• Kepingan masa lalu lainnya

2.4K 297 32
                                        

Di salah satu rumah yang tidak terlalu besar namun tidak terlalu kecil dan tetap elegan, terlihat ada dua anak kecil yang tengah bermain di halaman rumah. Kedua anak kecil itu memiliki umur yang sama atau bisa di katakan kedua anak itu merupakan anak kembar. Si kakak terlihat tengah duduk di samping sang nanny sembari memperhatikan si adik yang tengah bermain dengan sepedahnya kecilnya.

"Mama kapan pulangnya abang? Aku bosen, aku mau sama mama," ujar si adik dengan mencebikan bibirnya lucu.

"Abang juga ga tau kapan mama pulang, mungkin sebentar lagi. Iya kan mbak?" sahut si kakak seraya bertanya pada nanny yang menjaga mereka.

"Iya, mungkin sebentar lagi mama pulang. Nah gimana kalau abang sama adek nunggu mama nya di dalam rumah aja sambil nonton? Langitnya udah mulai mendung kayanya mau hujan, masuk aja yuk?" jawab sang nanny membujuk kedua anak majikannya untuk masuk ke dalam rumah namun si adik malah menggeleng.

"Aku mau tunggu mama disini," timpalnya.

"Tapi udah mulai mendung adek, takutnya hujan. Yuk kita tunggu di dalam aja. Abang mau kan tunggu mama nya di dalam aja?"

Si kakak terdiam sejenak seraya menatap ke arah si adik, "aku mau masuk kalau adek juga masuk mbak, tapi kalau adek mau tetep disini aku mau temenin adek."

Sang nanny yang mendengar pun hanya bisa menghela napas lelah.

"Boleh ga main sepedahnya di taman komplek?" tanya si adik.

"Ga boleh adek, bentar lagi hujan. Adek ga boleh kehujanan nanti sesak napas lagi lho, semalem juga adek sesak lagi kan?" jawab sang nanny dengan sabarnya.

"Huhft.. Ini ga boleh, itu ga boleh.." lirih si adik.

"Nanti main sepedah di taman kompleknya kalau ga mendung adek," si kakak kembali berucap dan si adik mengangguk paham hal itu membuat sang nanny menatap gemas keduanya.

"Ah gimana kalau kita masuk ke dalam nanti mbak buatkan susu coklat hang—" ucapan sang nanny terhenti saat melihat sebuah mobil yang begitu sangat familiar baginya berhenti tepat di depan area perkarangan rumah.

"Mama!" si adik yang mengenali mobil itu pun langsung memekik senang apalagi saat melihat sang mama yang keluar dari mobil.

"Abang, adek.."

Namun kedatangan sang mama membuat si kakak dan sang nanny mengernyit heran lantaran mama nya terlihat begitu panik.

"Abang, adek ikut mama sekarang! Mbak tolong ambilin tas anak-anak yang udah di packing sekarang!"

"Baik bu.." sang nanny pun berlalu menuruti perintah majikannya.

"Ikut kemana ma?" tanya si kakak.

"Kita pergi dari sini karena disini udah ga aman lagi untuk kita abang," jawab sang mama.

"T-Tapi tapi kalau kita pergi nanti papa gimana? Kan kan kita harus nunggu papa pulang dulu, katanya papa mau pulang. Aku mau ketemu sama papa," sahut si adek.

"Papa ga akan pernah pulang adek.."

Si kembar hanya menatap heran tak mengerti dengan ucapan sang mama. Lantas tanpa menunggu lagi, sang mama langsung menggandeng tangan anak kembarnya dan membawanya masuk ke dalam mobil.

"Kita mau liburan ya ma?!" seru si adik yang kini sudah duduk di samping pengemudi, sedangkan si kakak duduk di belakang sendiri.

Sang mama tak menyahut seruan si adik, ia menatap cemas pada sekelilingnya hingga tak lama sang nanny pun keluar seraya membawa 1 koper besar dan 2 tas kecil berbentuk lebah milik si kembar.

7 LUKA [COMPLETE] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang