Part 137

5.6K 230 5
                                        

Tiba - tiba prilly muntah, milapun dengan segera membawa prilly ke toilet
" ren... renaaa " teriak mila dan tak lama rena datang
" ya mil? " tanya rena
" tolong ambil minyak kayu putih yang ada di dalam tasku yaa " kata mila
" oke " kata rena lalu mengambil minyak kayu putih
" prill.. kenapa sih kamu melakukan hal itu sebelum waktunya " tanya mila pelan sambil mengelus rambut prilly
" prilly mau seperti teman - teman prilly kak " kata prilly sambil menangis
" tapi kamu tau itu dosa sayang " kata mila dan prilly malah semakin menangis.

Tak lama rena datang membawa minyak kayu putih, lalu mila dan rena membopong prilly dan merebahkan di kasurnya.
" sayang kamu keluar dulu yaa " kata mila lalu kevin mengangguk dan meninggalkan mereka
" prill kamu memangnya lagi hamil?" tanya rena
" enggak kok kak enggak... " kata prilly pelan
" kamu udah coba cek?" tanya mila
" iya kak aku gak hamil kok " kata prilly menangis
" yaudah sekarang kakak kerokin kamu yaa kayaknya kamu masuk angin " kata rena
" kakak tinggal dulu yaa " kata mila lalu segera menyusul kevin

" sayang kamu dimana? " tanya mila melalui telfon
" aku di pantai kamu kesini ya " kata kevin sedih
" kay " kata mila lalu menyusul kevin ke pantai

Setibanya di pantai, mila memeluk leher kevin dari belakang. Sementara kevin hanya diam
" aku gak nyangka ternyata adik sepupuku sudah melakukan itu, kita aja yang sudah hampir setahun jadian gak pernah kan melakukan itu " kata kevin sedih
" sayang disaat seperti ini, kamu harus berada di sisi prilly, mungkin prilly begini karena untuk mencari perhatian kalian " kata mila
" tapi ule gak kayak gitu " kata kevin
" ule itu lebih dewasa daripada prilly sayang, tadi aku juga sempat bertanya sama prilly dia bilang dia gak hamil " kata mila
" mungkin sekarang gak hamil, tapi nanti kedepannya kalau tiba - tiba dia hamil gimana? aku harus bilang apa ke om rival? " tanya kevin frustasi
" sudah kamu tenang dulu sayang tenang " kata mila menenangkan kevin
" ali memang brengsek, pokoknya kalau sampai dia gak mau bertanggung jawab atas prilly liat aja aku bakalan bikin perhitungan " kata kevin geram
" sayang udah udah " kata mila mengetatkan pelukannya
" mil kamu liat tadi dia main pergi aja kan begitu aku minta dia nikahin prilly, kamu liat kan " kata kevin setengah membentak. Tak lama iphone kevin berbunyi
" halo vin nih ali udah gw tangkep " kata ruben
" bagus gw kesana sekarang " kata kevin menutup telfonnya dan segera menuju ke dalam

" jujur kakak benar - benar kecewa sama kalian, kakak mau marah tapi setelah kakak pikir gak ada gunanya, kakak mau tampar kalian berdua juga gak ada gunanya " kata kevin mengawali pembicaraan, suasana seketika tegang kembali
" prilly kakak akan telfon om rival dan menceritakan semua yang kamu lakukan dan ali kakak minta kamu harus bertanggung jawab,mungkin sekarang prilly gak hamil tapi kita tidak tahu kedepannya seperti apa. Ini adalah resiko yang kalian harus tanggung suka atau tidak suka, jangan ada yang membantah kata - kata kakak " kata kevin tegas dan seketika semua terdiam
" kak...jangan kasih tau daddy please " pinta prilly
" gak bisa daddy kamu harus tahu, siapkan hati dan mental kamu " kata kevin tegas
" kak mila...please bujuk kak kev please..." pinta prilly ke mila
" sorry sayang untuk kali ini, kakak mendukung keputusan kak kev karena biar bagaimanapun papa kamu harus tau sayang " kata mila memeluk prilly
" kak apa gak ada cara lain selain aku dan prilly menikah?" tanya ali pelan
" sayangnya tidak ada, memangnya kenapa?" tanya kevin dingin lalu segera mendial nomor om rival dan begitu terhubung kevin langsung menceritakan kejadian tersebut kepada om rival.
" papa kamu besok akan langsung terbang kesini jadi kalian berdua persiapkan hati dan mental kalian, sekarang semuanya tidur ali kamu tidur di kamar kakak dan prilly kamu tidur di kamar kak mila " kata kevin datar

Uncoditionall LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang