• Di akhir perang [END]

3.7K 353 157
                                        

Terhitung sudah 2 minggu sejak Sky bangun dari komanya, anak itu selalu menanyakan keberadaan sang kakak pada Jehan yang mana Jehan sendiri tak tau harus menjawab apa dan bagaimana, juga sejak awal dirinya memang tak mempersiapkan hal tersebut dan memang tak berniat untuk menutup-nutupi apa yang sebenarnya terjadi pada kakak Sky yakni Bumi. Jehan hanya menunggu waktu yang pas untuk memberitahu Sky mengenai kepergian kakaknya setelah kondisi Sky stabil dan benar-benar membaik. Namun nyatanya anak itu tidak sabaran dan selalu menanyakan dimana keberadaan kakaknya yang sudah 2 minggu ini sejak dirinya tersadar dari komanya sang kakak tidak pernah datang mengunjunginya sehingga mau tak mau, siap tak siap, Jehan pun akhirnya memberitahu Sky perihal kepergian sang kakak. Bukan hanya itu Jehan juga memberitahu semua yang terjadi termasuk kepergian Nakula dan juga Ananta.

Sky terkejut? Tentu ia luar biasa terkejutnya, ia sempat tak percaya pada ucapan Jehan bahkan sampai mengamuk tak terima karena Jehan mengatakan bahwa kakaknya telah meninggal  yang mana hal tersebut membuat Dr. Steve langsung turun tangan dengan menyuntikan obat penenang. Dan setelah itu Sky tak mengeluarkan suaranya lagi, ia memilih untuk diam, tidak mau berbicara dengan siapapun bahkan dengan Jehan sekalipun. Setiap malam ia menangis seraya bergumam memanggil-manggil sang kakak berharap Bumi akan datang saat itu juga, namun nihil sang kakak tidak pernah datang menemuinya membuat Sky menyerah pada keadaan dan mencoba percaya bahwa kakaknya, satu-satunya orang yang ia miliki di dunia ini kini telah pergi meninggalkannya dan tak dapat ia raih lagi.

Hingga tadi malam akhirnya Sky mau di temui oleh Jehan, ia menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Jehan, meraung-raung berharap bahwa semua ini hanya mimpi dan ia akan bangun lagi dengan sang kakak yang menggenggam erat tangannya, namun nyatanya tangan hangat kakaknya kini sudah tak dapat ia genggam lagi. Dan ternyata mimpi yang ada disaat ia koma benar-benar terjadi, Sky terbangun dengan tak mendapati sang kakak di sampingnya. Wajah teduh itu tak dapat Sky lihat lagi, rangkulan hangatnya tak dapat Sky rasakan lagi. Namun satu yang bisa Sky rasakan sampai detik ini atau bahkan sampai ia pergi menyusul sang kakak nanti adalah kasih sayang sang kakak kepadanya yang begitu besar. Meskipun sang kakak tak dapat ia raih lagi, namun setidaknya detaknya akan selalu ada bersama Sky, itulah yang Jehan katakan saat malam tadi.

Dan pagi ini Sky meminta Jehan untuk mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir sang kakak atau rumah baru kakaknya. Disinilah Jehan dan Sky sekarang, yaitu tempat peristirahatan terakhir keluarga besar Vijendra yang mana Jehan terlebih dulu meminta izin pada Dr. Steve untuk membawa Sky keluar. Awalnya Dr. Steve kurang setuju mengingat kondisi Sky yang masih sangat rentan. Namun bukan Sky namanya kalau tidak keras kepala jadilah mau tak mau Dr. Steve pun mengizinkan Jehan untuk membawa Sky keluar dari rumah sakit dengan waktu yang sudah di tentukan, tak boleh lebih dari 2 jam.

Terlihat saat ini Jehan tengah menyusuri tempat peristirahatan terakhir keluarga Vijendra sembari mendorong kursi roda Sky yang mana kini sang empunya hanya duduk dalam diam dengan kedua mata fox nya yang terlihat sudah sembab lantaran terus menangis , oh jangan lupakan selang oksigen yang masih bertengger di hidung mancung Sky. Hingga tak lama Jehan berhenti mendorong kursi roda Sky saat sudah berada tepat di depan ketiga pusara, rumah baru Bumi, Nakula dan Ananta.

"B-Bumi V-Vijendra.." Sky tak dapat menahan air matanya lagi saat membaca tulisan di salah satu nisan dari ketiga pusara itu yang terdapat nama sang kakak.

Jehan mengambil napas lalu menghembuskan napasnya dengan perlahan, setelah itu ia pun berjongkok tepat di samping Sky seraya menyodorkan kartu identitas Bumi dan kartu lainnya yang berukuran sama. Sky mengambil kedua kartu tersebut dengan tangannya yang bergetar.

"Saat itu kondisi kak Bumi dan juga Nakula sama-sama kritis, tapi sayangnya Nakula lebih dulu pergi sebelum naik ke meja operasi, sedangkan kak Bumi masih bertahan tapi dengan kondisinya yang begitu parah. Sama halnya dengan Sky yang setelah kejadian itu langsung tidak sadarkan diri dan kondisi Sky sudah berada di level yang sangat mengkhawatirkan. Dr Steve bilang jantung Sky udah rusak parah dan butuh donor jantung secepatnya. Meskipun nama Sky udah berada di urutan pertama sebagai penerima donor jantung tapi bukan hal yang mudah untuk mencari donor organ, apalagi ini jantung membuat siapapun orang yang sudah mendonorkan jantungnya di pastikan tidak dapat hidup lagi," ucap Jehan.

7 LUKA [COMPLETE] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang