Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pair: SasuFemNaru
.
.
.
.
.
Vampire Princess
.
Happy Reading
.
Langit yang cerah tergantikan dengan gelapnya malam, matahari yang bertugas menyinari hari pagi ini tergantikan dengan bulan penuh yang bercahaya terang di atas sana.
Tidak terasa mereka telah menghabisi waktu bersama dengan cukup lama, sudah 3 bulan hampir memasuki 4 bulan naruto dan teman-temannya tinggal bersama. Selama itu mereka tidak mendapat gangguan apapun, entah itu dari uchiha atau dari bangsawan yang dulu mengincar naruto.
Soal pencurian kyuubi naruto tak lagi mendapatkan itu, gadis itu nampak santai kini ia hanya berpikir jikalau kyuubi ingin bertemu dirinya kakaknya itu akan datang dengan sendirinya.
Berterima kasih lah kepada sasuke yang sudah mengisi hari-hari sepi naruto, pemuda itu terlihat sangat berusaha menghibur naruto sejak kepergian clue. Sasuke yang terkenal cuek, akan memiliki sifat yang berbeda ketika berhadapan dengan naruto. Jangankan orang lain, temennya sendiri pun akan dibuat ter heran heran ketika sasuke bersikap out of character ketika berdua dengan Naruto.
Sasuke menyampirkan jas hitamnya pada sandaran sofa, onyx sasuke melirik jam dinding yang sudah menunjukkan angka 7. Sekali lagi netra onyx sasuke kembali beralih melirik tangga menuju lantai 2, pemuda itu diam di tempatnya dengan kedua tangan yang masuk ke saku celana kainnya.
Malam ini adalah malam perayaan kelulusan mereka, tidak terasa bukan? Mereka bahkan hampir 4 bulan tinggal bersama, dan kini mereka sudah akan lulus dari sekolah.
"Apa kau menunggu lama sasuke?" Netra sasuke menatap sosok gadis pujaan nya yang berjalan menuruni anak tangga dengan begitu anggun, bahkan ia mendapati dirinya tak mampu untuk mengalihkan tatapannya dari gadis itu bahkan hanya untuk berkedip sekalipun.
Di depan sana, naruto turun dengan dress panjang tanpa lengan berwarna baby blue. Di bagian kanan dress itu terdapat belahan yang memperlihatkan paham mulus naruto ketika lagi jenjang yang melangkah. Rambut pirang yang biasa di gerai kini di cepol tinggi dengan poni poni pendek yang lucu. Bayar rambutnya hampir mirip dengan messybun, anak rambut di belakang mencintai menyentuh leher jenjang milik Naruto. Leher hingga bau hunter expose begitu terbuka, kulit yang dulu berwarna tan kini telah memutih seolah bercahaya di terdapat cahaya rembulan dari balik jendela kaca. Kaki jenjang yang dulu hanya memakai sepatu kets kini dibalut dengan high heels kaca begitu simple namun elegan.
Senyum naruto mengembang kala dirinya telah sampai pada dasar lantai, menggeleng pelan naruto menghampiri sasuke yang sedari tadi tidak berkedip sejak kemunculannya.
"Hei!"
"Aku tahu aku sangat mempesona malam ini, tapi kita akan terlambat jika kau terus mengagumi ku seperti ini" sasuke tersadar, kedua netra kelam miliknya mana tapi permata biru milik naruto.
"Yah.. bahkan aku pikir aku akan tenggelam ke dalam pesona mu saat ini juga" bukannya merasa malu karena telah tertangkap basah menatap naruto sasuke malah membelikan keadaan, pemuda itu berhasil membuat naruto memalingkan wajahnya karena kedua pipinya yang telah memerah.
Naruto berdhm mencoba menetralkan ekspresi dan degub jantung nya, naruto memang hampir tapi ingat bahwa ia hidup sebagai manusia selama 17 tahun tidak ada yang berubah akan tubuhnya kecuali kekuatan fisik yang meningkat dan kulit yang menjadi putih.
Kedua netra naruto melirik sasuke yang masih tersenyum tampan di sebelah "berhenti dengan semua omongan manismu itu tuan uchiha jika kau tidak ingin kita melewatkan pembukaan acara pestanya"
Terkekeh gemas Sasuke menatap Naruto dengan pandangan lembut, sorot mata yang begitu lembut yang bahkan dapat membuat Naruto terpaku dan tersesat ke dalam manik kelam milik nya.
"Aku tak apa melewatkan pembukaan bahkan seluruh acara pesta itu jika di gantikan dengan menghabiskan waktu bersama mu" wajah Naruto kembali terasa memanas, sejak kapan Sasuke pandai berbicara semanis ini? Apa pemuda ini menjalani kursus gombal atau lainnya?
Menghembuskan nafas lelah, Naruto berbalik menatap Sasuke dengan raut wajah datar. Berbeda dengan wajah nya yang memerah dan degub jantung yang menggila, Naruto malah bersikap seolah ia tak terpengaruh akan kata kata manis yang di lontarkan pemuda tampan di hadapan nya.
"Baiklah!" Naruto mengangguk singkat. Di depan gadis itu, Sasuke mengangkat alis nya melihat ekspresi Naruto "habiskan waktu mu di sini, dan aku akan berangkat sendiri!"
Sasuke dengan panik menyambar jas nya yang tergantung di sandaran sofa, dan berjalan cepat menyusul Naruto yang telah keluar terlebih dahulu dengan langkah lebar.
🍅🍥
Di sisi lain, tepat nya di lapangan yang berada di tengah tengah gedung sekolah. Para siswa/i sudah berkumpul di kursi mereka, sambutan dari MC sudah di mulai sejak 10 menit yang lalu.
Menatap sekelilingnya, Gara sesekali mengecek handphone nya yang menampilkan room chat nya bersama Naruto.
"Ck! Apa yang di lakukan mereka? Ini sudah lebih dari kata telat!" Sai mendengus mendengar penuturan gara, pemuda berkulit pucat itu memasang wajah sumringah
"Mungkin saja Sasuke berfikir di malam bahagia ini ia ingin membuat keturunan vampir baru yang dapat menandingi kekuatan nya untuk di ajak berduel"
Sebuah jitakkan menghantam kepala sai kala pemuda itu baru saja menyelesaikan kalimat random nya "omong kosong apa itu?!" Shikamaru mendelik kesal, netra kuaci pemuda itu beralih melirik kiba yang menatap sai dengan wajah muram
"Apa kau pikir Naruto akan mudah termakan rayuan teman ayam mu itu?!" Neji terkekeh mendeng penuturan kiba, ia akui Naruto sulit untuk di taklukkan. Walau mereka kadang-kadang memiliki waktu romantis, tapi lebih banyak Naruto membuat Sasuke bertekuk lutut. Dan sampai saat ini, ia sendiri belum pernah melihat Naruto bertekuk lutut pada Sasuke
Sai melirik kiba dan Shikamaru bergantian senyum palsu kebiasaan nya masih melekat apik di belah bibir pucat miliknya, kedua bahu nya di angkat dengan ekspresi bodoh miliknya "tidak ada yang tau, saat kedua nya mencapai nirwana Naruto juga akan takluk"
Tak!
Kali ini jitakkan yang lebih keras datang menghampiri kepala sai, pemuda berkulit pucat itu dengan cepat mengusal kepala nya yang sedari tadi mendapati pukulan
"Apa maksudnya dengan 'naruto akan takluk'?" Mereka menoleh kebelakang dan mendapati Naruto yang bersedekap dada menatap sai dengan sorot mata tajam, di sebelah gadis itu Sasuke berdiri dengan tangan kiri yang merangkul pinggang naruto posesif
"Sai berpikir macam-macam tentang mu dan Sasuke" seperti yang di harapkan pada gara, gadis itu dengan cepat mengadu untuk menyulit kan sai
Kedua alis Sasuke terangkat mendengar penuturan gara, ia teringat vahwa dirinya juga sempat berfikir itu saat dirumah. Senyum Sasuke mengembang. Naruto lantas menoleh pada Sasuke kala merasa remasan pelan di pinggang nya.
"Seperti sai berfikir sama dengan yang ku pikirkan naru.." melotot, tidak hanya Naruto. Teman nya yang lain menatap Sasuke tidak percaya, bagaimana bisa pemuda itu menyatakan maksud terselubung nya dengan gamblang
"Sinting!" Umpat Naruto jengah
"Tapi aku belum pernah melihat Naruto bertekuk lutut Pada mu Sasuke, aku yakin itu mustahil" mereka tertawa setelah mendengar penuturan neji, mengabaikan wajah Sasuke yang berubah masam.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampir Princess
VampiroNaruto tak pernah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, sehingga pada suatu kejadian membuat nya mengetahui siapa dia dan kedua orangtuanya. Fakta memukul telak dirinya, kehilangan Nee-san nya karena sosok Vampire bukan lah alasan. Apa yang akan...
