• Berhubungan

2.4K 292 127
                                        

Ren melangkahkan kakinya kembali memasuki kamarnya dengan perasaan yang sulit di jelaskan. Ada perasaan takut yang muncul saat ia mendengar apa yang seharusnya tak ia dengar sehingga hal tersebut cukup mempengaruhi dirinya sendiri membuat rasa takut itu bercampur dengan rasa gelisah yang menyelimuti hatinya. Saat Ren memasuki kamar dapat ia lihat ada Sadewa yang masih berada di kamarnya mendudukan tubuhnya di tepi ranjang dan entah mengapa melihat sosok Sadewa yang masih berada di dalam kamarnya membuat perasaan Ren semakin tak karuan.

"Ren lo dari mana aja?" tanya Sadewa.

"A-Abis sebat bentar," jawab Ren asal.

"Btw lo liat nyokap gue ga? Tadi nyokap gue pamit ke bawah katanya mau masak soup ayam buat gue tapi kok lama banget ga balik balik ya," pertanyaan Sadewa kali ini berhasil membuat kedua alis Ren mengernyit heran.

"Nyokap? Nyokap U yang mana deh perasaan ga ada siapa-siapa," jawabnya dan sebaliknya membuat Sadewa yang kini mengernyit heran.

"Ga ada siapa-siapa gimana, tadi kan ada nyokap gue kesini Ren."

"Nggak ada kak Dewa, orang dari tadi kita cuma berdua kok disini terus I keluar bentar buat sebat."

Sadewa semakin di buat keheranan, "lo jangan bercanda deh Ren, tadi ada nyokap gue disini terus nyokap gue bilang dia mau buat soup ayam, dia ada di bawah 'kan?"

"Sumpil banget nggak ada. U mimpi kali ketemu sama u punya mama," Ren menatap aneh pada Sadewa yang masih menatapnya dengan tatapan bertanya-tanya.

"Engga ya, gue ga mimpi anjir jelas-jelas tadi ada nyokap gue kesini Ren!"

"Ya tapi kenyataannya ga ada kak Dewa orang dari tadi cuma kita berdua disini terus I keluar bentar, udah ga ada siapa-siapa lagi. Ya paling ada Ananta sama Sky di kamar mereka masing-masing."

"Ngaco lo, jelas-jelas ada nyokap gue dateng bahkan lo liat sendiri Ren!"

"I ga liat siapa-siapa! Itu cuma mimpi U aja kali."

"Gue ga mimpi anjing!" Sadewa mulai meninggikan nada bicaranya lantaran Ren yang bertingkah seolah-olah tak melihat mamanya padahal masih hangat di ingatan Sadewa bahwa tadi sang mama datang dan itu bukan mimpi tapi kenapa Ren sekarang bersikap seolah-olah pertemuannya dengan sang mama tidak pernah terjadi dan seolah-olah kalau itu hanya imajinasi Sadewa saja.

"Ya tapi nyokap yang U bilang tuh ga ada disini! Kalau U ga percaya cari aja sendiri ke bawah! Dan U udah baik-baik aja kan sekarang jadi please get out from my room!" Ren menyahuti dengan nada bicaranya yang ikut meninggi.

"Lo ngusir gue?"

"Iya I ngusir U, udahlah mending sekarang U keluar I lagi pengen sendiri!"

"Okay fine thank you! Gue bakalan cari nyokap dan kalau nyokap gue emang ada di bawah, lo gue gibeng ginjalnya!" Sadewa beranjak dari duduknya lalu berjalan menghampiri Ren dan berdiri tepat di depannya.

"Bye!" setelah mengucapkan kata itu tepat di depan wajah Ren, Sadewa pun berlalu.

BRAKK! Ia bahkan menutup pintu kamar Ren dengan keras membuat sang empunya kamar sedikit tersentak kaget.

Hah.. Ren menghela napas lelah lalu mendudukan tubuhnya di tepi ranjang.

"Arrgghhhhhhhhh!" Ren mengusap wajahnya frustasi saat mengingat apa yang terjadi sebelum ia memutuskan untuk kembali ke kamar dan kejadian tersebut terus-terusan berputar di kepalanya.

'Ga ga ga ga gue pasti salah denger! Ya gue pasti salah denger!'

Awalnya Ren berniat mengambil minum dan makanan di ruang makan untuk menemaninya merokok nanti di gazebo halaman belakang. Namun siapa sangka Ren malah melihat perdebatan panas antara Sky dengan seseorang yang baru saja ia temui di kamarnya beberapa saat yang lalu. Dan yang lebih membuat Ren terkejut adalah pembahasan dari perdebatan itu yang mana menjurus pada kata 'pembunuh'. Sialnya, seseorang itu menyadari presensi dirinya yang memperhatikan dalam diam hingga saat tatapan Ren dan seseorang itu tak sengaja bertemu, dengan cepat Ren langsung pergi berlalu dari tempat persembunyiannya saat ia menguping perdebatan tersebut. Lalu disini lah Ren sekarang di taman depan rumah untuk menenangkan diri dan berharap tidak bertemu dengan seseorang yang kini menurutnya menyeramkan.

7 LUKA [COMPLETE] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang