• Satu fakta mengejutkan

2.4K 310 86
                                        

"Udah kaya gini, selanjutkan apa rencana kita mbak?" tanya seorang lelaki yang saat ini tengah berdiri seraya menatap wanita cantik yang duduk dengan tatapan seriusnya namun ia masih terlihat santai.

"Ya kita tetap lanjutkan sesuai rencana awal," jawabnya.

"Tapi akan semakin sulit karena saya ga ada disana."

Sang wanita tersenyum, "kamu tenang aja, mbak  baru dapet kabar dari Yuki kalau Vijendra sekarang sedang melakukan pengobatan di Jepang, bahkan kini kondisinya sedang kritis pasca operasi dan tentu hal itu akan mempermudah rencana kita."

"Tapi mbak yakin? Maksudku apa dia bisa di percaya? Saya sendiri masih belum tau keberadaan Vijendra."

"Mbak yakin, lagi pula Yuki ga mungkin bohong."

"Apa yang membuat mbak bisa percaya sama dia?"

Wanita itu kembali tersenyum lalu beranjak dari duduknya seraya melipat kedua tangannya di depan dada, "karena keselamatan anaknya ada di mbak. Wanita bodoh itu taunya cuma laki-laki sialan yang dia cintai sepenuh hati tanpa memperdulikan keselamatan anaknya sendiri."

Laki-laki itu mengangguk paham, "lalu apa langkah kita selanjutnya mbak?"

"Kita percepat rencana kita, Vijendra dan anaknya harus mati!"

"Ya mbak harus membalas dendam atas kematian mas Bima!"

"Itu sudah pasti, akan mbak selesaikan dendam ini sampai ke akar-akarnya.."

Laki-laki itu mengangguk setuju seraya menunjukan senyumnya, senyum yang tak jauh beda dari wanita cantik itu.

"Tapi mbak, apa ga sebaiknya sebelum kita melanjutkan rencana kita, lebih baik kita singkirkan wanita itu yang selalu menghalangi rencana kita?"

"Don't worry bout her, dia sebentar lagi akan pergi dari rumah itu. Percaya sama mbak dan kamu akan masuk secara leluasa tanpa pengawasan dari siapapun."





•••




Dr. Steve baru saja selesai menyuntikan obat pada lengan Sky yang mana kini sang empunya sudah tertidur lelap sejak tadi lantaran efek obat yang Bumi berikan sebelumnya makanya saat Dr. Steve datang Sky sedang dalam kondisi tertidur. Bumi sebagai kakak pun tentu masih menemani sang adik untuk memastikan bahwa kondisi Sky baik-baik saja.

"Kamu ga usah khawatir Bumi, reaksi dari alergi Sky kali ini tidak terlalu berat tapi tidak bisa di sepelekan juga, beruntung Sky mendapat pertolongan pertama dengan tepat membuat reaksi dari alerginya melambat. Saya sudah memberi injeksi untuk alergi nya dan sekarang Sky sedang dalam kondisi stabil. Jadi kamu ga usah khawatir lagi ya? He's fine.." ucap Dr. Steve seraya merapihkan peralatan dokternya.

Setelah mendengar penjelasan langsung dari Dr. Steve sendiri mengenai kondisi sang adik barulah akhirnya Bumi bisa bernapas lega.

"Syukurlah kalau begitu. Ohiya apa setelah ini dokter ada jadwal di rumah sakit?" tanya Bumi.

"Kebetulan hari ini saya lagi libur Bumi," jawab Dr. Steve.

"Kalau gitu boleh saya titip Sky sebentar sama dokter?"

Mendengar penuturan Bumi, Dr. Steve pun mengernyit heran, "lho memangnya kamu mau kemana?"

"Saya ada urusan sebentar dok, ini penting. Dan saya cuma percaya sama dokter mengenai kondisi Sky yang sekarang ini lagi ga baik. Takutnya saat saya tinggal nanti Sky kebangun atau ngeluh sakit lagi jadi saya minta tolong dokter untuk jaga Sky. Sebentar aja," jelas Bumi membuat Dr. Steve mengangguk.

7 LUKA [COMPLETE] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang