Sky terbangun saat matahari belum muncul ke permukaan atau lebih tepatnya Sky terbangun saat waktu menunjukan pukul 05.00 pagi. Ia lalu merubah posisi tidurnya menjadi duduk dan dapat ia lihat ada sang kakak yang tengah tertidur di sofa sana yang tak jauh dari ranjang tempat tidurnya padahal semalam Sky sudah menyuruh sang kakak untuk tidur di kamarnya sendiri dan meninggalkannya yang masih butuh waktu untuk sendiri namun ternyata sang kakak tak pergi dan memilih untuk menetap menjaganya sepanjang malam.
Tes! Air mata lagi lagi menetes di pipi tirus Sky, namun tak lama ia langsung menghapusnya sembari membuka selang oksigen yang bertengger di hidung mancungnya meskipun sebenarnya Sky masih membutuhkan benda tersebut untuk membantunya bernapas. Lantas Sky turun dari ranjang, ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu ia berjalan menuju walk in closet untuk memakai seragam sekolahnya. Setelah semuanya siap, Sky mengambil tas yang ada di atas meja belajar ia lalu melangkahkan tungkainya keluar dari kamar dengan mengambil langkah perlahan takut membangunkan sang kakak yang masih tertidur.
Saat keluar kamar suasana di kediaman Vijendra masih terasa begitu sepi, tentu saja karena waktu masih menunjukan pukul 05.15 pagi yang mana seluruh penghuni rumah yakni para tuan muda Vijendra masih berada di dalam kamarnya masing-masing hanya ada beberapa maid yang berlalu lalang memulai pekerjaan mereka. Hingga tak sengaja Sky berpapasan dengan salah satu maid saat berada di ruang tamu utama.
"Selamat pagi tuan muda Sky.." sapa maid tersebut dengan sedikit membungkukan tubuhnya.
"Selamat pagi," balas Sky tanpa senyum cerahnya, dan raut wajah itu terlihat sendu nan pucat.
"Tuan muda Sky mau pergi ke sekolah?" tanya sang maid yang di angguki oleh Sky.
"Lho tapi ini masih terlalu pagi untuk pergi ke sekolah, chef saja baru mulai memasak di dapur membuat sarapan untuk para tuan muda."
"Gapapa, saya mau pergi ke sekolah sekarang aja."
Sang maid mengangguk paham meski sebenarnya ia bertanya-tanya kenapa tuan mudanya ini pergi ke sekolah pagi pagi sekali bahkan disaat matahari belum terbit. Dan ia pun khawatir melihat kondisi sang tuan muda yang terlihat sedang dalam kondisi tidak baik.
"Kalau begitu biar di antar sama supir saja ya tuan muda? Nanti saya suruh supir untuk bersiap mengantarkan tuan muda ke sekolah," ucap sang maid lagi yang kali ini hanya di angguki oleh Sky.
"Kalau begitu tunggu sebentar ya tuan muda.."
Sang maid pun berlalu, dan Sky memilih untuk mendudukan tubuhnya sejenak di sofa ruang tamu tersebut.
"Ugh.." Sky meringis pelan saat merasakan denyutan tak nyaman dari area dada kirinya. Namun ia mencoba untuk tidak memperdulikan rasa sakit itu dan hanya mengusap-ngusap dadanya pelan.
"Tuan muda.." tak lama sang maid kembali datang, ah ternyata ia menghubungi sang supir melalui intercom yang terhubung langsung dengan back area, yang mana tempat berkumpulnya para pekerja seperti maid, supir dan yang lainnya.
"Pak Dadan sudah siap di depan," ucapnya.
Sky mengangguk lagi seraya beranjak dari duduknya, "makasih ya bi.. Ohiya saya mau titip pesan tolong bilangin sama kak Bumi kalau saya pergi ke sekolah jadi ga usah khawatir dan bilang sama dia ga usah nyari-nyari saya.."
"Baik tuan muda."
Setelah itu Sky pun kembali melangkahkan tungkainya menuju pintu utama. Dan benar saja di perkarangan sudah ada sang supir yang bernama pak Dadan sudah stand by di dalam mobil yang tanpa menunggu lama lagi Sky pun langsung melangkahkan tungkainya menuju mobil tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
7 LUKA [COMPLETE]
FanfictionBagaimana jika 7 orang yang memiliki luka di satukan dalam ikatan persaudaraan? Akan kah kebersamaan mereka dapat menyembuhkan luka masing-masing atau bahkan malah menambah luka baru yang bahkan luka lama pun belum sembuh.
![7 LUKA [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/376562486-64-k261385.jpg)