Bagaimana jika 7 orang yang memiliki luka di satukan dalam ikatan persaudaraan? Akan kah kebersamaan mereka dapat menyembuhkan luka masing-masing atau bahkan malah menambah luka baru yang bahkan luka lama pun belum sembuh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat ini Bumi sudah stand by di depan rumah dengan motor bututnya sembari menunggu sang adik yang tengah memakai sepatunya bersiap untuk pergi sekolah di antar oleh dirinya meskipun Bumi baru pulang bekerja dan belum sempat istirahat tapi tidak apa, mengantar adiknya sekolah adalah salah satu kegiatan wajib bagi Bumi karena ia ingin memastikan sang adik sampai ke sekolah dengan selamat.
"Udah siap? Ga ada yang ketinggalan?" tanya Bumi saat sang adik sudah selesai dengan kegiatan memakai sepatunya.
"Eung!" Sky mengangguk lucu seraya beranjak dari duduknya lalu berjalan menghampiri sang kakak.
"Adik tadi udah sarapan?" tanya Bumi seraya memakaikan helm pada adiknya.
"Udah, tadi Sky beli nasi kuning depan gang," jawab Sky dengan tatapan polosnya.
"Pinter. Yaudah ayo naik keburu telat nanti."
"Wokaaaay!"
Sky dengan semangat menaiki motor sang kakak.
"Ready to go?"
"Yes sir!"
"Berang-berang makan ketupat.."
"Berangkaaaaaaattttt!"
"Okay let's gooo!"
Motor butut milik Bumi pun melaju dengan perlahan meninggalkan kontrakan kecil tempat mereka tinggal. Ya begitulah kegiatan rutin Bumi setiap paginya jika sang adik sekolah, setelah pulang bekerja di bar tanpa rasa lelah Bumi akan selalu mengantar adiknya pergi ke sekolah. Dan tak perlu membutuhkan waktu lama, motor yang di kendarai oleh Bumi pun berhenti tepat di depan gerbang sekolah Sky.
"Hari ini adik ada pelajaran olahraga ya?" tanya Bumi pada sang adik yang baru saja turun dari motor.
"Iya kak, abis istirahat ada pelajaran olahraga," jawab Sky seraya membuka helmnya lalu memberikan helm tersebut pada sang kakak.
"Adik ingat kan sama pesan kakak?"
"Iya ingat, jangan ikut pelajaran olahraga tapi kalau materi olahraganya yang ringa ringan Sky boleh ikut dengan catatan tidak memaksakan diri. Sky udah hafal di luar kepala tau!"
"Haha okay deh, kalau ada apa-apa—"
"Langsung telpon kakak karena hp kakak bakalan aktif 24/7 selama Sky ga ada di dalam jangkauan kakak, ada lagi?" sela Sky cepat yang membuat sang kakak terkekeh.
"Kok adik bisa hafal sedetail itu sih?"
"Ya gimana ga hafal orang tiap hari kakak kasih nasehatnya begitu ish."
Bumi kembali terkekeh.
"Yaudah sana gih masuk, bentar lagi bel masuk bunyi," titah Bumi.
Sky mengangguk lucu, "Sky sekolah dulu ya kak, kakak jangan lupa nanti makan terus istirahat. Dadah kak Bumi!"