20. Permulaan

102 6 0
                                        

"kau.. Shin!" Sosok tinggi berkulit putih seperti manekin yang di panggil sebagai shin menoleh menatap sai, shin tertawa meremehkan

"Oh sai, keluarga cabang" ucap nya dengan nada merendahkan, netra merah shin menatap Shikamaru dan neji secara bergantian lalu beralih menatap sai "tak heran dua vampir liar ini dapat menemukan kediaman uchiha, ternyata kau pemandu nya"

"Apa maksud mu dengan vampir liar, manekin!" Neji berteriak tak terima, tentu! Keluarga nya di kenal sebagai Hyuga, dan itu berarti dirinya bukan lah vampir liar seperti apa yang di katakan shin kepada nya

Tak memperdulikan teriakan Neji, shin malah memilih fokus pada sai. Pemuda itu menatap sai dengan tatapan yang sama, meremehkan. Lalu dengan keras mengucap "bagaimana jika fugaku-sama tau tenang ini sai? Bagaimana nasib mu... Atau.. keluarga mu?"

Neji dan Shikamaru menatap sai kaget, jika tau sai memiliki resiko sebesar ini lebih baik tidak melibatkan nya tadi

"Sai!" Teriak Shikamaru panik kala Shin muali menyerang

Mengelak dan menahan Serangan shin hanya itu yang dapat sai lakukan, Melihat sai yang kepayahan Shikamaru dengan cepat bergerak. Shikamaru menendang bagian kepala shina namin kaki nya berhasil di tahan, melepaskan pukulan kuat pada bagian perut sai shin beralih fokus pada shikamaru

Melihat tangan yang melayang ke arah nya Shikamaru berusaha menghindar, tak lengah Shikamaru melompat saat shin ingin menyerang kaki nya, namun sayang gerakan shin jauh lebih cepat, pemuda albino itu berbalik dan menendang nya begitu kuat hingga menabrak batu besar hingga menimbulkan keretakan pada batu itu hampir menghancurkan nya

"Uhuk-" darah hitam merembes dari belah bibir Shikamaru, pemuda itu hampir pada batas nya

Di lain sisi neji berlari ke arah Shikamaru Setelah mengaman kan clue, kelelawar mungil itu sudah sekarat namun kini kedua teman nya juga penting

Shin berjalan mendekati Shikamaru, pemuda itu meludah tepat di hadapan Shikamaru ketika melihat Shikamaru hampir tamat "bagaimana jika aku memisahkan kepala mu sekarang? Apa Sasuke-sama akan membunuhku?"

Shikamaru hanya mampu melirik shin yang berdiri menjulang di hadapan nya, bahkan sekedar bergumam pun Shikamaru rasa sudah tak mampu. Begitu sial mereka di temukan oleh shin, shin adalah tangan kanan fugaku, vampir kuat yang begitu keji, bahkan soal kekuatan Shin mengimbangi itachi namun soal kecerdikan tentu shin kalah.

"Matilah!" Sebuah tendangan melayang ke aral perpotongan leher nya, Shikamaru bersiap dengan kemungkinan kepala nya yang putus

Brak!

"Shikamaru!" Neji menoleh menatap Shikamaru yang tersenyum tipis menatap nya, Melihat shin yang Mulai bangkit neji memasang kuda kuda nya

"Ayo hadapi bersama" sai tiba di sebelah neji, pemuda itu tampak tak baik baik saja. Neji tak yakin seberapa jauh sai terpental tadi, tapi pemuda itu masih memaksakan diri untuk berdiri

"Oh mengharu kan sekali? Apa kalian semua ingin mati?" Shin bertanya dengan nada mengejek

"Kami pergi bersama, jika pun kembali kami harus bersama!!" Teriak sai

"Baiklah!" Tomoe di mata shin berputar deras, menandakan kekuatan penuh pemuda itu akan keluar. Sai yang mengetahui itu segera memberitahukan nya kepada neji, kedua nya nampak memasang kuda kuda pertahanan.

Shin meleset bagai cahaya menuju posisi sai dan neji, sedangkan kedua nya tampak kaget dan tak dapat melihat pergerakan shih. Hanya saringan yang mampu melihat itu.

BRAKK

Debu dari tanah berterbangan mengahalau pemandangan, neji dan sai menatap sekitar nya tak mengerti apa yang tengah terjadi. Angin bertiup kencang membawa pergi debu debu yang ada, sehingga kini neji, dan sai dapat melihat dengan jelas sosok gadis berambut pirang yang berdiri di hadapan mereka.

"Sialan!! Siapa kau?!!" Shin menatap nyalang Naruto, baru kali ini ada vampir lain selain uchiha dan Outsusuki yang mampu membalikkan kekuatan penuh nya.

"Itu bukan urusanmu" dalam satu kedip mata, Naruto -sosok gadis yang baru saja menyelamatkan Neji dan sai menghilang bersama keduanya dengan kekuatan teleportasi nya

"SIALAN!!!" Shin bersorak marah, namun seperdetik kemudian pemuda itu tertawa "ini info yang baik untuk tuanku, pemilik kekuatan teleportasi telah lahir, dan kini orang itu berada di pihak Sasuke-sama" ucap nya sembari tersenyum miring

🍅🍥

"Tuan!" Sosok tinggi berambut jingga nampak menunduk hormat pada sang tuan yang duduk santai di ruang tamu sembari meminum segelas darah segar

"Ada apa? Apa ada yang menggangu misi mu?" Tangan nya memutar mutarkan darah di dalam gelas bak wine mahal, lalu menikmati nya seperti orang menikmati minuman keras. Kaki nya di angkat menyilang, wajah nya tampak kaku tanpa senyuman

"Kali ini aku mendapatkan hal yang mengesan kan tuan" sahut sang bawahan, dengan gaya prajurit kerajaan ia masih menekuk kaki nya dengan patuh tak jauh di hadapan tuannya

"Oh?" Pria itu menoleh dengan wajah sumringah, ia bahkan meletakkan segelas darah yang di pegang nya ke atas meja sebelum akhirnya berbicara dengan nada santai, namun penuh penekanan "berita apa yang kau sebut mengesan kan itu? Aku harap berita itu dapat menyenangkan ku?"

"Hari ini terjadi kericuhan di perbatasan kawasan kediaman utama uchiha, shin menangkap beberapa penyusup"

Sang tuan nampak memasang wajah serius, ketukan jari di atas meja menandakan kini ia tengah berfikir apa yang terjadi "bukan kah sulit menemukan kediaman utama uchiha? Bagaimana mereka bisa menemukan nya?" Tanya sang tuan tampak janggal, sebab jika vampir biasa akan sulit menemukan kediaman uchiha. Terkecuali salah satu mereka dari sana.

"Itu yang menarik tuan, salah satu dari mereka adalah anggota cabang. Uchiha sai" ucap tersenyum lebar "tidak hanya itu, mereka di temukan langsung oleh shin, mereka hampir saja mati jika saja gadis itu tidak muncul" cerita nya panjang lebar

"Lalu apa yang menarik dari cerita mu ini?" Tanya sang tuan

"Gadis yang menyelamatkan mereka, menggunakan kekuatan teleportasi tuan. Namikaze kecil itu masih hidup dan kini sudah bisa mengendalikan kekuatan nya"

"Namikaze?" Gumam sang tuan, wajah nya berubah amat serius

Mengangguk, sang bawahan lantas membenarkan "ya tuan"

"Hahahahahaha" tawa yang terdengar menyeramkan menggema di ruang tamu yang temaram, mata merah itu menyala menatap api lilin yang berada di hadapannya "bagus! Bagus! Bagus!" Ia bertepuk tangan dengan heboh

"Apa kami akan langsung menjalankan misi ini tuan?" Tanya sang bawahan tak sanggup menahan rasa menggebu yang dulu kembali, ia adalah salah satu sosok yang ikut andil dalam tragedi Namikaze

"Tidak perlu langsung membawa nya" kembali mengetuk meja, pria itu tampak berfikir dengan cermat "jika dia sudah bisa mengendalikan kekuatan nya, tidak mungkin ia akan di bawa dengan mudah" tatapan mata merah yang tampak menakutkan menatap sang bawahan "ikuti Namikaze itu, sampai aku memberikan peringatan penangkapan" perintah nya

Mengangguk dengan cepat, lantas sang bawahan menjawab dengan tegas "siap tuan!" Dengan itu, dia menghilang berubah menjadi beberapa kelelawar kecil yang keluar melalui celah celah rumah

TBC

Vampir PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang