Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pair: SasuFemNaru
.
.
.
.
.
Vampire Princess
.
Happy Reading
.
Suasana malam yang sunyi, bulan tampak tertutup awan hitam hingga kini tidak dapat menerangi malam yang sudah semangkin larut. Angin berhembus memberikan hawa dingin yang tak biasa, angin yang menerpa terasa menusuk kulit seperti bilah jarum yang begitu banyak menembus kulit dan melumpuhkan tubuh saat itu juga.
Hewan hewan malam bersembunyi dengan tenang di persembunyian mereka, seakan jika mereka menyambut malam yang mangkin larut akan merenggut nyawa.
Penciuman berubah tajam mengendus-endus udara yang tak pasti, pupil mata berubah semerah darah dengan garis vertikal. Kernyitan di dahi semangkin dalam kala indra penciuman nya menangkap pasti bau menyengat yang sesekali terbawa angin, perasaan nya semangkin was was kala netra merah nya menatap pintu utama rumah yang terbuka lebar, bahkan satu daun pintu lepas dari engsel nya.
"I-ini rumah mu?" Pertanyaan dengan nada tak yakin keluar dari satu satu nya pemuda di antara mereka, netra hitam milik pemuda itu menatap lurus pintu yang tampak tak betul.
Mereka adalah Naruto, Kyubi, dan itachi. Ketiganya tiba di rumah Naruto setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, mereka akan tiba lebih cepat jika saja Kyubi mengizinkan Naruto memakai kekuatan teleportasi miliknya.
Tak menjawab apapun, Naruto melesat dengan cepat memasuki rumah nya. Netra dengan pupil merah itu membelak kaget menatap isi rumah nya, kedua tangan yang bergetar terangkat menutup bibir dengan erat.
"Aaarrrggghhhh!!!" Raungan yang begitu pilu membuat Itachi dan Kyubi menyusul dengan langkah lebar. Setibanya di dalam rumah, keduanya tak sanggup menahan rasa kaget kala melihat pemandangan di hadapan mereka.
"S-sai! Sai! SAIIIII!!!!!!!"
Tubuh Naruto limbung, hampir membentur lantai keramik jika saja kyubi tidak menahan tubuh lemah adiknya yang bergetar. Kyubi memejamkan mata nya erat mendengar tangis pilu naruto, tak jauh darinya itachi melangkah lebih maju dengan tatapan yang sulit di artikan.
"S-sai" Itachi menggeleng pelan, tubuh nya terasa lemas. Seketika pemuda itu terjatuh dan bertumpu pada kedua lututnya nya, bahu nya merosot jatuh. Netra kelam nya berubah menjadi merah berpola rumit khas uchiha, pandangan nya tak lepas dari tubuh sai.
Kyubi menelan luda nya ngeri, sesekali pandangan nya teralihkan menatap kepala dan tubuh yang terpisah yang tergeletak tak jauh di hadapan nya.
"G-gara? Kiba?" Naruto bangkit dengan tiba-tiba, jelas tindakan gadis itu membuat kyubi kalang kabut. Naruto melesat dengan cepat memeriksa setiap ruangan yang ada, tubuh nya seketika lemas kala tak menemukan kedua sosok teman nya "GARA!!! KIBA!!" Air mata mengalir deras dari pelupuk mata merah nya "GARA!!! KIBA!!!"
Kyubi menatap sekitar nya aneh, lalu beralih menatap Mayat sai "aku rasa mereka sudah melarikan diri, dan sai mengorbankan dirinya agar gara dan kiba selamat"
Naruto dan itachi menoleh, kedua nya menatap kyubi dalam diam "yah, aku rasa pelaku saat ini sedang mencari keberadaan gara dan kiba yang kabur" itachi menyahut merasa cocok dengan apa yang di katakan kyubi, sebab darah yang berceceran hanya milik sai tidak ada darah manusia itu berarti keduanya berhasil melarikan diri dan sai mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan keduanya.
Kedua tangan Naruto terkepal erat mendengar penuturan Itachi, netra merah nya tampak menyala di bawah cahaya lampu yang temaram. Air muka nya berubah kala mengingat sesuatu "lalu di mana Sasuke, neji, dan Shikamaru?" Gumam nya pelan
Kini giliran Itachi dan kyubi yang menatap Naruto, kedua nya tampak saling memandang sebelum berfikir
"Bisa jadi Sasuke dan yang lainnya kabur, dan sai menahan musuh di sini" sahut itachi
Kyubi mengangguk "sai berkorban demi yang lain, dan itu adalah sumpah setia nya sebelum meninggalkan kediaman cabang untuk mengikuti Sasuke" timpal kyubi
Kedua nya kembali saling menatap kala mendapati geleng Naruto, gadis pirang itu tampak menatap kedua nya dengan wajah sembab "tidak, itu tidak mungkin!"
Kedua alis Itachi dan kyubi semangkin menukik mendengar penuturan naruto "apa yang tidak mungkin?" Tanya kyubi
Naruto menatap kakak nya dengan pandangan sendu "mereka adalah teman yang rela mati bersama, bahkan saat menyelinap ke-kediaman utama uchiha dulu walau sudah babak belur dengan shin tapi mereka masih tetap memilih mati bersama. Jadi tidak mungkin Sasuke, Neji, Shikamaru membiarkan sai menjadikan dirinya tumbal"
Kyubi dan Itachi terdiam mendengar penuturan Naruto, itu bisa saja terjadi. Naruto menatap kedua sosok di hadapan nya dengan sorot mata penyesalan "shikamaru, neji, dan Sasuke pasti keluar mencari ku, dan saat mereka pergi penyerangan terjadi hingga membuat sai mengorbankan dirinya demi melindungi gara dan kiba" suara Naruto tercekat di akhir, terbesit rasa bersalah di setiap ucapan nya "ini salah ku! Seandainya aku tak memilih untuk ikut saat itu mereka tak akan berakhir seperti ini"
Kyubi dan itachi tampak terkejut mendengar penuturan Naruto, terlebih lagi kyubi yang sudah mengepal kan kedua tangan nya dengan pupil merah yang lebih gelap "ini bukan salah mu! Ini salah mereka! Jangan menyalahkan dirimu atas kesalahan yang tak seharusnya naru!"
"Khekhekhe" Naruto mengangkat wajah nya, tawa yang terdengar menyakitkan membuat Itachi menatap dalam Naruto "lalu siapa yang salah? Seandainya aku tak memilih pergi dan segera kembali Sasuke dan yang lainnya tak akan keluar mencari ku, dan setidaknya saat ini kami pasti masih bersama!"
"Kau tidak bisa menyalahkan semua kesalahan padamu! Itu sudah menjadi garis takdir sai!" Kyubi berucap setengah emosi
"Takdir? Takdir apa yang mengharuskan merebut nyawa dengan paksa?!" Naruto balas berteriak, kyubi terdiam mendengar penuturan Naruto "katakan pada ku kak!, takdir apa yang mengharuskan merebut nyawa dengan paksa?! Jawab!"
"STOP!!" Itachi berucap cukup keras, netra merah nya menatap Naruto dan kyubi secara bergantian "bukan waktunya kita berdebat saat ini, ada baiknya jika kita mencari keberadaan teman temanmu"
Naruto terdiam mendengar penuturan Itachi, netra merah nya menatap kyubi yang tampak mengalihkan tatapannya tak ingin menatap Naruto "maaf kak"
Kyubi menoleh, air mata nya menetes begitu saja setelah pandangan nya beradu dengan pupil merah milik sang adik "aku juga minta maaf, aku hanya tak ingin kau terus menyalahkan dirimu atas segala hal" Naruto mengangguk mendengar penuturan kyubi, netra nya menatap itachi yang menyatukan kepala sai dengan tubuhnya.
"Bagaimana dengan sai?" Kyubi berbalik menatap punggung Itachi yang tengah berjongkok membelakangi nya
Menoleh lewat bahu nya, itachi menatap Naruto dan kyubi bergantian "aku akan meminta shin untuk membawa mayat sai kembali ke kediaman utama uchiha, mayat nya akan kita urus setelah menemukan teman teman adikmu, dan adikku"
"Aku bisa mencari gara dan kiba dengan kekuatan teleportasi ku, kalian bisa mencari Sasuke dan yang lainnya" kyubi menoleh dengan cepat, terlihat jelas bahwa gadis yang lebih tua itu tak setuju atas apa yang di katakan Naruto
"Tidak! Yang mereka incar adalah kau. Jadi kau tetap harus berada di bawah pengawasan kami"
"Apa yang di katakan kakakmu benar" Itachi menepuk kedua tangan nya, netra nya sudah kembali hitam menatap Naruto dengan tenang "kita akan mencari teman mu bersama-sama, setidaknya kita tau saat ini mereka yang di kejar. Untuk Sasuke dan yang lainnya mereka akan aman jika tetap bersama"
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampir Princess
VampireNaruto tak pernah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, sehingga pada suatu kejadian membuat nya mengetahui siapa dia dan kedua orangtuanya. Fakta memukul telak dirinya, kehilangan Nee-san nya karena sosok Vampire bukan lah alasan. Apa yang akan...
