Brak!
"Ilusi tak terbatas"
Serempak, mereka menatap pintu villa yang tertutup rapat. Dengan jelas Mereka tak mendengar suara gaduh dari depan sana, seolah-olah memang sejak awal tak ada kejadian penyerangan dari vampir liar.
"Aku ras pintu itu kembali terkunci" sai menyahut dengan pelan, merobek kesunyian yang tercipta sejak beberapa menit lalu.
"Setidaknya kita aman untuk saat ini" Shikamaru menyahuti dengan santai, ia menatap seisi villa yang tampak rapi dan terurus dengan baik "apa saat itu keadaan villa nya memang sebersih ini?" Shikamaru menoleh pada kiba yang tampak menatap figura besar berisikan foto keluarga Naruto.
Menoleh, kiba menganggukan kepala "sama persis, hanya saja... Kenapa ini begitu sunyi" kiba memandang lilin lilin jadul yang menyala di atas nakas tak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Naruto?!" Gema suara gara terdengar samar, menandakan kesunyian yang ada di dalam villa. Jika ini bisa di sebut horor, mungkin bisa mengklaim nya seperti itu.
"Apa Naruto berada di sini?" Neji tampak meragu, pemuda itu tampak tak beredar dari posisi awal nya yang duduk menyandar pada meja kecil di dekat sofa.
"Aku merasa aneh dengan villa ini" Sasuke menyahut, netra kelam nya menatap setiap penjuru villa sebelum akhirnya mendongak dan fokus menatap lantai dua yang begitu gelap "tak salah lagi, ada yang aneh dengan villa ini"
"Tak mungkin, lagi pula kita tak akan mendapatkan bahaya di dalam sini" sahut kiba
"Kita memang tak mendapatkan bahaya" Shikamaru menatap kiba yang menoleh menatap dirinya dengan raut bingung
"Apa maksud mu?" Tanya kompak kiba dan gara.
"Kita tak akan mendapatkan bahaya, dan itu sedikit menenangkan" Shikamaru berucap pelan, manik kuaci nya menatap lantai dua yang terasa janggal "tapi kita juga tak akan menemukan naruto"
"Hah?"
"Apa?"
"Dengan kata lain kedatangan kita kemari sia-sia" sahut Sasuke yang melihat teman nya tak mengerti
"Lalu? Apa kita akan pergi?" Tanya sai menatap Shikamaru dan Sasuke bergantian
"Apa kau lupa vampir liar yang ada di balik pintu itu?" Tanya neji dengan sarkas
"Ou yah, soal vampir apa vampir liar memang tak seganas itu?" Tanya kiba tak mengerti, dulu saat dirinya di tangkap vampir itu tak langsung memangsa nya.
"Jutsu karena vampir liar mereka ganas" sahut gara tak habis pikir dengan pemikiran dangkal kiba.
"Jika begitu, kenapa mereka tak mengejar kita?" Tanya kiba tak mengerti
"Yah, aku juga bingung soal ini" neji menyahut, pemuda itu akhirnya berdiri dari zona nyaman nya "seharusnya vampir itu mengejar kita" lanjut neji
"Hei lihat!" Sorakan sai mengambil atensi mereka, pemuda pucat itu sudah berdiri di depan kaca besar menatap ke luar sana dari balik gorden merah pekat yang tergantung menutup kaca.
"Ada apa?" Tanya Shikamaru mendekati sai, di ikuti yang lain
"Lihat" sai menunjuk vampir liar yang mencoba mendobrak pintu besar vila, pandangan nya beralih menatap pintu yang tak memperlihatkan tanda tanda sedang di dobrak "bukan kah ini aneh?" Tanya nya mulai resah
"Ilusi" mereka semua menatap Sasuke yang menduduki dirinya dengan tenang di sofa, pemuda uchiha itu menatap mereka sekilas lalu menunjuk lantai dua yang sudah terang "naruto memberikan ilusi di villa ini" jelas Sasuke singkat, pemuda itu berdiri dan mendongak menatap lantai dua, sebelum akhirnya kembali menatap wajah teman nya yang tampak terkejut "Naruto adalah Namikaze, dan gadis itu baru menunjukkan satu kekuatan nya pada kita ya itu teleportasi, dan kekuatan ganda kedua nya adalah ilusi. Apa yang tengah kita lihat saat ini tak nyata, entah apa yang berada di dalam villa ataupun sebalik nya yang berada di luar villa"
"Kau sungguh pintar uchiha, tak heran karena kau adalah keturunan uchiha"
Suara serak berat yang menggema membuat kiba dan gara meringsut saling mendekap, kedua nya berlindung di balik punggung para lelaki. Sasuke sendiri menatap lantai dua yang kosong dari bawah
"Bersyukurlah karena kalian di lindungi. Bersyukurlah karena tak ada bahaya dan tak menemukan nona ku, atau menemukan bahaya tapi menemukan nona ku"
🍅🍥
"Nona.. apa mereka perlu di kembalikan?" Naruto tak bergeming mendapati clue yang bertengger di tempat nya, sejak kedatangan teman teman nya kemari Naruto mengurung diri di kama kedua orang tua nya. Kate hanya kamar ini lah tempat yang aman, kamar ini di lindungi khusus dari ruang lain yang berada di villa ini.
Mendapati Naruto yang tak mengindahkan nya, clue-kelilawar mungil itu terbang lebih mendekat. Ia bertengger pada ujung ranjang kayu yang kini tengah di tempati Naruto, sayap kecil nya sesekali mengepak menatap Naruto yang tak bergeming sedikitpun.
"Nona?"
Naruto bereaksi, gadis manis itu melirik clue dengan tatapan dingin. Tak lama, sebelum akhirnya Naruto memilih bangkit dan berdiri tepat di depan jendela besar yang berada di kamar itu.
Tangan putih Naruto terangkat, menyapu lembut kaca yang usang karena debu. Netra sapphire nya menatap menerawang pada langit malam, Naruto sadar dirinya memerlukan Sasuke untuk bertemu dengan ni-chan nya. Namun kekesalan nya pada pemuda uchiha itu tak dapat redah, kekesalan yang tak mendasar.
Bukan semata-mata karena perkara di perpustakaan, tapi Naruto menyadari sesuatu pada pemuda uchiha itu. Mungkin bukan hanya dirinya, mungkin saja Sasuke lebih dulu menyadari hal ini. Dan jika itu benar, keterdiaman Sasuke lah yang menjadi alasan fatal kekesalan Naruto pada nya.
"Nona-"
"Buat mereka tak sadar, lalu tinggal kan mereka di rumah ku" Naruto memberikan perintah nya tanpa menoleh, di belakangnya tanpa berkata apa-apa kembali kelelawar itu terbang dan menghilangkan dari celah pintu.
Naruto menunduk, menatap kedua jemari nya yang menggenggam erat kalung batu sapphire yang kini bercahaya. Kalung itu berubah warna menjadi merah darah, perlahan cahaya mulai hilang dengan warna batu yang kembali seperti sediakala.
Pandangan Naruto beralih menatap langit gelap dari balik kaca usang, sorot pandang mata nya yang dingin mampu mengalahkan sejuk nya malam di tengah hutan. Di luar sana, dahan pohon tampak bergoyang tak tentu arah. Gelap di langit menandakan cuaca yang kurang baik malam ini, tak satupun bintang menghiasi malam. Bahkan bulan pun bersembunyi di balik awan gelap, seolah melindungi dirinya dari sesuatu jahat yang akan terjadi malam ini.
Raungan serigala, terdengar menggema di kesunyian malam. Suara lain dari binatang hutan pun ikut terdengar, deru angin mendatangkan ribut pada pepohonan. Dedaunan terbang berjatuhan, tak dapat mempertahankan diri mereka untuk tetap di tempat.
"Seharusnya, kalian tak datang kemari"
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampir Princess
VampireNaruto tak pernah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, sehingga pada suatu kejadian membuat nya mengetahui siapa dia dan kedua orangtuanya. Fakta memukul telak dirinya, kehilangan Nee-san nya karena sosok Vampire bukan lah alasan. Apa yang akan...
