona kyubi di ajari langsung oleh tuan minato untuk mengendalikan kekuatan ilusi, walaupun kenyataannya kekuatan ilusi milik nona kyubi tidak besar. Tuan Minato hanya melakukan nya untuk berjaga-jaga, jadi.. untuk saat ini nona Naruto sudah mengetahui jati dirinya dan mulai menggunakan kekuatan nya. Hanya nona kyubi yang bisa membantu nona Naruto untuk mengendalikan kekuatan ilusi nya sendiri" jelas clue
"Aku dan Shikamaru akan ke kediaman utama Uchiha" ucapan sai yang tiba-tiba sukses mengagetkan teman-temannya, namun pemuda itu tampak santai. Berbanding terbalik dengan shikamaru yang melotot tak terima.
"Apa maksud mu dengan ku?" Tanya Shikamaru tak terima
"Kau memiliki kekuatan telepati, dan kediaman uchiha di lindungi dari telepati apapun di luar kawasan nya. Jadi kita harus memasukan perbatasan kawasan uchiha dan kau bisa memulai telepati untuk memanggil itachi!" Jelas sai tiba-tiba mengusulkan ide nya
"Aku setuju!" Sasuke dengan cepat bereaksi, pemuda itu memasang raut yang begitu serius "jika kalian ketahuan, kalian bisa beralasan datang untuk menemani sai ke kediaman cabang" ucap Sasuke
"Kalau begitu aku akan membantu untuk membuka jalan untu kalian, agar kalian sampai dengan mudah" ucap neji
"Tidak perlu takut ketahuan, aku akan melindungi kalian dengan ilusi ku" sahut clue tiba-tiba, semua kini menatap kelelawar kecil itu kemudian Tersenyum
"Kalau begitu serahkan Naruto kepada kami!!" Sahut gara penuh semangat
"Ya kami akan menjaga Naruto!" Timpal kiba
"Tidak perlu khawatir, karena aku juga di sini" sahut Sasuke sembari tersenyum tipis, semua terpaku pada pemuda itu. Sebab baru kali pertama mereka melihat Sasuke tersenyum, walau begitu tipis.
Shikamaru mengangguk semangat, ia yang sebelumnya menolak usulan sai akhirnya menerima dengan hati senang. Melihat perubahan Sasuke dan ketulusan di mata pemuda itu, cukup membuat shikamaru senang melihat kepribadian baru teman nya itu.
🍅🍥
Pagi kembali menjelang, matahari mulai menampakkan dirinya. Mengganti kan sang rembulan yang terjaga semalaman, kicauan burung terdengar indah, angin sejuk di pagi hari begitu segar, cahaya matahari pagi yang begitu hangat mampu menjernihkan mata dan telinga.
Di pekarangan sebuah rumah yang luas, berdiri muda mudi yang tampak tengah berbincang. Mereka adalah sasuke dkk, kiba, dan gara, mereka berdiri tepat di depan pintu utama.
"Pastikan kalian kembali tepat waktu" ucap gara melemparkan senyum, gadis itu nampak khawatir namun ia mencoba menutupi kekhawatiran nya dengan senyum positif.
"Tetaplah bersama apapun yang terjadi, usahakan kalian tidak terpisah" timpal kiba. Berbeda dengan gara, kiba dengan terang-terangan menunjukkan raut khawatir nya. Gadis itu nampak gusar, sorot mata nya tak tenang walau tak ada emosi di kalimat yang ia luncurkan.
Pagi ini, mereka mengantar kepergian sai, shikamaru, dan neji untu pergi ke perbatasan kawasan uchiha. Setelah kemarin berdiskusi hingga sore dan akhirnya mereka membolos sekolah, hari ini mereka memutuskan untuk tak buang-buang waktu.
Mereka sudah dapat izin untuk tidak masuk hari ini dari pihak sekolah, jadi mereka bisa fokus dan tenang dengan tugas masing-masing.
"Mungkin kami akan kembali sebelum petang" sahut neji, di sebelah nya sai dan Shikamaru tampak mengangguk.
"Dan mungkin hingga tengah malam" sahut shikamaru, perjalan yang akan mereka lalui tak mudah. Di hutan rimbun nan gelap yang tak pernah tersentuh manusia sudah pasti banyak vampir liar, itu tentu akan menyita waktu mereka. Terlebih lagi jika sudah mendekati perbatasan kawasan uchiha, itu akan lebih sulit.
"Intinya kami akan kembali secepatnya jika bisa" final sai
"Pastikan kalian melewati perbatasan bagian seletan, setidaknya pengawasan di sana lebih kendur di bandingkan yang lainnya" peringat Sasuke, ia tentu memahami bagaimana ayah nya membuat pertahanan. Ayah nya begitu serius, masalah perbatasan yang kecil akan menjadi besar. Lelaki paruh baya itu tak akan mau mendengarkam alasan.
"Tentu!" Shikamaru mengangguk "kami akan berhati-hati"
"Tolong jaga nona ku" clue berucap, sebelum akhirnya mereka berbalik pergi meninggalkan kediaman naruto.
🍅🍥
"Nah! Ayo kita makan" kiba berucap cukup keras setelah meletakkan beberapa hidangan di atas meja makan.
Gara dan Sasuke tampak berjalan mendekati nya, kedua nya menatap dua piring kosong dan ayam goreng tepung berserta tumis brocoli dibatas meja.
"Hanya ada dua?" Gara bertanya bingung, gadis itu melirik Sasuke dan kembali menatap kiba "untuk Sasuke?" Tanya gara
Kiba mengangkat alis nya tinggi, kemudian gadis itu menatap Sasuke yang sudah menduduki dirinya di meja makan "aku perhatikan Sasuke tak pernah makan saat di kantin, jadi aku pikir tak perlu menyiapkan untuk nya makanan. Jadi aku hanya menyiapkan segelas darah ayam untuk nya" sahut kiba dengan polos
"Ouh! Aku lupa soal itu" sahut gara merasa jika tindakan kiba benar
Kiba mengangguk, gadis itu kembali menatap Sasuke dengan raut polos nya "Sasuke?" Panggil Kiba
"Hn?" Sasuke menoleh dengan wajah datar, pemuda itu masih menggenggam ponsel nya. Sejak tadi tidak memperdulikan kedua gadis yang asik membicarakan soal makanan nya
"Kau minum darah ayam kan?" Tanya kiba ragu, pasal nya ia takut jika Sasuke hanya meminum darah manusia. Tidak mungkin bukan? Jika kiba harus mengambil darha manusia untuk Sasuke?
"Ya"
Kiba mengusap lembut dada nya, ia merasa legah mendengar jawaban Sasuke yang sesuai ekspektasi nya.
"Kiba! Ayo makan!" Gara menyadarkan kiba saat gadis itu hanya melihat kiba yang berdiri sembari mengelus dada nya dengan raut legah.
"Ah ya! Aku sampai lupa dengan makanan ku" sahut Kiba bersemangat sembari menarik tempat duduk di hadapan gara.
"apa ada untuk ku?"
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampir Princess
VampirosNaruto tak pernah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, sehingga pada suatu kejadian membuat nya mengetahui siapa dia dan kedua orangtuanya. Fakta memukul telak dirinya, kehilangan Nee-san nya karena sosok Vampire bukan lah alasan. Apa yang akan...
