(mate? Jadi dia juga menyadari nya?) Naruto terdiam mendengar penuturan Sasuke, Fokus nya kini hanya pada kata *mate* yang terus berirama di kepala nya
Sedangkan Sasuke menatap Naruto yang tak menanggapi ucapan nya sama sekali, pemuda itu sempat berfikir mungkin Naruto diam karena marah padanya. Namun sorot mata yang terlihat kosong membuat Sasuke mulai merasa panik, kejadian kemarin kembali terlintas di kepala nya.
Bagaimana Naruto terdiam bak patung, bagaimana suhu gadis itu melebihi suhu vampire pada umumnya, bagaimana pucat nya tubuh gadis itu, dan di perpotongan lehernya terdapat-
Membelak, Sasuke dengan gesit menyibak helaian surai pirang Naruto. Hembusan nafas lega di keluarkan nya kala tak mendapati gumpalan aneh seperti kemarin
"Apa yang kau lakukan?" Kiba dan gara seketika menoleh mendengar suara dingin naruto, wajah kedua nya nampak kembali khawatir kala mendapati wajah Naruto yang menatap Sasuke tanpa ekspresi
"Ak-u itu-" Sasuke tak dapat melanjutkan perkataannya kala manik nya bertatap langsung dengan manik sapphire Naruto, bola mata indah itu menatap nya dingin dan sinis
"Naruto? Hei? Kau tak apa? Jangan bilang kekuatan mu akan mengambil alih dirimu lagi?" Kiba bertanya sembari berjalan mendekati Naruto, gadis inuzka itu mengelus pelan punggung Naruto agar tenang
"Aku?" Naruto menoleh menatap kiba, wajah Naruto terlihat bingung "siapa yang mengambil alih diriku?" Tanya Naruto dengan kedua alis terangkat
"Ehem" gara berdhm mencairkan suasana, gadis bersurai merah bata itu berjalan mendekati meja makan "sudahlah, mari makan" sela nya mencoba mengganti topik, ia tak ingin Naruto mengetahui apa yang terjadi kemarin
"Tapi aku-" Naruto tak melanjutkan kalimatnya, gadis itu tampak menunduk sembari memejamkan mata nya erat, tangan kanan nya terangkat menyentuh kepala nya "-ugh!" Tubuh nya seketika limbung ke samping, untung Sasuke dengan cepat menangkap tubuh nya agar tak jatuh membentuk keramik yang keras.
"Hei! Kau tidaka apa, naruto?" Sasuke menepuk pelan pipi Naruto yang masih memejamkan mata, masih dalam dekapan nya Sasuke semangkin mempererat seakan tak ingin melepaskan Naruto begitu saja "naruto?!" Suara Sasuke naik satu oktaf mencoba membuat gadis pirang itu membuka mata.
Di belakang nya gara dan kiba nampak khawatir, kedua nya saling menatap ingin membantu namun tak tau apa yang harus mereka lakukan.
"Ugh.." Naruto mulai membuka mata nya, kepala nya terasa pening. Saat menyadari dirinya berada dalam dekapan Sasuke Naruto dengan cepat mengendalikan tubuh nya, mencoba berdiri walau hampir kembali terjatuh
"Naru ada apa?" Gara mulai mendekat, gadis itu tampak menelisik setiap ekspresi yang di keluarkan Naruto
Mengangguk, kiba ikut menatap Naruto "apa ini efek samping sisa kemarin?" Tanya kiba kepada Sasuke
Sasuke melirik kiba dan mengedikan bahu, netra nya kembali fokus pada Naruto yang menatap sekitar nya dengan tatapan aneh?.
"Naruto, kau mencari apa-" Sasuke
"-Di mana Neji, Sai, dan Shikamaru?" Naruto mengangkat wajah nya menatap Sasuke dengan mata merah nya, gadis itu tampak tak terkendali
Sasuke terdiam mendapati pertanyaan tiba-tiba Naruto, mendapati keterdiaman Sasuke Naruto beralih menatap kedua teman dekat nya, kiba dan gara.
"Di mana mereka, kiba, gara?" Naruto kembali bertanya, namun keterdiaman kiba dan gara yang di dapatkan nya. Melihat itu, Naruto tersenyum sinis, netra nya menatap kiba, gara, dan Sasuke bergantian "jadi kalian sepakat menyembunyikan sesuatu dariku?!" Mata Naruto berkilat menandakan dirinya benar benar marah
"Tidak begitu, naru kami-" kiba
"-kami apa?! Yang aku tau kalian menyembunyikan sesuatu dariku!" Naruto
"Kami bukan bermaksud untuk menyembunyikan itu Naru.."gara berucap dengan nada pelan, mencoba membuat Naruto tenang. Di sebelah nya kiba nampak mengangguk dengan cepat, gadis sudah terlihat pucat.
