Nakula terbangun masih di tempat yang sama dan ternyata apa yang terjadi kemarin bukan hanya sekedar mimpinya saja dan memang benar nyata adanya saat ia dan adik kembarnya menghabiskan waktu bersama sang mama yang mana kemarin si kembar dan mama Sandra quality time di rumah dengan menonton film bersama, memasak bersama dan melakukan hal-hal menyenangkan lainnya seperti mimpi Nakula dulu yang selalu menantikan moment tersebut. Dan tentu saja hari kemarin menjadi salah satu hari yang membahagiakan bagi si kembar setelah 10 tahun lamanya mereka menantikan bisa kembali hidup bersama sang mama.
Nakula terlihat mulai merubah posisi tidurnya menjadi duduk dan dapat ia lihat di sampingnya masih ada sang adik kembar yang nampaknya masih tertidur lelap. Nakula pun beranjak turun dari ranjang lalu melangkahkan tungkainya menuju kamar mandi untuk sekedar cuci muka dan gosok gigi, ah serta mengganti baju tidurnya dengan kaos hitam polos dan celana pendek. Setelah di rasa penampilannya cukup bersih dan rapih, Nakula lantas melangkahkan tungkainya keluar dari kamar untuk menghampiri sang mama yang kemungkinan sedang memasak di dapur.
"Eh? Mama kemana?" Nakula mengernyit heran saat tak mendapati sang mama disana.
Suasana rumah pagi ini terasa sangat sepi tidak seperti kemarin yang pagi-pagi sudah di hebohkan dengan Sadewa dan juga dirinya yang mengganggu kegiatan masak sang mama.
"Mama?" Nakula sedikit berteriak memanggil sang mama seraya melangkahkan tungkainya menuju kamar mamanya.
Cklek! Nakula di buat semakin keheranan saat mendapati kamar sang mama yang kosong dan sang empunya tak ada disana yang mana seharusnya mama Sandra tengah berada di area dapur berkutat dengan peralatan masaknya tetapi di dapur sana juga tidak ada presensinya.
"MA? MAMA DIMANA?" Nakula kembali berteriak memanggil-manggil sang mama seraya melangkah menyusuri seluruh area rumah untuk mencari keberadaan mamanya.
Jujur saja rasa takut mulai menyelimuti hatinya, hingga saat ia menginjakan kaki di area ruang tamu, langkah Nakula pun terhenti saat melihat ada secarik kertas yang tergeletak di atas meja yang mana ia langsung meraih secarik kertas tersebut lalu membaca tulisan yang sepertinya berisikan sebuah pesan.
Dear anakku sayang..
Abang, mungkin saat abang bangun nanti mama ga ada disini. Mama pergi dulu, ada hal yang harus mama selesaikan. Maaf abang bukan maksud mama mengingkari janji, tapi mama akan menepati janji setelah mama mengakhiri semua yang terjadi di masa lalu. Abang percaya kan sama mama? Abang sama adek mau kan nunggu mama lagi? Mama janji kali ini perginya hanya sebentar, setelah semuanya selesai dan baik-baik saja mama akan pulang lagi ke rumah ini. Apapun yang terjadi kalian ga boleh keluar dari rumah ini, tunggu sampai mama pulang ya? Dan kalau terjadi sesuatu sama mama, abang jaga adek ya? Mama percayakan adek sama abang, mama percaya kalau kalian bisa menjaga satu sama lain ada atau tanpa Mama. Mama sayang abang Na dan adek Sa.. Tunggu mama pulang ya nak.
Tes! Air mata Nakula menetes saat membaca isi pesan dari surat yang sepertinya di tulis langsung oleh sang mama. Hingga ingatannya kembali pada kejadian tadi malam yang mana malam tadi Nakula merasa haus dan karena air minum di kamarnya sudah habis mau tak mau. Nakula pun harus mengambil air minum di dapur dan bertepatan dengan itu ia tak sengaja memeregoki sang mama yang tengah berbincang dengan seseorang melalui panggilan telpon.
'Apa? Besok? Bukankah itu di luar rencana kita?'
'...'
'Ya kamu benar, lebih cepat lebih baik. Tapi apakah harus dengan cara seperti ini? Maksudku tanpa kamu membunuhnya pun dia akan mati dengan sendirinya karena dia memiliki penyakit yang sama seperti Bunga..'
KAMU SEDANG MEMBACA
7 LUKA [COMPLETE]
FanfictionBagaimana jika 7 orang yang memiliki luka di satukan dalam ikatan persaudaraan? Akan kah kebersamaan mereka dapat menyembuhkan luka masing-masing atau bahkan malah menambah luka baru yang bahkan luka lama pun belum sembuh.
![7 LUKA [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/376562486-64-k261385.jpg)