27. Pencarian

84 7 0
                                        

Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pair: SasuFemNaru
.
.
.
.
.
Vampir Princess
.
Happy Reading
.

Sebuah mobil hitam memasuki kawasan perumahan, lampu putih yang menyorot terang di kegelapan malam mati bersamaan dengan hilang nya deru mesin. Pintu kemudi tampak terbuka di susul pintu lainnya sehingga menampilkan tiga pemuda berbeda figur yang kini berjalan memasukkan rumah dengan perasaan berkecamuk saat melihat keadaan rumah dari luar.

Saat ini mereka hanya memiliki satu pemikiran yang sama, kediaman mereka telah di serang. Pemikiran itu sukses menggerogot habis tanggapan-tanggapan yang mungkin sulit mereka terima, terlebih lagi saat melihat darah pekat yang hampir hitam berceceran di atas lantai marmer putih.

"A-apa yang terjadi?" Neji bertanya dengan gagap berusaha menghilangkan pemikiran negatif yang sialnya tak dapat di elak setelah melihat keadaan rumah mereka.

"F-firasat ku t-tak salah..." Shikamaru menggeleng pelan netra nya menatap darah pekat di lantai dengan ketakutan besar, menoleh pada Sasuke yang terdiam terpaku Shikamaru memilih abai dan berlari ke lantai atas

"Seseorang telah datang menyerang, entah darah siapa yang tercecer di sana" Sasuke menjawab dengan dingin, namun dari tatapan nya neji menyadari bahwa pemuda itu memiliki kekhwatiran yang jelas

"Gara dan kiba tidak di sini!!" Shikamaru melesat menghampiri kedua teman nya setelah mengecek keadaan di atas "Mereka tak ada di sini.." suara Shikamaru melemah

Neji menatap sekelilingnya dengan tajam, netra nya sudah berubah merah "entah sai berhasil membawa mereka kabur, atau bagimana?" Pernyataan itu terlontar begitu saja, entah pada siapa

Sasuke berjalan menelusuri sekitar ruang tamu dan dapur sebelum netra nya fokus pada pintu belakang yang terletak di dekat dapur belakang terbuka lebar, langkah kaki nya membawa dirinya ke daun pintu menatap lurus hutan gelap yang memang terletak di belakang rumah mereka.

Langkah kaki terdengar mendekati tempat nya, tampa menoleh Sasuke tau bahwa itu adalah kedua teman nya "mereka mungkin kabur ke hutan"

Di belakang Neji dan Shikamaru nampak saling menatap sebelum mengangguk "apa kita akan menelusuri hutan ini sekarang?" Neji bertanya pelan. dirinya khawatir, namun kekhawatiran yang besar hanya membawa sebuah kepanikan dan itu tak baik. Ia tentu tau jelas itu.

"Sasuke apa kita harus menelusuri hutan ini sekarang?" Shikamaru kembali mengulang pertanyaan neji kala tak mendapati respon dari sosok pemuda di hadapan mereka, pupil merah Shikamaru menatap lurus hutan yang gelap perasaan ragu menghampiri nya "tapi tak mungkin mereka lari ke hutan, bukan kah itu menambah bahaya?" Ucap nya ragu

Sasuke menoleh dari balik bahu sebelum kembali menatap hutan gelap di hadapan, pupil nya juga sudah berubah merah dengan pola rumit "tidak ada yang tidak mungkin, terlebih lagi mereka dalam keadaan panik" sahut Sasuke dingin

"Mereka akan baik-baik saja jika sai terus bersama mereka" sahut Neji penuh harap, tanpa mengetahui bahwa teman pucat nya itu telah merenggang nyawa beberapa jam yang lalu.

Sasuke terdiam. indra penciuman nya mengendus aroma yang tak asing terbawa angin, namun aroma itu samar dan hampir sepenuhnya menghilang. Tubuh tegap nya berbalik dan menutup pintu di belakang dengan pelan sehingga mengundang Kernyitan aneh dari kedua teman nya.

"Ada apa?" Tanya Shikamaru tak mengerti. Di sebelah nya neji tampak terdiam, pemuda itu bergeser ketika sasuke berjalan hendak melewati nya.

"Kita tidak akan mencari ke hutan"

Neji menatap Sasuke heran, kedua alis pemuda itu hampir menyatu "tapi kenapa?" Tanya nya

Sasuke kembali berbalik menatap kedua pupil merah teman nya "aku tanpa sengaja mencium aroma samar Itachi di sini" Sasuke menatap kedua teman nya yang tampak kaget, menghembuskan nafas kasar Sasuke sudah memantapkan diri nya "samar, aroma itu hampir menghilang sepenuhnya"

"T-tapi bagaimana bisa?! Itachi?!" Sahut Shikamaru dengan nada tak percaya

"Kenapa jejak kak Itachi tiba-tiba ada di sini?" Tanya neji sama tak percaya nya dengan Shikamaru

"Aki tidak tau pasti, tapi lebih baik kita berangkat ke-kediaman utama Uchiha"

"Tapi Sasuke.. bagaimana dengan mu?" Shikamaru menatap Sasuke tak percaya, dirinya cukup kaget dengan keputusan tiba-tiba itu

"Aku sudah menyiapkan diriku" Sasuke melirik Shikamaru "dan mungkin ini waktu yang tepat untuk menyelesaikan semuanya"

🍅🍥

"Sebaiknya kita kembali ke kediaman Uchiha untuk meminta bantuan, sulit untuk menemukan mereka saat ini"

"Aku tidak bisa" helaan nafas kasar terdengar tak jauh dari tempat nya berdiri, sosok di depan mengusap wajah nya kasar "tidak sebelum aku memastikan mereka dalam keadaan baik dan.... Hidup" suara nya mengecil di akhir mirip sebuah cicitan

"Sudah berapa jam kita berkeliling di hutan ini?" Itachi menatap kedua bersaudara di hadapan dengan pupil merah, mengusap pelan bahu nya itachi berjalan menyandarkan tubuh nya di salah satu pohon. Mendongak, dirinya tak lagi dapat melihat bulan karena dedaunan yang lebat. Dirinya tak menyangka jika hutan ini juga rimbun, tidak sebelum mereka memasuki hutan begitu dalam.

"Aku tidak tau" kyubi menggeleng pelan menjawab pertanyaan itachi, tak jauh di depan nya sang adik nampak masih mengawasi sekitar meraka. Membuang nafas lelah, kyubi ikut menduduki dirinya di atas batu besar tak jauh dari posisi Itachi menyandar "bagaimana sekarang, naru?"

Naruto menoleh menatap wajah kakak nya dan Itachi bergantian, tak lama kepala dengan surai kuning itu menunduk sebelum kembali terangkat dengan raut serius "kalian bisa kembali meminta bantuan, aku akan meneruskan pencarian" putus nya

Terdengar helaan nafas kasar dari kyubi, gadis itu menatap adiknya dengan pandangan tajam. Lagi lagi, keputusan yang tak di sukai nya "lalu meninggalkan mu sendiri dan mempermudah mereka menemukan mu?" Tanya kyubi tajam

"Lalu bagaimana? Bukan kah kalian ingin mencari bantuan?" Naruto berjalan mendekati posisi kyubi dan Itachi, tak ada keraguan yang terpancar di netra merah miliknya "aku tetap harus menemukan mereka apapun yang terjadi, entah dalam keadaan utuh ataupun tidak!"

Dalam diam Itachi menghela nafas lelah, tangan nya terangkat memijat pelipisnya yang terasa pening. Berada di antara kedua saudara yang memiliki sifat keras kepala yang sama cukup sulit, ah~ ia jadi merindukan adiknya yang juga sama keras kepala nya. Bahkan sangking keras Kepala nya, adik bodoh nya itu memilih meninggalkan rumah karena keinginan nya yang tak di turuti.

"Berhenti berfikir melakukan semua nya sendiri, Naruto"

"Lalu bagaimana? Akan lebih baik jika kalian meminta bantuan dan aku mencari kiba dan gara!"

Suara perdebatan kedua nya kembali terdengar membuat Itachi kembali menghela nafas lelah, entah sudah berapa kali dirinya menghela nafas?

"Baiklah berhenti bertengkar.." atensi kedua saudara itu kini beralih pada nya, Itachi menatap kedua nya dalam diam sebelum berkata "kyu kau bisa kembali untuk meminta bantuan, aku akan menemani adikmu"

"Tidak!" Kyubi membantah dengan cepat, dirinya melirik Naruto yang tampak melirik nya juga "aku tak bisa meninggalkan naru"

"Lalu? Aku yang pergi minta bantuan dan meninggalkan kalian para gadis di sini?" Tanya Itachi tampak tak percaya dengan apa yang di ucapkan nya sendiri "itu tak mungkin!"

Menggeleng pelan, Naruto menatap sekitarnya. Sejenak gadis itu terdiam, ia mengingat sesuatu yang tak jauh berada dari sini dan itu terletak di area aman mereka belum ke sana untuk mengecek nya. Menatap itachi dan kakaknya dalam diam, Naruto hendak berbalik pergi "lanjutkan pertikaian kalian aku akan mengecek sesuatu di dekat sini"

TBC

Vampir PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang