eps 43

1.2K 76 9
                                        

Pagi harinya

"Selamat pagi, sayang" sahut freyan memeluk flora dan mencium kening nya.

"Pagi, mas. Hari ini mau makan apa?" Tanya flora.

"Hmm..terserah dari kamu aja, sayang. Semua makanan kamu, aku suka" ucap freyan tersenyum.

"Yaudah, aku turun dulu bantu mommy. Kamu disini aja, jagain tuh dua anak kamu" pinta flora kemudian berlalu.

Freyan mengangguk. "Bangun yuk, cantik. Hari ini sekolah, nanti mama marah loh kalau chaca gak bangun" ucap freyan dengan lembut membangunkan Syifa yang tengah tertidur dengan nyenyak.

"Nda mau cekolah ih, papa!!" Ucap Syifa merengek.

"Harus sekolah, sayang. Yuk bangun, nanti papa kasih hadiah deh kalau chaca mau sekolah" balas freyan.

"Benel ya, papa? Kalau chaca hali ini cekolah, papa halus kacih Chaca hadiah, ndak mau tau!" Ucap Syifa.

"Iya-iya, sini papa mandi dulu" freyan mengangkat tubuh Syifa menuju kamar mandi guna untuk mandi.

"Yeyy hadiah" seru Syifa.

Setelah itu...

"Chaca turunnya pelan-pelan aja ya? Papa mau ambil dedek Shaka dulu, okey?" Ucap freyan pada Syifa dengan lembut.

"Okey papa" balas Syifa memberi hormat.

"Pinter, turunnya bareng papa, yang terpenting hati-hati" nasihat freyan.

Setelah mengambil Shaka di dalam box bayi, freyan menggandeng tangan  Syifa dan Shaka yang berada dalam dekapannya.

"OMAH!! OPAH!!" teriak Syifa dengan lantang.

"Berisik ihh, Chaca!!" Gerutu oline kesal.

"Bialin, wlee" ledek Syifa menjulurkan lidah ke arah oline.

"Kecil-kecil udah pandai ngejek ya, kamu itu" ucap oline.

Freyan terkekeh. "Jangan ngambek dong sama ponakan sendiri" ucap freyan.

"Chaca nya ngeselin tau gak sih, bang!" Balas oline. "Kemarin aja mainan aku di rusakin sama dia"

"Nanti Abang ganti deh" ucap freyan.

"Bener ya? Abang janji harus ganti mainan, aku."

"Iya, Abang janji. Sudah-sudah kamu siap-siap dulu sana, hari ini ada les kan? Nanti Abang suruh Alex jemput kamu kalau pulang" ucap freyan.

"Makasih Abang Fe" ucap oline memeluk freyan.

"Cium dulu dong, masa Abang mu yang ganteng ini gak kamu cium?" Pinta freyan.

"Siroyo~" ucap oline kemudian berlari ke arah kamarnya sambil tertawa.

ㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤ  ***

"Gimana? Kalian yakin sama keputusan ini?" Tanya Aldo.

"Gak yakin gua, do" jawab zean.

"Sama, gw juga gak yakin" timpal Tian.

"Satu-satunya cara, kita harus diskusikan ini sama bang aran" ucap Aldo.

"Setuju, kita gak bisa diam gini aja. Zee? Telpon bang aran!" Jawab Tian kemudian meminta zean untuk menghubungi aran.

Calling from aran and zee

"Bang, gua butuh Lo sekarang juga"

"....."

"Ini penting banget, bang. Kerumah Aldo sekarang!"

"....."

"Makasih bang, gua tunggu."

Off

"Gimana? Bang aran mau 'kan?" Tanya Aldo kemudian zean mengangguk.

"Kira-kira masalah apa lagi ya kali ini?" Gumam Tian menyandarkan kepalanya ke kursi.

"Gak tau, tapi semoga ini bukan pertanda buruk" sela Aldo.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya aran pun sampai di kediaman keluarga Aldo.

"Kalian mau ngomong apa?" Tanya aran penasaran.

"Bang aran tau Ollan 'kan?" Tanya balik Aldo.

"Dia 'kan anaknya si badrun, kenapa emang, dia?"

"Jadi gini, bang, Ollan ngajak kami ini kerja sama, tapi kita ber tiga ragu bang nge iyain tawaran dia" ucap Tian.

"Kenapa kalian ragu?" Tanya aran.

"Karna gak biasanya dia ngajak kami kerja sama, bang. Udah sekian lama dia menghilang dan sekarang dia tiba-tiba muncul lagi, itu udah patut di curigai, bang" jelas zean.

"Hmm..oke, Abang paham. Jadi kalian ini belum terima tawaran, dia?" Ucap aran kembali bertanya.

"Belum, bang, kami masih berpikir tentang tawaran itu" jawab Aldo.

"Sebaiknya kalian ini selidiki dulu apa maksud dari tawaran, dia, bisa saja itu pertanda buruk ataupun baik" jelas aran.

Tian mengangguk dengan perkataan aran.

"Tapi kalau itu pertanda buruk?" Timpal zean.

"Emang kamu tau kalau itu buruk?" Tanya Aran.

Zean menggeleng. "Tentu tidak, kalau kita tau, ngapain kita harus selidiki lagi" jawab zean.

"Good! Terus, kenapa kalian berpikir sampai sejauh ini?" Lanjut Aran bertanya.

"Karna ini bersangkutan dengan freyan" celetuk Tian.

"Freyan? Apa hubungannya dengan kerja sama kalian?"

"Itu yang perlu kita pertanyakan juga, bang. Seharusnya, freyan udah gak ada sangkut pautnya dengan perusahaan" timpal Aldo.

Aran berpikir sejenak, apa ini menyangkut masalah tahun lalu? Batinnya.

"Selidiki apa yang harus kalian selidiki, jangan terlalu banyak bertele-tele. Jika ada info yang kalian dapat, segera berkabar" jelas aran kemudian bangkit dari tempat duduk nya. "Abang duluan, takutnya Christy nyariin" lanjut Aran berlalu pergi.

"Baik, bang." Kompak mereka bertiga.

ㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤ  ***

"Kamu yakin dengan keputusan itu?" Tanya seorang wanita cantik.

"Aku yakin, gak ada jalan lain selain itu" jawab si lelaki.

"Lan, kita gak tau kapan manusia bisa bertindak. Ckck..aku pikir, kamu ini pintar, ternyata kamu itu bodoh! Sama aja kek bapakmu."

"Maksud kamu apa ngomong begitu? Oke, kalau kamu berpikir seperti itu, aku gak masalah sama sekali kok!" Nafas Ollan memburu, marah.

"Kamu keterlaluan, helisma! Ayah mati-matian biayai kuliah kamu, trus sekarang kamu berpikir kalau ayah itu bodoh?!" Sentak Ollan.

"Bukannya itu fakta? Aku gak pernah minta di biayai sama ayah, Lo! Kamu pikir selama ini hidup aku enak? Enggak, lan!" Bentak helisma dengan marah.

"Terus mau Lo apa sekarang?" Tanya Ollan.

"Gua mau, kamu batalin keputusan yang udah kamu buat ke mereka" tekan helisma di setiap ucapannya.

"Gak, Gak akan! Kamu pikir semudah itu batalinnya? Aku harus berbulan-bulan di negeri orang demi kerja sama itu! Trus kamu seenaknya ngomong seperti itu? Konyol!" Jelas Ollan, ia bahkan meninggalkan helisma sendirian di ruangan yang luas itu.

"Susah emang ngomong sama batu!" Gumam helisma, lelah menghadapi Ollan yang sangat amat keras kepala.

Ia menyenderkan kepalanya ke kursi untuk menenangkan pikirannya.








Bersambung

Damn, gua baru balik ke dunia WP gua selama itu? Hahah sorry ya, guys, gua kebanyakan nugas (selebihnya lupa alur sih)

Typo? Perbaiki sendiri

Perjodohan Paksa (FreFlo)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang