Pagi harinya terlihat Nakula yang tengah melangkahkan tungkainya memasuki area ruang makan dengan pakaiannya yang sudah rapih membuatnya terlihat sangat tampan. Terlihat di ruang makan itu hanya terdapat Sky dan Ren yang tengah menikmati sarapan paginya dalam diam tanpa mengobrol satu sama lain.
"Pagi.." sapa Nakula saat menghampiri meja makan dan mendudukan tubuhnya di salah satu kursi yang biasa ia duduki.
"Pagi kak Nakula," balas Sky seraya menunjukan senyum manisnya membuat Nakula ikut tersenyum sedangkan Ren hanya mengangguk singkat tanpa berniat membalas.
"Lho kok cuma kalian berdua yang sarapan? Yang lain mana?" tanya Nakula.
"Eung.. Kalau kak Bumi masih tidur, semalam kak Bumi bergadang sampai subuh. Kak Jehan sama Ananta ga tau deh kemana," jawab Sky dengan nada bicaranya yang semakin mengecil saat menyebutkan nama 'Ananta'.
"Si Nanta Nanta itu udah pergi pagi pagi buta di anterin supir," Ren ikut menyahuti.
Nakula pun mengangguk paham, "jadi kita sarapannya cuma bertiga pagi ini?" tanyanya lagi.
"Menurut u? Itu sodara kembar u siapa sih Dewi apa Dewa bodo amat, kemana dah?" balas Ren.
"Eh iya kak Dewa mana? Ga ikut sarapan kah? Padahal ada nasi uduk buatan bibi katanya buat kak Dewa karena kak Dewa suka nasi uduk," timpal Sky.
"Di liat liat si Dewa Dewa itu rebahan mulu, ga kuliah dia? Santai beud idupnya," Ren kembali bersuara sebelum Nakula menjawab.
"Dewa juga kuliah kok, dia ada kelas juga tapi nanti siang dan sekarang dia masih tidur karena subuh tadi baru bisa tidur setelah asma nya kambuh tengah malem. Kalau udah kambuh ya gitu, susah tidur lagi dia," jawab Nakula.
"Kak Dewa sakit?" tanya Sky dengan tatapan sedihnya yang di gelengi oleh Nakula seraya masih menunjukan senyumanya.
"Tadi pas kakak cek sih masih anget tubuhnya soalnya subuh tadi sempet demam juga tuh bocah, tapi entar siang juga baikan dan bisa ngebacot lagi," jawab Nakula.
Sky pun mengangguk paham seraya bernapas lega saat mendengar jawaban Nakula tadi yang secara tidak langsung mengatakan bahwa Sadewa baik-baik saja. Sedangkan Ren tak berniat menimpali lagi dan kembali fokus dengan sarapan paginya.
"Terus kalian sekolah di antar siapa? Bukannya pak supir lagi antar Ananta ke sekolah?" tanya Nakula setelah menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.
"Naik angkutan umum kali," jawab Sky asal.
"Sok banget lu kaya tau aja naik angkutan umum," cetus Ren.
"Lho di sekolah yang dulu Sky juga perginya naik angkutan umum, ya meskipun di anter sama kak Bumi juga sih hehe," sahut Sky dengan kekehannya.
Ren mendelik malas, "I ga bisa naik angkutan umum, mungkin I nunggu pak supir aja abis anter si Nanta Nanta itu."
"Kalau nunggu pak supir balik abis anter Ananta ke sekolah lama dong, kalian berdua bisa terlambat ini udah jam setengah 7 lho," komentar Nakula.
"Ya terus u maunya kita gimana? Terbang? Apa pake jurus menghilang dan tiba-tiba ada di sekolah?" tanya Ren dengan tatapan judesnya namun hal itu malah membuat Nakula terkekeh.
"Bareng gue aja gimana? Sekalian gue pergi ke kampus," jawab Nakula.
"Emangnya ga ngerepotin? Nanti kak Nakula harus bolak balik dong karena setau Sky arah sekolah kita dan kampus kak Nakula itu beda," sahut Sky.
"Engga ngerepotin kok, lagian kelas kakak di mulai jam 9 jadi ya masih ada waktu lah untuk anter kalian berdua ke sekolah."
"Eung.. Sky ngikut aja deh bagusnya gimana tapi kalau ngerepotin kak Nakula gapapa kok Sky bisa naik angkutan umum, bisa naik ojol juga Sky punya aplikasinya!" oceh Sky dengan polosnya membuat Nakula yang melihat pun tersenyum. Kalau Ren? Ya apalagi kalau tidak mendelik.
KAMU SEDANG MEMBACA
7 LUKA [COMPLETE]
Fiksi PenggemarBagaimana jika 7 orang yang memiliki luka di satukan dalam ikatan persaudaraan? Akan kah kebersamaan mereka dapat menyembuhkan luka masing-masing atau bahkan malah menambah luka baru yang bahkan luka lama pun belum sembuh.
![7 LUKA [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/376562486-64-k261385.jpg)