Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

• Setelah kejadian itu

2.4K 300 64
                                        

Setelah kejadian tadi pagi Ananta memutuskan untuk pergi ke sekolah saja karena meskipun hari ini adalah hari sabtu yang mana hari ini termasuk weekend namun hari ini sekolahnya tengah menyelenggarakan acara semacam pensi yang memang di selenggarakan satu bulan sekali untuk hiburan para siswa/i dan tentu Ananta sebagai ketua osis ikut andil besar dalam acara tersebut makanya sampai sore begini pun Ananta masih berada di sekolah. Dan sepertinya jika acara sudah selesai pun ia takkan langsung pulang ke rumah mengingat kejadian tadi pagi.

Perdebatan antara ia dan sang kakak membawa pengaruh yang cukup besar untuk Ananta, ucapan sang kakak terus terngiang-ngiang di kepalnya bahkan dari awal acara sampai detik ini Ananta tidak bisa fokus sama sekali, banyak hal-hal kecil yang ia lewatkan sehingga membuat para panitia/anggota osis lainnya berdecak kesal karena ada beberapa bagian yang tidak sesuai dengan rencana awal, namun hal tersebut bukan kesalahan yang fatal dan masih bisa di perbaiki hingga acara pensi tersebut berjalan cukup lancar.

"Nanta, nanti setelah acara selesai kita evaluasi dulu apa gimana?" tanya salah satu teman Ananta yang tak lain adalah wakil osisnya sendiri.

"Serah, lo aja dah yang ngatur," jawab Ananta asal membuat temannya mengernyit heran.

"Lah kok gue sih? Ya lo lah Ta, meskipun gue wakil ketua osis tapi lo tetep ketuanya dan lo ada disini jadi ga perlu gue wakilkan," sahutnya.

"Ya evaluasi aja kaya biasanya, kenapa pake nanya lagi?"

"Gue cuma make sure aja Ta. Ini acara udah mau selesai tinggal perform band terakhir dari kelas XI. Lo kenapa sih Ta? Lagi ada masalah? Kalau iya tolong jangan bawa-bawa masalah lo kesini karena itu ga profesional. Dari awal acara sampai sekarang lo tuh ga fokus, bahkan lo lupa sama planning kita di awal. Kalau lo ga niat berkontribusi sama acara ini harusnya dari awal lo bilang sama pihak sekolah biar pihak sekolah buat tim panitia baru khusus untuk acara ini, biar osis ga susah–"

"Bacot banget dah! Lo kira gue mau jadi ketua osis kalau bukan si Nanta yang sok sokan pake ikutan osis segala! Gue juga ogah anjir ngapain jadi babu sekolah," sela Ananta cepat dengan nada bicaranya yang meninggi membuat temannya semakin mengernyit heran.

"Kok lo nyolot sih? Gue cuma ngasih tau mana yang bener dan mana yang salah dan sikap lo yang kaya gini tuh salah, Ananta! Lo ga profesional!"

"Gue nyolot? Lo yang mulai duluan ya, kalau lo mau jadi ketua osis dan ambil alih semua tanggung jawab gue ya silahkan. Gue udah bilang kan atur aja, tapi lo malah nyeramahin gue!"

"Gue bukan nyeramahin lo, gue cu–"

"Wih ada apa nih ribut-ribut kawan?" ucapan teman Ananta terhenti saat Liam dkk tiba-tiba saja datang menghampiri keduanya yang tengah berdebat di belakang panggung.

"Ck, ngapain sih lo disini? Ini tuh tempat khusus panitia. Mending lo semua cabut dari sini," usir si waketos dengan sewotnya.

"Chill bro, gue kesini bukan mau cari ribut sama anak-anak osis, gue cuma mau nanya sama Ananta," sahut Liam.

"Terserah, jangan sampai lo semua buat keributan disini karena semua anggota osis udah capek hari ini naggepin ketosnya yang tiba-tiba jadi egois!" setelah mengucapkan hal itu si waketos pun berlalu meninggalkan Ananta bersama Liam dkk yang mereka pun terheran-rean karena si waketos begitu sewot.

"Bye wakil ketua babu~" salah satu antek-antek Liam yang tak lain adalah Rangga melambaikan tangannya pada si waketos yang berjalan lurus tak mempedulikannya.

"Hai Ananta, cemberut aja nih.." yang lainnya menyapa Ananta seraya merangkul pundaknya.

"Jauhin tangan lo dari bahu gue kalau lo ga mau gue banting," ucap Ananta dengan nada bicaranya yang dingin serta tatapannya yang super datar dan Reza yang merangkul Ananta pun sontak langsung melepaskan rangkulannya.

7 LUKA [COMPLETE] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang