21. Kehilangan

117 9 0
                                        

Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pair : Sasufemnaru
.
.
.
Happy Reading 🥳

Kiba menatap matahari yang mulai hilang dari balik jendela, perasaan khawatir terus menghantuinya bak malaikat kegelapan yang hendak merenggut nyawanya saat itu juga. Di belakang gadis itu, keadaan gara tak jauh berbeda.

Gadis bersuara merah bata itu hanya duduk terdiam dengan memeluk kedua kaki nya di tangga dasar, pandangan nya nampak kosong menatap keramik putih di bawah telapak kaki nya.

Di lain sisi, mereka khawatir soal Neji, Shikamaru dan sai yang pergi menyelusup ke kediaman uchiha, mereka menjadi tambah khawatir kala Naruto menghilang begitu saja entah kemana, dan khawatir saat Sasuke yang mengambil alih pencarian Naruto belum kembali juga.

Dan saat semua nya berjuang, mereka berdua hanya duduk menunggu di rumah. Terkadang, mereka merasa bahwa mereka berdua tidak berguna. Mereka hanya mengharap kan teman teman yang lainnya tanpa bisa membantu sedikit pun, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

BRAK!

"Aaarrgggghh!!!"

Pekikan keras membuat Sasuke- pelaku pendobrakan pintu menoleh ke sisi kanan tepat pada kiba yang nampak menatap nya horor sembari menutup mulut nya dengan tangan kirinya, tangan kanan gadis itu nampak mencengkram gorden dengan kuat

"Apa yang kau lakukan?! Apa kau mau membuat kami mati jantungan?!" Gara bersorak keras dari posisi nya, gadis itu nampak menatap Sasuke dengan marah

Mengedarkan tatapan nya pada seisi ruang, Sasuke memilih mengabaikan Gara "apa Naruto sudah kembali?" Sasuke melirik kiba, saat mendapati geleng dari gadis itu Sasuke tak dapat menyembunyikan raut khawatir nya "bagaimana dengan Shikamaru, Neji, Sai, dan clue?"

"Mereka belum kembali Sasuke" wajah kiba nampak lelah dan lesu kala menjawab pertanyaan Sasuke, gadis bahkan kini menyandarkan diri nya pada tembok

"Lalu bagaimana ini-" Gara

Brug

"Aarrghhh- ugh!"

Brug

"Hah- Hah- Hah- Shika-"

"Astaga! Apa yang terjadi?!" Gara menatap kaget pada Naruto yang muncul berserta Shikamaru, Neji, dan Sai, gadis itu nampak jatuh berlutut setelah 3 detik menginjakkan kaki di rumah nya dengan nafas memburu

Mata Naruto menatap Sasuke yang menatap nya, dengan gerakan cepat tangan nya menunjuk Shikamaru yang tidak baik baik saja "kita harus mengobati nya segera!" Pinta nya

Melihat Neji yang sudah bergerak hendak mengangkat Shikamaru Sasuke dengan gerakan cepat menghampiri pemuda itu dan membantu nya meletakkan Shikamaru di sofa, di lantai.. Sai sudah terkapar namun pemuda itu masih nampak sadar

"Shika?!" Kiba nampak histeris, gadis itu berlari kecil menghampiri dan menggenggam tangan sang terkasih dengan erat. Berulangkali tangan putih kiba mengelus lembut dahi hingga surai Shikamaru, wajah nya sudah di penuhi air mata

"Jangan khawatir, Shikamaru akan pulih dengan sendirinya, ia hanya butuh istirahat" Sai menyhut dengan lemah, pemuda itu terus memejamkan mata dan tak lama tak lagi bersuara

Gara menatap neji dari balik punggu pemuda itu, dengan pelan ia berjalan menghampiri neji. Sentuhan lembut di bahu nya membuat Neji menoleh, pemuda itu tersenyum lembut menatap gara kala melihat pancaran ketakutan dan kekhwatiran yang begitu besar di kedua bola mata yang di sukai nya

Seakan mengerti apa yang di rasakan oleh sang teraksih, neji berucap penuh dengan kelembutan "aku baik baik saja" jemari nya terangkat menyelipkan anak rambut gara ke balik telinga gadis itu dengan lembut "jangan khawatir" lanjut nya

Mengangguk, gara memeluk neji yang di sambut baik dengan pemuda itu "terimakasih" ucap nya teredam di dada pemuda yang di cintai nya

Di saat kondisi sudah mulai tenang, Sasuke beralih menatap Naruto. Gadis itu masih dalam posisi nya, namun kali ini kedua tangan gadis itu mendekap sesuatu dengan kepala yang semangkin menunduk.

Mata jeli Sasuke menangkap getaran kecil di kedua bahu Naruto. Rasa sakit di dada datang menghampiri Sasuke saat dirinya sadar bahwa kini Naruto tengah menangis, ia seperti terkena tusukan pedang saat melihat air mata Naruto jatuh ke lengan gadis itu sendiri.

"Naruto.." tangan Sasuke mencekal lengan Naruto dengan cepat saat melihat gadis itu berdiri dan hendak melangkah pergi, mata hitam Sasuke menangkap siluet makhluk kecil yang berada di dekapan Naruto "itu-" kedua belah bibir Sasuke tertutup rapat, mata nya terpaku pada kedua mata Naruto yang menatap nya dengan keputusan asaan

"Aku akan kembali, untuk saat ini izinkan aku menyelesaikan tugas ku" Naruto berucap dengan pelan, bibir gadis itu nampak bergetar mengucap kan deretan kata demi kata.

"Izinkan aku menemani mu" Naruto kembali mendongak, mata nya menatap tepat pada kedua bola mata legam Sasuke. Tak ada keraguan sedikit pun di mata itu, hanya ada rasa khawatir dan sedih yang terpancar samar di kedua bola mata pemuda di hadapannya

Tanpa kata Naruto mengangguk, melihat itu Sasuke beralih menatap teman teman nya "kalian tunggu di sini, aku akan mengantar naruto" tanpa menunggu jawaban dari mereka, Sasuke mengiringi Naruto keluar dari rumahnya.

Di balik pintu, neji dan gara nampak menatap kedua nya dengan khawatir, tak jauh dari mereka. Kiba menatap pintu yang tertutup dengan pandangan kosong, mata gadis itu nampak memerah dan sembab karena menangis.

🍅🍥

Manik kelam Sasuke menatap bangunan villa yang kemarin laku berdiri kokoh kini ambruk tak berbentuk, di hadapan nya Naruto terus kedepan melewati villa dan kini mereka berada di halaman belakang villa yang telah roboh.

Sasuke menatap Naruto yang menggeser sebuah batu yang berukuran sedang, saat batu itu tergeser sepenuhnya terlihat lah lubang yang cukup dalam. Dengan hati-hati, Naruto meletakkan tubuh kaku kelelawar kecil yang sedari tadi berada di dekapan nya.

Kembali menutup lubang itu dengan gundukan tanah di sebelah nya, terakhir Naruto membuat batu yang semula menutup lubang kini berdiri di atas gundukan kecil. Menjadi penanda bahwa clue berada di sini.

Semua yang di lakukan Naruto tak luput dari penglihatan Sasuke, bahu gadis itu kembali bergetar saat mengucapkan kata demi kata perpisahan dan ucapan terimakasih kepada sang kelelawar.

"Terimakasih telah menemani ku, terimakasih telah mengajarkan semua nya pada ku... Maaf aku tidak bisa menyelamatkan mu, mungkin ini saat nya kau kembali ke sisi ibu, dan ayah ku. Menjadi pengabdi yang setua pada mereka di sana, sekali lagi trimakasih, dan maaf atas semua nya"

Naruto bangkit, dan berbalik hendak pergi. Namun langkah nya terhenti kala mendapati Sasuke yang berdiri menjulang di hadapan nya, gadis itu bahkan tak perlu mendongak untuk memastikan bahwa itu Sasuke.

"Jangan memendam semuanya sendiri, aku di sini bersamamu naruto.. kita adalah mate, sudah sepatutnya aku selalu ada di setiap suka dan duka mu.."

"Hiks- hiks-" Isakan demi isakan kecil mukai terdengar sebelum akhirnya tangsi Naruto pecah, dengan penuha rasa sayang Sasuke membawa Naruto kedekapan nya. Mendekap Naruto dengan lembut, memberikan usapan pada punggu gadis itu.

"Menangis lah, keluar kan semua"Cengkraman kuat di balik punggu di rasa kan Sasuke, pemuda itu membiarkan Naruto melepaskan segala emosi nya. Sorot mata nya nampak sendu kala merasa keputusan, kemarahan, dan kesedihan di balik tagis Naruto yang terdengar begitu pilu.

Baru kali ini Sasuke melihat Naruto sehancur ini, gadis itu benar benar begitu rapu (ini pertama kali, dan hanya kali ini. Kedepannya akan ku usahakan untuk membuatmu tidak lagi menangis, itu sumpah ku) Sasuke mendongak menatap bulan sempurna di atas nya dan mengucapkan sumpah yang entah akan menjadi kebaikan kedepannya atau malah sebalik

TBC

Vampir PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang