Pagi mulai datang, namun mentari masih belum bisa menembuskan cahaya pada rimbun nya hutan. Di pekarangan luas sebuah villa, Naruto berdiri menghadap lurus pada bangunan besar peninggalan kedua orang tua nya.Di sebelah gadis itu, kelelawar mungil terbang senantiasa untuk menemaninya.
"Clue, lepaskan ilusi itu"
"Tapi nona.."
"Jika di lepaskan maka villa ini mungkin saja..-"
"-justru karena itu aku menyuruh mu untuk melepaskan nya" Naruto menatap clue dengan sorot mata dingin nan tajam, gadis bermarga uzumaki itu tampak kesal "lepaskan, apapun yang akan terjadi pada villa ini" putus Naruto tak ingin di bantah
"Tapi ini villa peninggalan tuan Minato nona, orang tua anda" tak ingin mengikuti kekeras kapalaan sang nona clue memilih untuk mengambil jalan nya sendiri, kelelawar yang sudah menemani keluarga Namikaze sejak ratusan tahun lalu itu kekeuh untuk melindungi aset peninggalan tuan nya.
Mendengar bantahan yang tak di sangka dari clue, Naruto berbalik menatap kelelawar itu yang tampak terbang sedikit menjauh darinya "lepaskan, atau kau memang harus melawanku" suara Naruto terdengar begitu rendah, bahkan sapphire gadis itu sudah tergantikan dengan mata merah dengan garis vertikal yang menatap clue bagai mangsa empuk untuk sarapan pagi nya.
"T-tapi nona... Bisa beritahu aku alasan anda"
"Kau akan tau, cepat atau lambat dengan sendirinya" sahut Naruto malas
Pada akhirnya clue mengalah, dengan kibasan sayap kecil nya, dalam sekejap mata villa yang semula berdiri kokoh di hadapan mereka kini ambruk tak berbentuk.
"Serangan vampir liar semalam menjadi penyebab utama hancur nya villa ini nona, serangan mereka dengan keganasan yang dahsyat dari segala arah memang sudah sepatut nya menghancurkan villa" jelas clue, kelelawar itu menatap Naruto yang masih tak bergeming menatap villa yang telah ambruk di hadapan nya.
"Apa ada rumah peninggalan orang tuaku yang lain?" Naruto bertanya tanpa menoleh, gadis itu tampak enggan mengalihkan tatapan nya pada reruntuhan villa.
"Tuan minato hanya memiliki dua tempat tinggal, yang pertama adalah villa ini, dan yang kedua adalah tempat tinggal asal muasal tuan minato" jelas clue
Merasa tertarik, Naruto Menoleh menatap clue yang masih dalam posisi yang sama "tempat asal muasal?" Tanya Naruto mencoba mengorek lebih dalam tentang kehidupan tou-san nya yang dari ras vampir
"Ya" clue mengangguk kecil, kelelawar itu terbang mendekati Naruto sebelum hinggap di bahu kiri gadis itu "Desa nami, desa yang berada di pinggiran kota konoha jauh di dalam hutan. Karena desa ini jauh dari kota dan memasuki hutan bagian dalam, desa ini di sebut desa tersembunyi. Banyak orang yang penasaran dan ingin berkunjung ke sana, namun. Mereka berakhir tersesat karena banyak nya jalan bercabang di dalam hutan. Dan beberapa puluh tahun lalu, desa itu kembali mendapatkan julukan baru" merasakan ketegangan dari bahu sang nona, clue pun menghentikan cerita nya. Kelelawar kecil itu menatap tuan nya dalam diam.
"Julukan baru?" Beo Naruto, bahu nya sudah mulai melemas.
"Yah" clue mengangguk kecil "julukan itu adalah desa mati-"
"-kenapa di juluki seperti itu?" Clue tampak menundukkan kepala kecil nya, mungkin hewan mungil itu kesal dengan hobi baru nona nya yang suka memotong perkataan seseorang.
"Beberapa puluh tahun lalu, tepat nya 30 tahun silam terjadi kebakaran besar di desa nami. Beberapa penduduk mati terbakar, kebakaran itu terjadi entah karena apa-"
"-kenapa mereka bisa terbakar, apa mereka sedang dalam keadaan tak sadar?" Kembali, clue menundukkan kepala mungil nya dan menggeleng kecil
"Bisakah nona tidak memotong perkataan ku, nona?" Tanya clue Mulai menunjukkan rasa kesal nya pada naruto
"Oh?" Naruto terdiam sekejap, sebelum akhirnya kembali menggapai kesadaran nya "b-baik lanjut"
"Tidak ada yang tau penyebab kebakaran itu apa, padahal saat itu cuaca sedang hujan lebat. Hanya ada dua kemungkinan, penduduk di bius hinggap tak sadar dan akhirnya mati tertelan api, atau mereka terkena ilusi cuaca hujan yang sebenarnya adalah bara api yang melahap habis rumah rumah mereka. Sejak kejadian itu, ayah anda, tuan minato. Kembali ingin membangun desa Nami, ia berhasil membangunnya. Namun tak ada satu orang pun yang ingin kembali tinggal di sana, sejarah kelam menjadi ketakutan mereka. Tak hayal gosip cerita beredar bahwa desa Nami adalah desa terkutuk, maka dari itu nami di juluki sebagai desa mati.. hanya nyonya Kushina lah manusia yang mampu menemukan desa nami dan akhirnya berjumpa dengan tuan Minato, dan hanya tuan Minato lah yang tinggal di sana selama 100 tahun lamanya, sebelum akhirnya memilih meninggalkan tempat itu setelah kelahiran Ne-chan anda, kyubi"
🍅🍥
"Eungh~" mengerjab, kiba memincing kan mata nya menyesuaikan cahaya lampu yang begitu terang. Merasakan sesuatu yang aneh, akhirnya gadis itu dengan cepat bangun dari poisis tidurnya. Ia menatap sekeliling yang tampak familier, tangga, tv, sofa. Mereka jelas saat ini tidak berada di dalam villa, mereka berada di rumah naruto "BAGAIMANA BISA?!?!"
