Bagaimana jika mereka menjadi satu keluarga yang utuh? (2)

1.1K 160 48
                                        

Pagi ini seperti biasa keluarga Vijendra tengah melakukan ritual paginya yaitu sarapan bersama. Ya, sarapan pagi ini adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh keluarga Vijendra meskipun beberapa anggota keluarga sedang tidak ada di rumah, sisanya masih harus tetap ikut sarapan bersama. Seperti pagi ini terlihat sudah ada sang kepala keluarga yang duduk di kursi meja makan utama, lalu ada kedua istrinya yakni Sandra yang duduk di kursinya tengah berkutat dengan iPadnya dan juga Bunga yang sejak tadi sibuk mempersiapkan menu sarapan pagi ini meskipun sudah ada maid yang mengurusi hal tersebut namun Bunga tetap ingin turun tangan. Sedangkan dua istri Vijendra yang lain yaitu Monica dan Yuki tidak bisa mengikuti sarapan pagi ini lantaran Monica sedang ada dalam perjalan bisnis ke China, dan Yuki sedang liburan bersama teman-temannya.

Lalu bagaimana dengan ketujuh anak Vijendra? Kebetulan pagi ini anak-anak dalam formasi yang lengkap mengingat kedua sulung Bumi dan Jehan akan mengikuti meeting pagi ini bersama sang kepala suku, lalu ada si kembar Nakula dan Sadewa yang kebetulan ada kelas pagi, dan tentunya trio bocil yang memang sudah biasa bangun pagi karena harus sekolah dan mereka lah member yang selalu ada di ruang makan saat sarapan pagi.

"Adik, ibu udah buatkan Chicken Cream Soup dan Garlic Bread untuk adik. Adik makan ya habis itu adik minum obat," ucap ibu Bunga pada anak bungsunya.

"Iya ibu," dan Sky pun mengangguk patuh.

"Nanta sama Ren.. Mau sarapan sama apa, nak? Ada request sesuatu kah?" tanya ibu Bunga pada anak-anak bungsunya yang lain.

"Nanta mau Chicken Cream Soup juga sama kaya kak Sky bu, boleh?" jawab dan tanya Nanta.

"Boleh dong sayang, ibu buat Chicken Cream Soupnya agak banyak kok," jawab ibu Bunga membuat Nanta mengangguk semangat seraya tersenyum lebar.

"Ren mau sama roti slice aja deh pake peanut butter bu," kali ini Ren yang menjawab.

"Okaay nanti mama buatin rotinya ya Ren," bukan ibu Bunga yang menyahut melainkan mama Sandra yang kini sudah selesai berkutat dengan iPadnya.

"Okay mama!"

Ibu Bunga pun tersenyum melihatnya, "kak Bumi, kak Jehan, Kak Na sama kak Sa gimana?" kini si ibu bertanya pada anak-anak sulungnya.

"Bu kita bukan anak kecil lagi, kita bisa makan makanan yang udah disiapin sama ibu dan juga chef," jawab Bumi yang diangguki setuju oleh Jehan dan Nakula.

"Jadi maksud kak Bumi kita itu anak kecil?" tanya Nanta yang sepertinya kurang terima dengan ucapan kakak sulungnya.

"Excuse me revisi ya, just you n Sky not me. I bukan anak kecil ya," timpal Ren.

"Emang kalian tuh masih kecil lho," Jehan lah yang menjawab.

"Sarapan Surabi haneut enak deh kayanya," celetuk Sadewa dengan tatapannya yang masih ngebug.

"Ngadi-ngadi, entar aja beli kalau mau," timpal Nakula.

"Kak Sa mau itu?" tanya ibu Bunga yang membuat lamunan Sadewa buyar seketika.

"E-Eh engga bu, tadi aku cuma mengeluarkan isi otak, ga tau kenapa tiba-tiba bilang Surabi haneut hehe," jawab Sadewa.

"Yaudah kalau gitu kalian makan ya," ucap mama Sandra.

Melihat interaksi hangat pagi ini pun membuat sang tuan besar Vijendra pun tersenyum. Lantas mereka pun mulai memakan sarapan paginya dengan khidmat. Awalnya suasana terasa hening, hanya terdengar bunyi dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Sebenarnya Vijendra pun tak melarang anak-anaknya maupun istri-istrinya untuk tidak berbicara pada saat makan, namun terkadang memang seperti ini lah suasana saat sarapan pagi bersama.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 18 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

7 LUKA [COMPLETE] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang