• Let them be happy

2.2K 294 62
                                        

Pagi harinya Bumi terlihat sudah berada di area kafetaria rumah sakit untuk mengisi perutnya yang mulai terasa keroncongan karena sejak kemarin ia belum sempat mengisi perutnya lagi, terakhir Bumi makan saat sarapan pagi itu pun hanya makan waffle dan segelas kopi yang mana tentu tidak akan membuatnya kenyang tapi anehnya kemarin Bumi tidak merasa lapar sama sekali lantaran terlalu fokus dengan kondisi sang adik, makanya pagi ini Bumi memutuskan untuk mengisi perutnya terlebih dahulu selagi Sky masih tidur di ruang ICCU yang tentu di jaga ketat oleh tim medis sehingga aman untuk di tinggalkan.

Saat sedang asik memakan nasi bentonya, kedua netra Bumi tak sengaja menangkap sosok Jehan yang baru saja melangkahkan tungkainya memasuki area kafetaria rumah sakit. Ah sepertinya Jehan juga akan mengisi perutnya sama seperti Bumi.

"Je!" seru Bumi memanggil Jehan yang membuat sang empunya langsung menoleh dan tanpa di duga langsung berjalan menghampiri Bumi, bahkan Jehan mendudukan tubuhnya di kursi yang tepat berada di depan Bumi.

"Mau makan?" tanya Bumi yang entah kenapa jadi merasa sedikit canggung apalagi saat Jehan hanya menjawab dengan anggukan saja.

"Gimana kondisi Ananta?/ Gimana kondisi Sky?" dan keduanya pun bersamaan bertanya perihal kondisi adik masing-masing.

Jehan yang ikut merasa canggung pun langsung mengusap tenguknya setelahnya.

"Gimana kondisi Ananta? Dia baik-baik aja?" tanya Bumi lagi saat Jehan tak kunjung bersuara.

"Baik, kondisinya cukup stabil dan kalau kondisi Ananta terus stabil ada kemungkinan besok atau lusa Ananta bakal di operasi," jawab Jehan membuat kedua alis Bumi mengernyit heran.

"Operasi? Kenapa Ananta harus di operasi?" tanyanya.

"Lo sempet denger kan kemarin Dr Cakra bilang apa pas kelar meriksa Ananta?" bukannya menjawab Jehan malah balik bertanya.

"Ada indikasi pembengkakan otak?"

Jehan mengangguk, "dan semua hasil pemeriksaan menunjukan kalau memang ada pembengkakan di otak Ananta jadi Ananta harus di operasi secepatnya."

Jawaban Jehan berhasil membuat hati Bumi tertegun dan sangat sangat sedih karena bagaimana pun Ananta sudah ia anggap seperti adik kandungnya sendiri sama seperti Sky, yang mana dalam hubungan darah baik Ananta maupun Jehan memang adik kandung Bumi.

"It's okay Je, gue yakin Ananta itu anak yang kuat, setelah ini Ananta pasti bakal baik-baik aja," ucap Bumi mencoba memberi ketenangan pada Jehan yang menggeleng pelan.

"Ananta ga baik-baik aja Bum, gejala dari pembengkakan otak itu banyak dan cukup berat. Ananta akan mengalami kelumpuhan, cara bicaranya akan melambat, bahkan sekarang penglihatannya udah mulai berkurang. He is not fine.." lirih Jehan.

"Je.."

"But that's okay, gue sama mami akan buat Ananta sembuh total bagaimana pun caranya."

"Lo yang sabar Je, lo ga sendiri.. Ada gue dan juga Sky," ucap Bumi dengan tatapan sendunya meski begitu tatapan itu terlihat penuh harap bagi Jehan.

Hah.. Jehan menghela napas lelah.

"Ohiya soal Sky, gimana kondisinya sekarang?" tanya Jehan yang kembali teringat akan pertanyaannya yang pertama.

"Sky baik, kondisinya juga udah stabil dan kayanya hari ini Sky udah bisa di pindahin ke kamar rawat biasa tapi Sky malah minta pulang padahal walaupun kondisinya udah stabil tapi Dr Steve menyarankan agar Sky di rawat sampai donor jantungnya ada karena kondisi Sky saat ini rentan terkena serangan jantung bahkan serangan jantung dalam skala kecil pun akan berakibat fatal karena alat pacu jantungnya juga bermasalah," jawab Bumi membuat Jehan terdiam dengan rasa bersalah yang semakin menyelimuti hatinya. Ya, rasa bersalah atas apa yang terjadi kemarin pada Sky karena bagaimana pun juga sang adik Ananta ikut terlibat dalam hal tersebut yang mana membuat kondisi Sky jadi seperti sekarang.

7 LUKA [COMPLETE] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang