Di ruang gelap yang terasa sempit dan lembab Kiba menatap kedua tangan dan kaki nya dengan pandangan lelah, kedua tangan dan kaki nya di borgol. Kepalanya nya terangkat Menatap cahaya yang terpantul dari besi borgol di kaki nya, lalu beralih menatap celah ventilasi atap di mana cahaya itu berasal.
Satu satu nya lubang udara di ruang pengap ini. Suara derit kunci yang bergesekan berhasil mengambil atensi nya. Mata nya menatap sepiring makanan di hadapannya yang tak pernah dirinya sentuh, ini sudah 7 hari sejak dirinya di sekap, dan selama itu pula Kiba tak pernah menyentuh makanan yang di berikan untuk nya. Iya hanya terus meneguk air di gelas yang ada setiap datang dengan makanan.
"Hei manusia"
Kiba diam, sama sekali tak bergeming walau hanya untuk sekedar melirik.
"Waktu mu hanya sampai fajar datang besok, jika si Namikaze itu tak datang menyelamatkan mu pada saat itu... Ucapkan selamat tinggal pada dunia ini"
"Siapa kau yang mengatur hidup dan matiku?" Kiba bertanya dengan santai, tak ada emosi apapun di balik kata kata nya. Cukup tenang dari sikap nya yang seharusnya.
"Khe!" Kekehan terdengar meremehkan di telinga, Kiba melirik sosok itu dengan wajah santai "aku memang bukan seseorang yang menentukan mati dan hidup mu, tapi aku bisa mengubah takdir mu untuk mati lebih cepat daripada seharusnya" jawab sosok itu dingin, amat menusuk.
"Souka?~" Kiba tersenyum, walau wajah sosok di hadapannya itu tak jelas. Kiba tau pria itu kini sedang menahan kesal "tapi itu tidak akan terjadi" lanjut Kiba dengan dingin "karena aku yakin teman teman ku akan datang... Dan pada saat itu KALIAN LAH YANG AKAN MUSNAH!!"
🍅🍥
"Baiklah, apa semua sudah siap?" Fugaku menatap bawahan nya yang di pimpin oleh shin
"Ha'i uchiha-sama!" Jawab mereka serempak
"Baiklah, mulai perjalanan kalian!" Perintah fugaku
"Kak, Shikmaru akus serahkan bagian perbatasan pada kalian" Naruto menatap kakak nya dan Shikamaru secara bergantain
"Serahkan ini pada kami Naru" kyubi menepuk kepala Naruto pelan dan berajan menyusuk Shin dan pasukan uchiha
"Kami akan menuntaskan tugas kami" ucap Shikamaru mantap
Naruto mengangguk menanggapi dan tersenyum, netra biru nya menatap punggung kakak nya dan Shikamaru yang hilang di balik pepohonan. Tatapan nya beralih menatap gara yang menunduk, masih dalam keadaan menangis.
5 hari dirinya membutuhkan waktu untuk pulih dari ritual vampir nya, dan pada saat ia sadar dirinya mendapati gara yang sedang bertengkar dengan Neji karena masalah ingin menjadi vampir
"Gara?"
Gara mendongak dengan pelan aka mendengar suara Naruto, gadis itu mengigit bibir bawah nya mencoba menahan Isak tangis yang ingin keluar
"Kau bukan kah Beban, kau harus tau itu... Tenang saja, aku-- ah maksudku kami akan membawa Kiba dalam keadaan hidup! Itu Janji ku sebagai seorang sahabat" senyum Naruto mengembang kala gara berlari untuk memeluk nya, kedua tangan Naruto terangkat mengelus pelan punggung gara yang bergetar.
Tatapan nya beralih pada mikoto dan fugaku "paman, bibi, aku titip teman ku.." ucap nya pelan, melepaskan pelukan gara
"Tenang saja Naru... Teman mu akan aman di sini" mikoto menarik gara pelan ke dalam dekapannya.
"Terimakasih" sahut Naruto tersenyum
"Gara... Kami akan membawa kiba, kau tenang saja" Neji mengelus pelan puncak kepala gara
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampir Princess
VampirosNaruto tak pernah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, sehingga pada suatu kejadian membuat nya mengetahui siapa dia dan kedua orangtuanya. Fakta memukul telak dirinya, kehilangan Nee-san nya karena sosok Vampire bukan lah alasan. Apa yang akan...