"Tapi kalian berniat menyembunyikan nya!" Bantah Naruto, ia beralih menatap Sasuke yang diam menatap nya "aku tanya sekali lagi, di mana mereka?" Naruto menatap tepat pada manik kelam Sasuke, pemuda itu masih belum mengeluarkan ekspresi. Namun sorot mata nya terlihat lembut menatap Naruto.
"Mereka pergi ke kediaman utama uchiha untuk mencoba bertemu dengan kakak mu, kyubi" kiba dan gara dengan cepat menatap Sasuke, mereka tak percaya Sasuke akan mengatakannya
"Mereka bersama clue?" Tanya Naruto
Mengangguk, Sasuke menghembuskan nafas pasrah "clue ikut untuk melindungi mereka, dan kami bertugas untuk menjaga mu di sini" ucap Sasuke
"Persetan dengan itu!" Hanya dalam satu kedip mata Naruto menghilang dari hadapan Sasuke, tindakan Naruto membuat Sasuke, kiba, dan gara panik
"Bagaimana ini?! Jangan bilang Naruto pergi menyusul mereka?!" Gara bertanya dengan panik
"Itu tidak mungkin, Naruto tidak tau di mana kediaman utama uchiha" sahut kiba, ia beralih menatap Sasuke yang hanya diam "bagaimana menurut mu Sasuke? Apa yang harus kita lakukan?" Tanya nya
"Kalian tetap di sini, biar aku yang menyusul Naruto" dengan itu Sasuke berlalu pergi meninggalkan kiba dan gara
🍅🍥
Di sisi lain, tepatnya di perbatasan kediaman utama uchiha. Neji, sai dan Shikamaru sedang memantau keadaan sekitar mereka, ini adalah area terlarang dan mereka tau itu, tentu nya mereka juga tai resiko apa yang akan mereka dapat jika ketahuan.
"Bagaimana Shikamaru? Apa kau bisa menghubungi itachi-nii?" Sai menatap Shikamaru yang sedang terdiam di tempat nya, pemuda itu tampak begitu serius
Menggeleng, lantas Shikamaru berkata "entah, aku tidak tau apa yang saat ini terjadi" menyandarkan tubuh nya pada batang pohon, Shikamaru menghembuskan nafas lelah.
"Apa maksud mu dengan tidak tau apa yang terjadi?" Neji bertanya dengan raut wajah pasrah hampir ke setres, mereka datang jauh jauh kemari dan pulang tanpa informasi apapun itu sangat sia sia.
"Apa kita sia sia datang kemari?" Clue, kelelawar yang mengabdi pada keluarga namikaze itu menatap ketiga pemuda di hadapannya, ia dengan santai bergelantungan di dahan kecil pohon yang kini tengah mereka duduki "ilusi ku tak bisa bertahan lama, usahakan secepatnya, jika memang tidak memungkinkan lebih baik kita pergi saja" ucap clue
"Pergi tanpa informasi apapun?!" Tanya neji terdengar tidak terima
"Daripada kita mati di sini?! Kau tau apa konsekuensi nya jika kita ketahui menyelinap seperti ini" sahut sai menatap neji
"Entah apa yang terjadi, aku tidak tau" Shikamaru menatap kedua teman nya bergantian "aku sudah mencoba menghubungi itachi-ni, tapi tak ada jawaban. Entah ia menerima telepati ku, atau tidak sama sekali" ucap Shikamaru memasang wajah serius, pemuda itu terus saja menatap sekelilingnya "aku rasa ada yang aneh di sini" lanjut nya
"Apa maksud-" sai
DUAR!!
Bug
Bug
Bug
"Uhuk- apa itu?!" Neji menatap sekitar nya, debu mengahalau pandangan, pohon yang mereka tempati tumbang.
"Apa yang terjadi?!" Sai menatap sekitar nya waspada, sesekali pemuda itu mengusap punggungnya yang terbentur batu besar di belakang
"Ho~ menyelinap seperti ini?! Apa kalian ingin mati?" ..
"Siapa di sana?!" Sai berteriak marah
"Bagaimana mereka bisa menemukan kita, bukan kah kita di lindungi ilusi?" Tanya neji, pemuda itu mencari keberadaan clue yang tak terlihat di sekitar mereka
"Mencari kelelawar kecil ini?"..
"Kau.." Shikamaru menatap kaget sosok yang memegang clue, sosok itu tampak berjalan mendekati mereka dengan wajah sumringah
"Ternyata teman-teman Sasuke-sama..." Ucap sosok itu dengan nada mengejek, dan merendahkan
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampir Princess
VampireNaruto tak pernah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, sehingga pada suatu kejadian membuat nya mengetahui siapa dia dan kedua orangtuanya. Fakta memukul telak dirinya, kehilangan Nee-san nya karena sosok Vampire bukan lah alasan. Apa yang akan...
