• Peran pengganti

2.3K 310 65
                                        

Pagi harinya ketujuh anak-anak Vijendra melakukan aktivitas seperti biasa di awali dengan sarapan pagi bersama di weekend ini. Terlihat di ruang makan sudah ada Bumi dan juga sang adik Sky, lalu ada si kembar Nakula dan Sadewa, Jehan yang seperti biasa diam dengan tatapan dinginnya, begitu juga dengan si bungsu Ren yang menunjukan ekspresi tak jauh beda dengan Jehan. Lalu siapakah yang belum muncul diantara ketujuh anak-anak Vijendra?

"Ananta mana? Kok ga ikut sarapan?" tanya Bumi.

"Masih tidur kali, udah lah ayo kita mulai aja sarpannya gue udah laper banget ini, mana gue mau latihan ice skating pagi ini," jawab Sadewa yang tak sabaran.

"Sabar dikit tunggu Ananta dulu biar kita sarapan sama-sama," sahut sang kakak kembar Nakula.

"Emang sarapan bareng-bareng itu wajib ya? Sekarang kan ga ada papi U semua jadi masing-masing aja ga sih?" timpal Ren.

"Ren, bukannya semalem kita udah bahas ini ya? Kita kan mau mulai pendekatan satu sama lain, ya meskipun ga sebagai saudara kita bisa dekat sebagai teman 'kan?" ucap Bumi dengan sabarnya tak lupa ia juga menunjukan senyumnya pada Ren.

"Lah mana I tau, semalem kan I ketiduran," sahut Ren cuek.

"Buset iya lagi iya lagi, semalem lo ngorok banget jir, mana deket telinga gue lagi untung gue ga tenggelam di sungai Nil yang lo buat," Sadewa kembali bersuara.

"Sembarangan I ga ngorok ya! I juga ga bikin sungai! Dan lagi siapa yang pindahin I ke kamar?" tanya Ren.

"Ya menurut lo siapa yang mau menanggung beban berat itu?" sahut Sadewa.

"Ya mana I tau!"

"Kak Bumi yang gendong lo ke kamar," jawab Nakula membuat Ren membulatkan mulutnya bergumam 'Oh' seraya mengangguk kecil dan tak berani menyahut lagi.

Omong-omong soal semalem, ya memang mereka bertujuh sempat berdiskusi soal kedepannya hubungan mereka akan seperti apa, dan mereka semua sepakat untuk memulai nya dari awal, melakukan pendekatan seperti teman dan pencetus ide tersebut adalah si sulung Bumi yang ingin bisa dekat dengan saudara-saudaranya yang lain, atau lebih tepatnya tujuan utama Bumi adalah ingin kembali dekat dengan Jehan juga Ananta, namun bukan berarti Bumi tak ingin dekat dengan saudaranya yang lain, Bumi sangat ingin mereka semua menjadi dekat satu sama lain seperti layaknya saudara meski kedepannya tidak tau apa yang akan terjadi.

"Eung.. Boleh ga kalau Sky yang susul Ananta ke kamar?" tanya Sky dengan suara pelannya seraya menatap ke arah Jehan seolah-olah meminta persetujuan namun sang empunya tak memberikan reaksi apapun.

"Terserah," pada akhirnya Jehan pun menjawab saat Bumi menatap ke arahnya.

"Yaudah kalau gitu Sky susul Ananta ke kamar ya."

Sky beranjak dari duduknya, namun bertepatan dengan itu seseorang yang sejak tadi mereka tunggu kedatangannya pun baru saja melangkahkan tungkainya memasuki ruang makan.

"Ga usah, gue disini," ucapnya masih dengan nada bicaranya yang dingin juga datar dan hal itu membuat Sky kembali duduk di tempatnya.

"Ananta ayo duduk kita sarapan sama-sama," ujar Bumi.

Ananta hanya mengangguk, namun anehnya bukannya duduk di kursi yang biasa ia duduki, Ananta malah menghampiri Sky.

"Pindah lo," titah Ananta pada Sky yang menatapnya dengan tatapan heran.

"Eh lo denger ga gue bilang apa? Lo pindah," ucapnya lagi saat Sky tak bergeming di tempatnya.

Sikap Ananta saat ini tentu tak luput dari pandangan kakak-kakaknya yang lain serta adiknya.

7 LUKA [COMPLETE] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang