• Sosok lainnya

2.4K 296 74
                                        

Waktu istirahat telah tiba, terlihat Sky yang sudah berada di area kantin sekolah untuk mengisi perut kosongnya. Namun kali ini Sky tak sendirian, ada Ananta yang duduk tepat di depannya dan kini keduanya terlihat tengah memakan makanannya. Lalu kemana perginya Ren? Entahlah anak itu masih belum menunjukan batang hidungnya.

"Ren kemana ya?" tanya Ananta seraya mengedarkan pandangannya menatap sekitar mencoba mencari keberadaan Ren yang tak kunjung terlihat.

"Masih di kelas mungkin," jawab Sky.

"Iya kali ya, aku juga belum liat temen-temen sekelasnya Ren."

Sky dan Ananta pun kembali melanjutkan kegiatan makannya dengan tenang. Namun hal itu tak berlangsung lama saat keempat anggota inti geng silent datang menghampiri Sky dan juga Ananta.

"Hallo Sky, akhirnya lo sekolah lagi!" seru Liam seraya merangkul bahu Sky yang mana sang empunya langsung menepisnya.

"Ish ish galak banget sih," timpal Reza yang mendudukan tubuhnya di samping Sky dan dengan tak tau malunya ia memakan makanan Sky.

"Anjing ga enak banget makanan lo, hambar banget gila," Reza membuang kotak bekal makan Sky ke sembarang arah membuat makanan itu berceceran.

"Kalian, mau apa sih? Bisa ga biarin kita makan dengan tenang?" ucap Ananta seraya menghela napas lelah.

"Wih ketua osis kita nih bro!" Rangga berjalan ke belakang Ananta lalu memijat pundak Ananta tanpa di minta namun sang empunya langsung menepis.

"Lagian lo ngapain sih makan bareng anak baru ini? Mending lo cabut dah Nanta, noh anak-anak piyik lo lagi rapat di ruang osis eh induknya malah nongkrong disini," timpal Brandon.

"Kalian mau apalagi? Kalau ada urusan sama saya jangan libatin orang lain, biarin Ananta pergi dari sini," Sky yang sedari tadi diam pun akhirnya mengeluarkan suaranya.

"Nah ide bagus! Mending lo pergi dah Nanta, gue ada urusan sama mainan gue," sahut Liam dengan santainya.

"Engga, gue ga akan pergi. Kalau gue pergi, kalian juga harus pergi," cetus Ananta.

"Well, karena gue masih menghargai lo sebagai ketua osis ya terserah kalau lo masih mau disini asal jangan ikut campur urusan gue sama anak baru ini karena permainan kita belum selesai," ucap Liam.

"Kalian mau apa? To the point aja," sahut Sky.

"Gue suka nih yang to the point gini," komentar Reza seraya menonjok perut Sky membuat sang empunya langsung terbatuk.

"Reza, lo mau gue panggil komdis buat nyeret lo dari sini?" seru Ananta dengan tatapannya yang berubah tajam.

"Sans bro, gue cuma bercanda kok. Lagian perut lo ga sakit kan Sky?" Reza berniat untuk mengusap perut Sky namun tangannya lebih dulu di tepis oleh sang empunya.

"Don't touch me!" ucap Sky dengan tatapan dinginnya.

"Okay Sky, gue liat liat tadi lo di anterin pake roll royce. Anak orang kaya lo?" tanya Liam.

"Kamu salah liat, saya ga naik mobil itu," jawab Sky seadanya.

"Jadi lo pikir gue buta? Oh c'mon Sky, mata gue masih sangat normal, emangnya lo–cacat? Hahahahaha."

"Hahahaahahaha," tawa Liam dkk.

"Kalau ga ada urusan penting mending saya sama Ananta pergi dari sini," Sky berniat untuk beranjak dari duduknya namun di tahan oleh Liam.

"Gue yakin kalau lo itu simpenan om om," bisik Liam tepat di telinga Sky.

"Jangan sembarang! Saya bukan simpenan om om!"

7 LUKA [COMPLETE] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang