Kali ini tepatnya di sebuah club yang di huni oleh 3 anak pemuda.
"Bang? Minum lagi lah, nanggung banget ini" ucap seorang pemuda menyodorkan segelas alkohol yang berkadar tinggi ke pada temannya, sebut saja dia farsha.
"Gak ah, kepala gua pusing" ucapnya menolak minuman itu, sungguh kepalanya sangat pusing. Dia, Gino.
"Fin? Lo beneran gak mau nih?" Tawar farsha kepada orang yang bernama Alfindra.
"Minum aja, gua gak suka" ucap Alfin menolak minuman itu karena ia memang tidak menyukai bau alkohol apalagi meminumnya, ia datang ke club hanya untuk menemani kedua temannya yang pemabuk itu.
"Alfin? Sekali aja nyoba nya, lagian gak akan masalah kok kalau cuma sekali. Lagian nih ya, kita tuh butuh yang namanya kenikmatan, contoh ya ini" ucap Gino mendekatkan wajahnya ke Alfin kemudian memegang pundak pemuda tersebut dan meminum alkohol nya.
Nafasnya begitu menyeruak masuk ke dalam hidung Alfin, ia cepat bergegas memasuki sebuah toilet karena ingin muntah saat itu juga. Kedua temannya tertawa melihat Alfin yang berlari menuju toilet.
Alih-alih sibuk dengan dunia mereka masing-masing tanpa sadar ada seseorang yang menghampiri mereka bertiga.
"Udah lama kalian disini?" Sahut nya langsung duduk di kursi dengan rokok yang masih melekat di tangannya.
"Eng-"
"Iya, udah lama. Seharusnya yang ingin meminta bantuan ke kami harus lebih dulu datang!" Ucap Alfin memotong ucapan farsha dan menatap tajam ke arah pria tersebut.
"Maaf, tadi saya ada urusan." Ucapnya dengan santai.
"Langsung ke intinya saja, saya tidak suka berbicara banyak dengan anda. Lagipula ada yang lebih penting dari ini" cerocos Alfin karena menatap wajah pria itu dengan senyum miring membuatnya tak suka dan geram ingin memukul wajahnya.
"Tenang, saya tidak lama dengan kalian." Ucapnya lalu menatap Alfin dan tertawa. "Seharusnya kamu bersyukur bisa bertemu dengan saya, bukannya ini juga termasuk penghasilan tambahan kamu?" Tatapan berubah menjadi tajam ke arah Alfin tetapi sang pemilik wajah tersebut tak merubah wajahnya dengan tatapan datar ke pria itu.
Setelah perbincangan tersebut telah selesai akhirnya pria itu keluar dengan bodyguard nya.
"Lu kenapa sih, fin?" Sahut Gino karena kesal dengan kelakuan alfin yang menurut nya sungguh tidak sopan.
"Gua? Gakpapa sih, cuma gak suka aja sama si tua Bangka itu" ucap nya terkekeh membayangkan wajah pria tadi yang menatapnya dengan penuh kesombongan.
"Fin? Suka ataupun gak suka, kita tetap profesional dalam kerjaan, gak seharusnya kamu bertindak kayak gitu!" Ucap farsha dengan nada yang lumayan tinggi.
"Gua profesional! Hanya saja gua beranggapan kalau pria itu memiliki maksud buruk" sentak Alfin menatap tajam farsha.
"Udah stop! Kita ada dalam satu kelompok, seharusnya kita kompak bukan malah begini, kalian berdua sama-sama salah termasuk gua juga. Far? Lo seharusnya lebih perbandingkan lagi dengan keputusan tadi. Dan Lo? Seharusnya gak bersikap seperti itu terhadap tamu, kalau dia memang memiliki niat buruk, kita tetap ikuti sampai mana permainan mereka" ucap Gino melerai pertikaian mereka berdua yang cukup membuat nya terlalu pusing.
"Pria tadi bukan sembarangan, dia masuk ke sebuah kelompok yang kalian akan tahu siapa dalang dari semua ini" setelah Gino menjelaskan semuanya ia bergegas untuk pulang karena tak ingin membuat ibunya menunggu terlalu lama.
Sisa frasha dengan Alfin yang berada di sana
.....
"Ada yang kelupaan gak?" Tanya freyan membawa sebuah tas milik flora, karena ia berniat untuk mengajak nya ke sebuah mall.
"Udah gak ada kok, kita berangkat sekarang?" Ucapnya bertanya.
"Emang mau nunggu apa lagi, sayang? Diriku sudah berada disini" ucap freyan tersenyum begitu aneh di mata flora.
"Aneh, kamu. Ayo ah mau shopping" flora menatap sinis pada freyan dan diam-diam tersenyum karena kelakuan suaminya sendiri.
Sesampainya di mall..
"Sayang? Aku nyari minum dulu, haus nih. Kamu belanja sepuasnya, kalau udah tunggu di mobil saja dulu atau kemana kek gitu biar kamu gak bosan, okey?" Ucap freyan begitu lembut dan tersenyum memegang tangan flora dan mengelusnya. "Mungkin aku sedikit lama, kalau bosan menunggu, pake saja mobilnya"
Freyan memberikan kunci mobil itu kepada flora dan pergi setelah mencium dahi nya cukup lama.
"Alay deh kamu, mau pergi aja perlu cium dulu kayak mau pisah aja"
Freyan berbalik, "bukan begitu, aku cium kamu karna itu rasa cinta ku padamu, dek. Mas cinta banget sama kamu" Freyan pergi dengan tawanya kepada flora, sungguh bahagia nya dia bersama wanita yang menjadi istri nya Sekarang.
"Ada-ada saja deh" flora bergumam menggelengkan kepalanya seraya tersenyum manis mengingat ucapan freyan, itu membuat nya salah tingkah.
.....
Sekarang, tepatnya di sebuah club...
"Jawab! Ngapain kalian ada disini?" Ucap nya begitu tegas.
"Kami baru saja dapat tugas dari seseorang yang kayaknya kak freyan tau orangnya" ucap farsha, ia takut jika freyan akan semakin marah jika menyembunyikan sesuatu dari nya.
"Siapa orangnya? Kenapa kalian gak beri tau saya dulu? Jangan sembarangan ambil keputusan tanpa perintah saya, apa penjelasan saya sebelumnya kurang jelas?"
FLASHBACK
“Kalian bertiga sangat bagus dalam mengerjakan tugas ini, saya sangat apresiasi kalian, tapi..kalian masih mudah di deteksi oleh pemerintah, saya mau kalian lebih konsisten lagi agar tidak mudah untuk orang mendeteksi keberadaan kalian”
Mereka bertiga. Gino, Farsha dan Alfin.
“Gino, kau yang paling tua di antara mereka berdua! Kalau saja ada kesalahan dari mereka kamu yang akan menanggung semuanya, saya percaya sama kamu, jangan kecewakan kepercayaan saya!”
“Farsha, sebelum menerima tugas dari seseorang utamakan berpikir baik-baik dulu, kita gak tau maksud dari tugas yang diberikan pada kalian, ingat itu! Kau yang paling tau soal meretas situs dan yang lain, coba pikirkan dulu dan cari tahu apa maksudnya”
“Alfin, kamu yang paling muda disini, saya tahu kepekaan kamu terhadap lingkungan. Tapi..seburuk apa pun orang itu, jangan langsung kamu nilai begitu saja, pelajari dan cari tahu maksudnya. Jaga etika mu, orang gak akan meminta bantuan jika kamu tidak beretika seperti ini!”
“Itu saja, kumohon kalian bertiga jika mendapatkan tugas dari seseorang mau se berkuasa apapun dia, beri tahu saya dulu! Jangan gegabah! Kalian akan terjerumus pada kelakuan kalian sendiri, saya tidak akan bantu jika kalian melakukan kesalahan di luar sepengatahuan saya!”
FLASHBACK OFF
"M-maaf kak, kami lalai terhadap tugas kami, sekali lagi aku sama Alfin minta maaf kak. Tolong jangan hukum bang Gino" ucap farsha berlutut dihadapan freyan atas kelalaiannya.
"Berdiri, saya tidak menyuruhmu untuk berlutut. Lagi pula kalian belum setuju i kan? Silahkan cari tau lebih dalam orang itu, dan saya minta sekali lagi siapa orang itu?" Pinta freyan karena tak sepantasnya membuat manusia berlutut kepadanya selain tuhan, ia kembali mempertanyakan seseorang tersebut.
"Ini fotonya, kak"
"Ini kan..."
Bersambung
Happy New year!! Baru login lagi hehe