Teriakan kiba yang nyaring mampu menyadarkan manusia lain yang belum puas akan alam bawah sadar nya, aneh. Bahkan vampir pun tertidur, mereka jelas di bius.
"Ada apa?" Tanya gara setengah sadar, bahkan gadis bermarga sabaku itu belum sepenuhnya membuka mata
Menyadari suara lain, Kiba akhirnya menatap sosok gara yang memeluk lengan neji dengan mata yang tertutup rapat. Di sebelah gara Neji masih dalam keadaan setengah sadar sama seperti nya, di belakang pemuda itu sai tampak mengucek mata nya dan bersandar pada pintu utama. Di atas sofa, Shikamaru tampak bangkit mencoba menduduki tubuh nya, dan Sasuke yang bersandar pada meja di dekat sofa.
"HEI!! BUKA MATA KALIAN!! LIHAT KITA SEDANG DI MANA!!" Kiba berteriak guna menyadarkan teman temannya, usaha nya tak sia sia karena mereka langsung membuka lebar kedua mata mereka dan melihat sekeliling.
"I-ini?" Gara menunjuk sekeliling rumah yang tampak asing, setau nya terakhir kali mereka berada di villa Naruto.
Mengangguk, kiba menatap teman temannya yang lain "kita berada di rumah naruto" penjelasan singkat kiba mampu membungkam mereka
"Ini, apa kita di bius?" Neji bertanya tak mengerti, sebab mana mungkin mereka bisa tertidur pulas. Mereka vampir, tak tidur dalam 1 tahun pun tak jadi masalah untuk mereka.
"Sudah pasti, mana mungkin mereka memindahkan kita ke sini jika kita dalam keadaan sadar" sai menyahuti, pemuda itu tampak acuh tak acuh dengan keadaan yang di hadapinya saat ini. Ia lelah, dan ingin rehat.
"Sial kita lengah!" Dengusan kasar terdengar dari Sasuke, bungsu uchiha itu tampak menahan amarah. Bahkan manik nya kini telah berubah menjadi Sharingan, dengan taring nya yang mencuat.
Gara dan kiba meringsut, ini pertama kalinya kedua nya melihat perubahan Sasuke. Di bandingkan dengan neji, gara tampak kaget akan perubahan Sasuke. Apa lagi mata Sasuke yang berbeda dari vampir pada umumnya.
"Naruto benar benar tak ingin di ganggu" sahut Shikamaru menyimpulkan tindakan naruto.
"Yap! Benar sekali!" Keenam orang yang berada di lantai dasar tampak menoleh serempak, mereka menatap Naruto yang menuruni tangga dengan santai. Gadis itu tampak rapi dengan seragam sekolah nya, kedua tangan gadis itu di masukan ke dalam celana jeans hitam yang kini tengah di pakai nya "berkat kalian villa peninggalan orang tua ku hancur di serang vampir liar" Naruto berkata sembari menyandar pada pagar tangga, gadis itu melipat kedua tangan nya di depan dada, angkuh.
"Na-naru?" Kiba menatap tak percaya sosok Naruto yang tanpak berubah, kulit Naruto menjadi jauh lebih putih. Tidak ada kelembutan di sorot mata sapphire yang kini tampak redup, bahkan wajah nya tak memperlihatkan ekspresi apapun.
"S-sejak kapan?" Tanya gara tak mengerti
"Kenapa? Ini rumahku" Naruto menyunggingkan senyum miring, netra nya menatap satu persatu wajah teman nya "apa aneh melihat ku berada di rumah ku sendiri?" Alunan suara Naruto bagai lagu horor, lembut seperti benang namun mampu membuat luka "menurut Kalian? Apa kau harus berterimakasih atau... Membutuhkan permintaan maaf kalian?
.. karena kalian secara tidak langsung sudah sukses menghancurkan villa peninggalan orang tua ku"
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampir Princess
VampireNaruto tak pernah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, sehingga pada suatu kejadian membuat nya mengetahui siapa dia dan kedua orangtuanya. Fakta memukul telak dirinya, kehilangan Nee-san nya karena sosok Vampire bukan lah alasan. Apa yang akan...
